PERNYATAAN BERSAMA PEMUDA LINTAS AGAMA MENYIKAPI TRAGEDI KEMANUSIAAN ATAS NAMA AGAMA

FENOMENA tragedi kemanusiaan atas nama agama yang terjadi dalam beberapa hari belakangan ini adalah merupakan pengingkaran terhadap Pancasila, UUD 1945, dan prinsip kebhinnekaan yang sangat dihormati oleh seluruh komponen masyarakat Indonesia. Tragedi tersebut tidak hanya merusak hubungan harmonis antar umat beragama, tetapi lebih jauh dari itu telah melecehkan nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh semua umat manusia. Sebagai negara demokrasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai HAM, sungguh sangat tidak pantas bila tragedi kemanusiaan atas nama agama ini masih terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Menyikapi tragedi kemanusiaan atas nama agama yang terjadi di Temanggung dan Cikeusik, Pemuda Lintas Agama dengan ini menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Mengutuk tragedi kemanusiaan berupa perusakan Gereja Bethel, Gereja Pantekosta dan Gereja Katolik Santo Petrus -Paulus di Temanggung, Jawa Tengah, Selasa, 8 Februari 2011.
2. Mengutuk tragedi kemanusiaan berupa penyerangan terhadap anggota Jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, Minggu, 6 Februari 2011.
3. Mengetuk hati nurani pihak-pihak yang menginisiasi dan memanfaatkan peristiwa kekerasan untuk segera menghentikan pemakaian instrumen agama sebagai alat mencapai kepentingan politik pragmatis.
4. Mengimbau masyarakat luas untuk tidak terprovokasi oleh tragedi kemanusiaan yang terjadi di Temanggung dan Cikeusik, dan tetap waspada terhadap upaya pemecahanbelahan kerukunan hidup antarumat beragama yang sudah terjalin baik.
5. Menyerukan kepada seluruh kader pemuda lintas agama di seluruh Indonesia untuk segera mengkonsolidasikan diri untuk tetap menjaga keharmonisan kehidupan antar umat beragama demi persatuan bangsa dalam menjaga tetap tegaknya NKRI.
6. Meminta pemerintah menangkap, mengadili dan menghukum para pelaku tragedi kemanusiaan tersebut demi penegakan supremasi hukum yang akhir-akhir ini semakin diragukan.
7. Pemuda lintas agama akan membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) independen untuk mencari fakta-fakta baru yang berkaitan dengan tragedi kemanusiaan tersebut, dan akan melaporkan hasil temuannya kepada lembaga penegak hukum dan masyarakat luas.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan.

Jakarta, 10 Februari 2011

Saleh Partaonan Daulay, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah
Natalis M.T. Situmorang, Ketua Umum Pemuda Katolik
Albert T.H. Siagian, Sekjen Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI)
Kristan, Ketua Umum Generasi Muda Konghucu (Gemaku)
Komang Adi, Ketua Umum Pemuda Hindu Dharma (Perada)
Ronny Hermawan, Ketua Umum Gema Buddhis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s