Inilah Cerita di Balik Kabar Sakit Jenderal BHD

Sakit yang diderita Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri pekan lalu (Jumat, 13/8) masih menjadi misteri dan memunculkan sejumlah spekulasi yang kalau dibiarkan bisa bergerak kemana-mana.

Untunglah, belakangan diperoleh informasi yang mendekati kepastian mengenai hal ini.

Jumat pekan lalu serahterima jabatan Kapolda gagal digelar karena Jenderal BHD tak datang. Seperti Jenderal BHD, Wakapolri Komjen Jusuf Manggarani pun tidak memperlihatkan batang hidung. Tidak ada informasi jelas mengenai ketidakhadirannya saat itu. Informasi resmi dari Mabes Polri menyebutkan bahwa pagi hari sebelum pelantikan BHD dipanggil menghadap Presiden SBY di Cikeas. Belakangan disebutkan bahwa Jenderal Jusuf juga ikut menghadap SBY. Sementara pihak Istana mengatakan Presiden SBY sama sekali tidak memanggil Jenderal BHD ke Cikeas. Sampai sini informasi menjadi simpang siur.

Menurut berbagai spekulasi yang berkembang menyusul kesimpangsiuran pekan lalu itu, dalam rapat mendadak di Cikeas Jenderal BHD ditegur Presiden SBY karena melantik perwira tinggi Polri yang termasuk dalam kelompok pemilik rekening gendut yang menghebohkan itu. BHD juga kabarnya ditegur Presiden SBY berkaitan dengan rekaman pembicaraan Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja dan tersangka upaya penyuapan Ary Mulyadi. Juga disebut-sebut, dalam rapat pagi itu SBY menyinggung tentang calon Kapolri yang akan diajukannya ke Parlemen.

Jenderal BHD baru memperlihatkan batang hidung pada hari Senin (16/8) pada pelantikan dan serah terima jabatan tujuh Jenderal di Mabes Polri.

“(Penundaan acara Sertijab) sesuatu yang di luar kemampuan manusia,” kata BHD ketika itu.

“Tidak ada hal istimewa dengan penundaan. Itu bisa saja terjadi karena masalah teknis atau terkait ketidakmampuan seseorang untuk hadir karena keterbatasan dia sebagai manusia,” ujarnya sambil menyayangkan berbagai kabar yang berkembang.

Klarifikasi BHD itu dianggap terlalu soft dan tdak tegas. Dia tetap tidak mau menyebutkan alasan mengapa ia menghilang sejak hari Jumat sampai Minggu. Dapat diduga, penjelasan yang tidak menjelaskan itu malah semakin memperbesar kadar spekulasi yang telah berkembang.

BHD sendiri kelihatannya tidak begitu peduli dengan spekulasi-spekulasi aneh di balik misteri ketidakhadirannya. Dia malah berkata: “Ada yang bilang saya menghilang misterius, saya bunuh diri, silakan. Kita kembali pada Yang Maha Kuasa. Apapun bisa terjadi pada siapapun.”

Walau hadir di Mabes Polri, tetapi Jenderal BHD hari itu tidak mendampingi Presiden SBY yang memberikan Pidato Kenegaraan di depan Sidang Bersama DPR dan DPD di Senayan. Menurut Kabareskrim Komjen Ito Sumardi, Jenderal BHD disarankan tim dokter untuk beristirahat. Jenderal BHD juga disebutkan menjaga stamina untuk menghadiri upacara HUT RI di Istana keesokan hari (Selasa, 17/8).

Sampai disitu, masih belum jelas cerita tentang sakit yang diderita BHD sehingga ia absen untuk beberapa hari, dan sehingga banyak spekulasi berkembang berkaitan dengan sejumlah isu hangat yang melibatkan Polri.

Kemarin (Kamis, 19/8), hal ihwal sakit yang diderita Jenderal BHD semakin jelas. Informasi yang diperoleh dari kalangan yang dekat dengan Jenderal BHD mengatakan bahwa ia terjatuh pada dinihari Jumat (13/8) saat hendak sahur. Setelah makan sahur, ia disebutkan muntah-muntah dan tidak dapat berkomunikasi termasuk tidak dapat memerintahkan ajudan untuk menghubungi Wakapolri agar memimpin Sertijab sejumlah Kapolda baru. Itu sebabnya, sempat terjadi semacam kekosongan pimpinan di Mabes Polri saat itu.

Informasi ini mementahkan spekulasi pertama yang mengatakan bahwa Jenderal BHD diundang rapat mendadak di Cikeas.

Tetapi, tidak lantas mementahkan spekulasi kedua tentang sejumlah kasus yang melibatkan Polri yang dipertanyakan Presiden SBY. Konon, pertanyaan Presiden terhadap sejumlah kasus yang melibatkan Polri disampaikan melalui salah seorang menteri.

Informasi lain mengatakan bahwa kasus-kasus yang melibatkan Polri yang marak belakangan ikut mentrigger kondisi buruk kesehatan Jenderal BHD. Disebutkan, di antara sekian hal, ada dua hal yang begitu mengganggu pikiran BHD. Pertama, berkaitan dengan rekaman pembicaraan Ade Rahardja dan Ary Mulyadi yang tidak ada, dan kedua mengenai rekening gendut sejumlah perwira tinggi Polri.

Setelah tertunda hampir sepekan, akhirnya hari Kamis kemarin (19/8) Jenderal BHD memimpin Sertijab sembilan Kapolda baru yang tertunda. Seusai Sertijab, Jenderal BHD dijadwalkan menerima Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Tetapi, sampai siang hari, Jenderal BHD tak kunjung turun dari lantai dua, dan pada akhirnya anggota Paskibraka diterima oleh Wakapolri. Dari pengamatan Rakyat Merdeka Online, turut hadir dalam kegiatan itu Kabareskrim, Kabaintelkam, dan Kepala Lemdiklat Polri.

Siang tadi, usai shalat Jumat di Mabes Polri, Jenderal BHD tak bersedia menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan wartawan.

“Sudah, sudah,” katanya sambil berlalu menuju ruang kerjanya di lantai dua gedung utama.

Informasi yang diterima mengatakan, siang tadi Jenderal BHD kembali menjalani pengobatan untuk penyakit yang dideritanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s