Notes

Hadiah Nobel dan Ironi yang Bernama Obama

Inilah ironi Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama.

Pekan lalu Obama memutuskan menambah jumlah tentara AS di medan perang Afghanistan. Dalam pidato kenegaraan yang disampaikannya di Akademi Militer West Point, New York, Obama mengatakan akan mengirim sebanyak 30 ribu lagi tentara AS ke Afghanistan sampai musim panas tahun depan.

Amerika Serikat menduduki Afghanistan sejak Oktober 2001, setelah sebulan sebelumnya kelompok Al Qaeda menyerang World Trade Center di New York. Adalah Presiden George W. Bush yang memulai pendudukan itu dan menamakannya Operation Enduring Freedom. Sampai bulan Juli 2009 setidaknya 29 ribu tentara AS berada di Afghanistan untuk memburu pimpinan Taliban dan Al Qaeda. Sampai bulan Juli 2010 jumlah tentara International Security Assistance Force (ISAF) atau pasukan sekutu yang berada di bawah pimpinan AS diperkirakan akan mencapai angka 101 ribu orang.

Keputusan Obama menambah jumlah tentara AS di Afghanistan ini dikecam oleh kelompok antiperang, baik di dalam maupun di luar AS. Obama dianggap tidak hanya telah menghancurkan citra dirinya sebagai politisi yang mencintai perdamaian, tetapi juga merusak harapan begitu banyak orang, baik warga AS maupun warga negara lain, pada dirinya.

Sutradara film Michael Moore dalam surat terbuka yang disampaikannya untuk Obama beberapa saat sebelum Obama mengumumkan keputusannya, mengatakan bahwa Obama telah membunuh harapan umat manusia di dunia akan perdamaian dan di saat bersamaan mengajarkan pada generasi muda bahwa semua politisi memang sama. Artinya, pada akhirnya masyarakat dunia akan melihat bahwa Obama tak ada bedanya dengan Bush.

Hari ini Obama telah berada di Norwegia. Di negara itu, ia akan menerima Hadiah Nobel Perdamaian. Panitia Nobel mengumumkan pemberian penghargaan bergengsi itu untuk Obama bulan Oktober lalu, atau sembilan bulan setelah Obama dilantik menjadi presiden ke-44 AS. Saat itu banyak kalangan menilai, terlalu pagi memberikan Nobel Perdamaian untuk Obama yang belum memperlihatkan apa-apa.

Kekhawatiran mereka menjadi benar, setelah Obama mengumumkan keputusannya menambah pasukan AS.

Setelah bertemu dengan Perdana Menteri Norwegia, Jens Stoltenberg, Obama mengatakan dirinya sungguh terkejut menerima Nobel Perdamaian. Namun di sisi lain dia tidak meragukan bahwa banyak tokoh lain yang lebih pantas menerima Nobel Perdamaian itu dibandingkan dirinya.

Kelompok antiperang Norwegia pun memprotes kehadiran Obama di negara itu. Iringan kendaraan Obama yang tengah menuju kompleks perkantoran pemerintahan Norwegia di Oslo dihadang oleh demonstran. Beberapa dari mereka membawa poster dan spanduk yang mengecam Obama dan mempertanyakan kebijakan perang yang dipilihnya di Afghanistan.

Apakah Obama mengkhianati janji-janji perdamaian yang disampaikannya selama masa kampanye pemilihan presiden AS tahun lalu?

Tidak juga. Bila kita mengkaji lagi janji kampanye Obama, maka kita akan menyadari bahwa Obama sejak awal telah menempatkan perang di Afghanistan sebagai salah satu prioritas pemerintahan yang kelak, bila menang dalam pilpres, akan dipimpinnya.

Satu-satunya perang ciptaann Bush yang dikecam Obama adalah perang di Irak. Menurut Obama, perang Irak didasarkan pada alasan-alasan bohong. Dalam salah satu dokumen kampanyenya, Obama mengatakan, bila menjadi presiden AS dia akan mengurangi jumlah pasukan AS di Irak dan memindahkan mereka ke medan perang yang sesungguhnya. Medan perang yang sesungguhnya itu, menurut Obama, adalah Afghanistan. Dan musuh abadi yang harus dibantai adalah Al Qaeda dan Taliban yang pada suatu masa merupakan anak emas pemerintahan AS yang digunakan untuk memukul Uni Soviet yang ingin melebarkan pengaruh ke kawasan Asia.

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s