Centurygate, Notes

Sri Mulyani: Saham Robert Cuma 10 Persen, Enak Bener di Republik Ini

Sebelum menerima rekomendasi Gubernur Bank Indonesia Boediono untuk menetapkan Bank Century sebagai bank gagal, Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) yang dijabat oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ingin mendengarkan pendapat pemegang saham bank sakit itu.

Dari tiga pemegang saham, hanya Robert Tantular yang hadir di Gedung Djuanda I, kompleks Departemen Keuangan, Jakarta Pusat, dinihari 21 November 2008. Dua pemegang saham lainnya Hesham Al Waraq dan Rafat Ali Rizvi, yang bersama dengan Robert menggunakan bendera First Gulf Asian Holding (FGAH) dalam menguasai surat-surat berharga milik Bank Century senilai 246 juta dolar AS tidak hadir.
Namun begitu, walau hadir, Robert tidak mengikuti Rapat Koordinasi KSSK yang digelar di ruang rapat lantai tiga gedung itu.

Informasi mengenai kehadiran Robert didengar Sri Mulyani dari salah seorang peserta rapat. Tidak dituliskan namanya, namun dari pernyataannya dapat diduga ia berasal dari Bank Indonesia.

“Bu Sri, kalau boleh saya tambahkan Bu. Ini, jadi rencananya, katakanlah misalnya KSSK mengatakan ini sistemik, belum menyerahkan ke LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Rencananya LPS itu akan bertemu dengan pemegang saham yang sekarang sebetulnya sudah nunggu di bawah. Ada yang namanya Robert Tantular yang nunggu di bawah sana. Itu kan, apakah dia akan ikut serta atau tidak. Kalau ikut serta, persoalannya memang…” kata salah seorang peserta rapat yang dalam transkrip pembicaraan itu hanya dituliskan sebagai Tidak Diketahui.

Belum selesai kalimatnya, Sri Mulyani menukas.

“Saya tanya, Robert itu berapa persen sebagai pemegang saham? Apakah dia bisa mengatasnamakan RUPS? Apakah dia sudah memegang surat kuasa dari Hesham, Hasyim atau Rafat?”

“Ya, karena hanya itu yang bisa dihadirkan BI,” jawab orang itu singkat.

Sri Mulyani berkata lagi.

“Bukan masalah itu dong. Masalahnya adalah legality bukan orang secara fisik ada di sini. Kalau kita tahu kalau pada akhirnya menggunakan RUPS ya kita akan membutuhkan suatu mekanisme RUPS. Seorang Robert Tantular yang cuma 10 persen bisa mengatasnamakan RUPS ya enak bener di republik ini.”

Ini adalah cuplikan kecil yang diangkat dari transkrip pembicaraan dalam Rapat Koordinasi KSSK itu. Dokumen mengenai transkrip pembicaraan dalam rapat tersebut sudah beredar sejak pekan lalu. Siang ini (Jumat, 11/12) anggota Pansus Centurygate Bambang Soesatyo dari Golkar membeberkan sedikit isi transkripnya. Rekaman pembicaraan dalam rapat itu pun menurut rencana akan diputar Pansus.

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s