Mengapa Sri Mulyani Ngember di Wall Street Journal

skandal bailout bail out dana talangan bank century sri mulyani boediono SBY

Advertisements

Kejutan baru bergulir di tengah gelanggang skandal Bank Century.

Adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani yang secara terang-terangan mengatakan bahwa pembentukan Panitia Khusus untuk mengusut megaskandal dana talangan Bank Century yang membengkak hingga Rp 6,7 triliun punya maksud lain: yakni mendiskreditkan dan menjatuhkan dirinya. Pernyataan Sri Mulyani itu dimuat harian Wall Street Journal hari Kamis ini (10/12).

Foto di atas diambil dari sini, ditambahkan pada tulisan ini tanggal 21 Mei 2010

.

Menurut Sri Mulyani, bersama Wakil Presiden Boediono dirinya dijadikan objek penyelidikan skandal dana talangan yang dikucurkan antara November 2008 hingga Juli 2009 itu. Saat keputusan “menyelamatkan” Bank Century diambil, Sri Mulyani secara ex officio menduduki kursi Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK). Ia menyetujui usul yang disampaikan Boediono, yang kala itu adalah Gubernur Bank Indonesia, untuk memberikan status “bank gagal yang berdampak sistemik” untuk Bank Century. Kepada Wall Street Journal, Sri Mulyani mengatakan bahwa keputusan itu sudah sesuai dengan kewenangan yang mereka miliki. Dia juga mengatakan bahwa keputusan itu diambil untuk menyelamatkan industri perbankan dan perekonomian nasional di tengah krisis saat itu.

Alasan ini telah disampaikan Sri Mulyani berkali-kali dalam berbagai kesempatan. Alasan-alasan ini pun dinilai banyak kalangan berlebihan dan mengada-ada. Terlebih, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mengaudit Bank Century atas permintaan DPR menemukan berbagai kejanggalan dan penyimpangan.

Hal lain yang disampaikan Sri Mulyani di koran berbahasa Inggris itu adalah tudingannya bahwa Partai Golkar dan elit di partai itu berada di balik rencana menjatuhkannya. Menurut Sri Mulyani, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie tidak suka pada dirinya, dan ia tidak berharap siapapun di Golkar akan bersikap baik pada dirinya.

Sri Mulyani tahun lalu memang sempat bersitegang dengan Aburizal Bakrie berkaitan dengan penutupan perdagangan saham milik keluarga Bakrie, Bumi Resource, yang anjlok.

Pernyataan Sri Mulyani ini jelas mengagetkan. Dia seakan membuka lebar-lebar pintu konfrontasi dengan pihak manapun yang menurutnya hendak menjadikan dirinya sebagai korban dari skandal ini. Tetapi, informasi lain yang berkembang menyebutkan bahwa sikap keras memang sudah mulai diperlihatkan Sri Mulyani beberapa waktu terakhir ini. Ia tidak mau kredibilitasnya sebagai salah seorang menteri perempuan terpandang di Asia hancur berantakan hanya karena kasus ini.

Api kemarahan Sri Mulyani tidak hanya siap dilesatkan kepada Aburizal Bakrie dan Golkar yang kini memimpin Pansus Centurygate. Boediono dan keluarga nomor satu di republik ini pun bila nyata-nyata hendak menimpakan kesalahan kepada dirinya, akan dihadapi Sri Mulyani dengan gagah berani.

Apalagi, belakangan berkembang pertanyaan besar di kalangan yang mengamati skandal ini dari dekat tentang sebuah keanehan ketika Sri Mulyani dan Boediono menggelar rapat tertutup, subuh tanggal 21 November 2008. Di dalam rapat itulah Sri Mulyani yang sejak awal memperlihatkan sikap kurang setuju dengan usul Boediono akhirnya mengalah.

Anggota Pansus Centurygate Bambang Soesatyo pernah mengatakan, di tengah rapat tertutup itu sempat terdengar dering telepon. Entah siapa yang menelepon. Tetapi setelah telepon itulah keputusan mem-bailout Bank Century kemudian disepakati.

Siapa yang dapat menggerakkan kedua tokoh ini? Sampai kini, jawaban atas pertanyaan itu masih tidak jelas. Tetapi logika awam mengatakan bahwa hanya pihak-pihak yang lebih superior lah yang dapat melakukannya. Hanya pihak-pihak yang lebih kuasa lah yang dapat melunakkan hati keras Sri Mulyani. Nah, siapa pihak superior yang lebih berkuasa itu?

Dalam struktur pemerintahan, ada dua pihak superior, yang karenanya lebih berkuasa, di atas Menteri Keuangan. Pertama, Wakil Presiden, dan kedua, yang lebih di atas lagi, adalah Presiden.

Jusuf Kalla, Wakil Presiden ketika kasus ini terjadi, mengatakan dirinya baru mengetahui keputusan Rapat KSSK itu tanggal 25 November 2008. Adalah Sri Mulyani dan Boediono yang menyampaikan langsung hasil Rapat KSSK itu kepada JK. Menurut Jusuf Kalla, dirinya marah mendengar keputusan itu, karena menurutnya apa yang terjadi di Bank Century adalah kriminalitas, adalah perampokan. Sesaat setelah menerima laporan itu, Kalla menghubungi Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan meminta agar pemegang saham penentu Bank Century, Robert Tantular ditangkap.

Bagaimana dengan Presiden SBY? Saat keputusan diambil, SBY sedang berada di Washington DC, Amerika Serikat. Dan Sri Mulyani pernah mengatakan bahwa dirinya memberi tahu SBY segera setelah keputusan diambil dengan mengirimkan pesan pendek.

Jadi siapa yang mau menelepon di pagi subuh waktu Indonesia Bagian Barat, di saat Sri Mulyani dan Boediono sedang berpikir keras untuk mencari jalan menyelamatkan Bank Century?

Kabar lain yang berkaitan dengan sikap keras Sri Mulyani menghadapi kasus ini juga pernah disampaikan Johan Silalahi. Menurut Presiden Negarawan Center ini, kepada seorang mantan pejabat tinggi negara Sri Mulyani pernah mengaku dirinya ditipu oleh Boediono.

Siapa sang mantan pejabat tinggi negara itu? Menurut Johan, pada saatnya publik akan tahu.

Kemarahan Sri Mulyani tampaknya memang sudah sampai ke ubun-ubun. Ia siap menghadapi siapa saja yang akan memojokkan dirinya, termasuk pihak-pihak yang selama ini dikesankan sebagai the untouchable.

Jadi, inilah mungkin agaknya, mengapa Sri Mulyani memilih “ngember” di Wall Street Journal.

1 thought on “Mengapa Sri Mulyani Ngember di Wall Street Journal”

  1. Aku terkesan, saya perlu mengatakan. Benar-benar tidak sering saya menemukan sebuah blog yang masing-masing edukatif dan menghibur, dan biarkan aku memberitahu Anda, Anda sudah mendapat memukul paku di kepala. Konsep Anda adalah luar biasa, kesulitan adalah satu hal yang tidak orang yang cukup cerdas berbicara tentang. Saya sangat bahagia bahwa saya tersandung sepanjang ini dalam mencari saya untuk sesuatu mengenai hal ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s