Jalan Baru, News

Capres Rizal Ramli Kembali Diperiksa Polisi

HARI ini (Selasa, 20/1 WIB) Mabes Polri akan kembali memeriksa DR. Rizal Ramli.

Mantan menteri koordinator perekonomian dan menteri keuangan di era Abdurrahman Wahid itu dijadikan tersangka dalam kasus demonstrasi menolak kenaikan harga BBM pertengahan tahun lalu.

Rizal Ramli yang kini mencalonkan diri sebagai presiden dituduh polisi melakukan tindak pidana penghasutan di muka umum seperti yang dimaksud dalam pasal 160 KUHP jo 55 KUHP.

“Publik kini mulai memahami bahwa status tersangka yang diberikan kepada DR. Rizal Ramli sangat dipengaruhi oleh motif politik penguasa. Kasus ini pun sudah tidak relevan lagi Namun begitu, DR. Rizal Ramli akan tetap memenuhi panggilan Mabes Polri,” kata Jurubicara Rizal Ramli, Adhie Massardi.

Menurut polisi kerusuhan yang terjadi di akhir demonstrasi menolak kenaikan harga BBM dan menuntut pembentukan panitia khusus di DPR untuk menyelidiki kenaikan harga BBM tanggal 24 Juni 2008 lalu ada hubungannya dengan pidato Rizal Ramli dalam acara Konsolidasi Nasional Pemuda dan Aktivis Pergerakan di Wisma PKBI, Jakarta Selatan, 24 April 2008.

Dalam kegiatan itu, Rizal Ramli antara lain membeberkan alasan-alasan ekonomis mengapa niat pemerintah menaikkan harga BBM harus ditolak mentah-mentah. Dia juga menawarkan pendekatan baru untuk menyelamatkan Indonesia dari krisis ekonomi.

“Pemerintah sendiri sebetulnya sudah menyadari bahwa menaikkan harga BBM adalah sebuah kesalahan. Buktinya pemerintah menuruti desakan publik agar harga BBM diturunkan. DPR bahkan jauh0jauh hari telah setuju membentuk Pansus BBM,” kata Adhie lagi.

Masih kata Adhie, pihaknya akan mencetak dan mendistribusikan pidato Rizal Ramli yang dianggap polisi sebagai hasutan.

“Biar masyarakat juga ikut menilai apakah pernyataan-pernyataan DR. Rizal Ramli dalam kegiatan di Wisma PKBI itu adalah hasutan, atau sebaliknya, merupakan ajakan agar pemerintah dan masyarakat meninggalkan jalan neokolonialisme yang menyengsarakan,” demikian Adhie.

Dalam pemeriksaan pekan lalu (Kamis, 15/1), Rizal Ramli menjawab sebanyak 22 pertanyaan yang diajukan polisi.

Diantara yang ditanyakan polisi dalam pemeriksaan itu adalah hal-hal yang berkaitan pembentukan Komite Bangkit Indonesia (KBI) dan berbagai kegiatan yang diselenggarakan Komite itu.

Pekan lalu, sebelum diperiksa, Rizal Ramli menyayangkan penetapan status tersangka kepada dirinya. Menurut Rizal, penetapan status tersangka ini adalah bagian dari upaya pemerintahan SBY untuk mengganjal pencalonan dirinya sebagai presiden.

Rizal pun meminta Presiden SBY untuk bertindak ksatria dalam menghadapi saingan politiknya.

“Di era demokrasi seorang jenderal tidak bisa bertindak otoriter,” kata Rizal Ramli.

Standard

One thought on “Capres Rizal Ramli Kembali Diperiksa Polisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s