Kepepet, Wiranto dan Prabowo Mungkin Koalisi

wiranto-prabowo1

LANGGENGKAH koalisi SBY dan Jusuf Kalla dalam pemilihan presiden mendatang? Relakah Partai Golkar yang merupakan partai terbesar, bila ketua umumnya itu hanya menjadi orang nomor dua?

Muladi, salah seorang Ketua DPP Partai Golkar menganggukkan kepala. Menurutnya, duet SBY-JK mesti dipertahankan.

Juga menurut mantan menteri kehakiman di era Soeharto dan menteri sekretaris negara di era BJ Habibie serta hakim agung di era Gus Dur ini, kader Partai Golkar memahami realitas politik: mereka atau tepatnya ketua umum mereka tak akan mungkin menang bila dicalonkan sebagai presiden.

sby-jkAkhir pekan lalu saya mewawancarai Muladi yang mengunjungi Hawaii dalam kapasitas sebagai Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Republik Indonesia. Berikut petikan wawancara dengan mantan rektor Undip yang dilakukan di sela pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Hawaii.

Bagaimana peluang SBY dalam pemilihan presiden tahun depan?

Dari survei politik dan langkah yang dilakukan pemerintah akhir-akhir ini juga situasi perekonomian nasional yang cukup solid dibawah SBY serta mendapatkan apresiasi, saya kira sulit sekali mengalahkan SBY. Tetapi, syarat 20 persen kursi DPR dan 25 suara dalam pemilu legislatif membuat pencalonan presiden bukan hal yang mudah. Di titik inilah peran Jusuf Kalla akan cukup besar. Pasangan SBY-Jusuf Kalla, saya kira, kemungkinan besar tidak akan berubah.

Di Golkar, suara itu (yang menginginkan SBY-JK dipertahankan) keras sekali. Walaupun Golkar menang terhadap PDIP, misalnya. Ini karena kita tahu realitas politik masih sulit sekali, dan yang dipilih bukan partai politik tetapi orang.

Jusuf Kalla itu kalau dicalonkan sebagai presiden suaranya tidak tinggi, tetapi kalau dicalonkan sebagai wakil presiden dia nomor satu.

Apakah Golkar yang lebih besar dari Partai Demokrat rela kadernya hanya jadi orang nomor dua?

Kita sudah sepakat tidak ada konvensi. Dasar penentuan capres adalah survei, mungkin satu, dua, tiga lembaga survei yang credible. Dari preliminary survey pasangan ini nampaknya tetap menonjol.

Tidak ada keberatan di kalangan Golkar?

Tidak ada. Itu suatu realitas politik. Daripada maju tapi kalah.

Fenomena Fadel Muhammad, Yuddy Chrisnandi dan Sri Sultan yang mencalonkan diri apakah tidak dilihat sebagai perlawanan?

Gerakan mereka lebih merupakan gerakan pribadi, bukan gerakan institusi. Di Golkar, maaf ya, tiga gerakan itu tidak mendapat banyak apresiasi. Anda boleh tulis.

Mereka tidak akan membawa banyak suara Golkar keluar?

Tidak. Golkar itu solid.

Bila suara yang diperoleh Golkar melebihi suara yang diperoleh Partai Demokrat, dan Golkar bersedia ketua umumnya jadi wapres, bagaimana bentuk kompromi dengan SBY dan Partai Demokrat?

Sekarang ini saja koalisi di parlemen sangat kuat. Golkar tetap konsisten mendukung, selalu mengamankan pemerintahan dari setiap angket dan intepelasi. Golkar pengaman yang luar biasa. Nanti kalau pasangan SBY-JK tetap dan suara Golkar juga tetap signifikan, maka Golkar yang berjasa besar dalam pemerintahan ini harus mendapatkan porsi yang besar dalam kabinet. Cukup signifikan.

dsc01374-1

Ukuran signifikannya bagaimana?

Disamping departemen-departemen yang penting dipegang Golkar, jumlahnya juga harus cukup. Sekarang ada 34 departemen. Menurut saya, sepertiga harus dipegang oleh Golkar.

Dengan syarat baru pencalonan presiden, berapa banyak calon presiden yang akan ikut dalam pemilihan presiden?

Tidak lebih dari tiga pasangan. PDIP cukup kuat di grass root. Tapi dalam survei imbang dengan Golkar. Mula-mula Golkar menang. Lalu karena keadaan ekonomi menurun, Golkar ikut turun. Sekarang sudah mulai sama lagi.

Suara tradisional Golkar tidak pernah kurang dari 21 persen. Bahkan kemarin (Pemilu 2004) naik jadi 22 persen. Sekarang dengan semua mesin politik bergerak, target kami adalah 25 hingga 30 persen. Saya kira yakin tercapai. Kader-kader kita tidak kurang dari S-1, paling minimum S-1. Prediksi saya, Golkar akan mengalahkan PDIP.

Dari kacamata Golkar siapa capres ketiga yang akan maju?

Kemungkinan kalau ndak Prabowo, ya Wiranto. Tetapi mereka juga harus bisa mengumpulkan suara yang 20/25 persen itu tadi. Kalau yang lain-lain saya belum lihat.

Dalam survei terakhir suara mereka cukup signifikan. Dua tokoh ini punya partai yang infrastrukturnya kuat di daerah. Mungkin uangnya banyak.

Siapa diantara mereka yang paling tangguh?

Saya kira imbang keduanya. Dan tidak tertutup kemungkinan keduanya ini berkoalisi. Ini bisa terjadi pada saat kepepet.

Kalau PPP sudah terang-terangan mendukung SBY. PKB, saya kira, situasi internalnya cukup rawan. Sekarang sedang bikin konvensi.

Jadi Golkar, PPP, dan Demokrat bila berkoalisi jelas kekuatan yang luar biasa.

Bagaimana dengan PKS?

Sampai sekarang masih tengok ke kiri dan tengok ke kanan. Tetapi kemungkinan besar juga akan mendukung SBY. Sementara PAN, saya tidak bisa mengira. Mereka merekruit banyak artis sampai disebut Partai Artis Nasional. PAN cukup bersaing dengan Partai Matahari Bangsa dan PKS. Kader-kader PMB dan PKS itu (beberapa) dari PAN. Tantangan yang dihadapi PAN besar sekali.

Apakah pilpres akan berlangsung hingga dua putaran?

Ya, kemungkinan seperti itu. Untuk mencapai 50 persen tidak mudah. Dan yang ke final saya kira tetap SBY dan Mega. Kalau koalisi Golkar, Demokrat, PPP dan PKS benar-benar terjadi, ya sudah sulit dilawan.

PDIP ingin sekali berkoalisi dengan Golkar. Tetapi selama PDIP sudah mencalonkan kadernya sebagai presiden, saya kira sulit.

Bukankah upaya koalisi sempat digagas Surya Paloh dan Taufik Kiemas?

Saya kira yang dilakukan Surya Paloh lebih pada kepentingan kelompok tertentu dan personal. Yang jelas tidak mendapatkan dukungan dari DPP.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s