Tak Lagi Anggap Korea Utara Teroris, Bush Dikecam McCain

AMERIKA Serikat menghapus Korea Utara dari daftar negara teroris.

Jurubicara Departemen Luar Negeri Sean McCormack yang menyampaikan keputusan ini di Washington hari Sabtu waktu Amerika (11/10) atau Minggu dinihari waktu Indonesia (12/10) mengatakan keputusan tersebut diambil setelah Korea Utara sepakat menghentikan proyek pengayaan plutonium dan mengijinkan pemeriksaan untuk memverifikasi program nuklir mereka.

Pemerintah Amerika Serikat mencatat kesepakan ini sebagai prestasi politik luar negeri negara-adidaya itu.

Keputusan ini merupakan pendekatan baru yang ditempuh Amerika Serikat dalam menghadapi Korea Utara, khususnya di era George W. Bush, setelah di akhir tahun 2002 dan 2003 lalu Presiden Bush menghujat Korea Utara sebagai satu dari tiga negara Poros Setan dan menggalang kampanye internasional untuk menghancurkan pemerintahan Kim Jong Il.

Hubungan kedua negara ini memang tidak pernah harmonis sejak Perang Korea (1950-1953) berakhir. Semenanjung Korea merupakan salah satu medan pertempuran ideologi, politik dan ekonomi antara kubu Barat-kapitalis dan kubu Timur-sosialis sejak Perang Dunia kedua berakhir di tahun 1945. Aliansi politik yang berbeda memaksa elit politik Korea ketika itu membagi dua Semenanjung Korea di garis 38 derajat Lintang Utara. Amerika Serikat mendukung pemerintahan Syngman Rhee atau Yi Seungman di selatan. Sementara Republik Rakyat China dan Uni Soviet mendukung pemerintahan Kim Il Sung di utara.

Relasi politik Amerika Serikat dan Korea Utara sempat juga mengalami perbaikan terutama di era Bill Clinton (1993-2001). Tak setuju dengan keinginan kelompok Hawkish menaklukkan Korea Utara dengan jalan militer, Clinton mengutus mantan presiden Jimmy Carter untuk bertemu The Great Leader Kim Il Sung bulan Juni 1994 di Pyongyang. Pertemuan itu dilakukan untuk menjajaki kemungkina damai.

Tiga minggu setelah pertemuan itu Kim Il Sung meninggal dunia karena serangan jantung.

Pembicaraan tetap dilakukan. Kali ini Korea Utara diwakili The Dear Leader Kim Jong Il, putra Kim Il Sung yang mewarisi kekuasaan ayahnya. Hasilnya, “Kerangka Kerjasama” kedua negara ditandatangani tanggal 21 Oktober 1994 di Jenewa.

Atas kesediaan Korea Utara menghentikan proyek nuklir, Amerika Serikat sepakat untuk mengirimkan minyak bumi ke Korea Utara sebesar 500 ribu metrik ton per tahun untuk mengatasi krisis energi di Korea Utara. Amerikajuga berjanji akan mengirimkan berton-ton gandum. Sebagai tambahan, Amerika Serikat bahkan menjamin tidak akan pernah menyerang Korea Utara.

Kelompok Hawkish yang gila perang jelas mengecam kesepakatan yang menurut mereka hanya akan menjadi api dalam sekam.

Di era George W. Bush hubungan Amerika Serikat dan Korea Utara kembali memburuk. Kubu Hawkish yang menuding pemerintahan Clinton telah memberikan kesempatan kepada Korea Utara yang secara diam-diam tetap melanjutkan proyek nuklir mereka kini mengambil keuntungan dari sikap Bush.

Selanjutnya, hubungan Amerika dan Korea Utara semakin memburuk di akhir 2002 dan di awal 2003.

Di bulan Oktober 2002 pemerintahan Bush membatalkan “Kerangka Kerjasama 1994”. Bush mengatakan bahwa Korea Utara tetap melanjutkan proyek nuklir mereka. Bushjuga menyebut Korea Utara sebagai bagian dari “Poros Setan” bersama Irak dan Iran.

Sikap Amerika Serikat ini disambut Pyongyang dengan menolak kehadiran IAEA, badan atom internasional, yang ingin memeriksa proyek nuklir mereka di Pyongbyon. Januari 2003 Korea Utara menyatakan keluar dari Non-Proliferation Nuclear Treaty (NPT). Dan Maret 2003 Bush kembali menuding Korea Utara sebagai bagian dari “Poros Setan”. Di tahun 2006 hubungan kedua negara semakin panas setelah Korea Utara melakukan uji coba rudal ke arah Jepang, sekutu paling penting yang dimiliki Amerika di kawasan Pasifik.

Tetapi pendulum politik kembali bergerak. Kini giliran pemerintahan Bush membuka pintu untuk melakukan pembicaraan damai dengan Kim Jong Il.

Kubu Partai Republik, termasuk capres John McCain, tak begitu suka dengan keputusan ini karena menurut mereka Korea Utara belum memperlihatkan sikap yang serius untuk menghentikan program nuklir.

McCain yang belakangan ini berusaha sekuat tenaga memperlihatkan bahwa dirinya berbeda dengan Bush —dengan harapan dapat menarik simpati publik yang tidak menyukai Bush— meminta agar pemerintah menjelaskan lebih detil keputusan ini.

“Saya berharap pemerintah menjelaskan bagaimana sebetulnya persetujuan baru ini dapat membawa keberhasilan bagi kepentingan Amerika dan sekutu kita,” katanya.

Anggota DPR dari Partai Republik Ileana Ros-Lehtinen mengatakan dirinya sangat kecewa dengan kuputusan itu.

Sementara capres dari Partai Demokrat Barack Obama menyebut keputusan ini sebagai langkah maju yang biasa-biasa saja. Beberapa politisi Partai Demokrat lainnya mengatakan pembicaraan damai dengan Korea Utara di bawah rejim Bush tidak akan bisa menyamai “Kerangka Kerjasama 1994″ yang dihasilkan di era Clinton.

Keputusan Amerika Serikat ini dipandang banyak kalangan sebagai upaya terakhir pemerintahan Bush untuk menyelamatkan muka sebelum kekuasannya berakhir bulan Januari 2009 nanti.

Sebelum ini Bush juga telah setuju menarik setidaknya 8.000 tentara Amerika dari Irak dan bersedia menggelar dialog damai dengan Taliban.

1 Comment

  1. Mas,bisa bantu saya gak??mengenai kedua negara amerika Serikat Dengan korea utara??
    saya lg menyusun skripsi tapi lg blank
    klo bisa kirim bls ke email saya aj ok thx brt

    yefa

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s