Kami Tak Bermaksud Ikut Menghina

Kamis, 02 Februari 2006, 18:31:49 WIB

HARI ini (Kamis, 2/2), Situs Berita Rakyat Merdeka menurunkan kembali salah satu ilustrasi Nabi Muhammad SAW yang dipampang koran Denmark, Jyllands-Posten bulan September tahun lalu.

Sejak awal Situs Berita Rakyat Merdeka mengikuti perkembangan kasus yang menuai protes dari kalangan umat Islam, tidak hanya di Denmark dan Indonesia, juga di seluruh dunia. Saat pertama kali menurunkan kasus ini, Oktober tahun lalu, kami menghubungi banyak kalangan di tanah air. Mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Front Pembela Islam (FPI), hingga pihak Departemen Luar Negeri. Bahkan kami juga sempat menghubungi Kedutaan Besar Denmark di Jakarta.

Kala itu, tak banyak anggota masyarakat, khususnya umat Islam, yang merespon berita tersebut.
Tidak di Indonesia, juga tidak di negara-negara lain.

Nah, belakangan kasus ini kembali mencuat. Para pemimpin Islam di negara-negara berpenduduk muslim mulai menyampaikan protes keras, diikuti boikot terhadap produk-produk Denmark. Seorang teman kami yang baru kembali dari ibadah haji di Tanah Suci Mekah Al Mukarammah, misalnya, memberi kesaksian bahwa di supermarket di Arab Saudi produk-produk Denmark tak dikonsumsi lagi.

Pada perkembangan selanjutnya, kita mengetahui bahwa Perdana Menteri Denmark pun akhirnya meminta maaf. Pihak Jyllands-Posten yang awalnya bersikeras tak mau minta maaf dengan alasan kebebasan berekspresi pun akhirnya mulai melunak.

Pentingkah memuat ilustrasi tersebut di Situs Berita Rakyat Merdeka? Kami menilai, pemuatan ilustrasi itu untuk melengkapi berita tentang kasus dimaksud. Menurut kami, publik perlu diberi tahu apa sebetulnya yang menjadi akar dari “kericuhan” ini.

Seorang pembaca kami yang sedang studi di Melbourne, misalnya, mengapresiasi pemuatan ilustrasi itu. Kata dia, “Masyarakat kita perlu diberi tahu ada apa. Sehingga kalau mereka marah atas kasus ini, mereka tahu kenapa mereka marah.”

Terlepas dari apresiasi dan penilaian personal yang berkembang, kami menilai pemuatan ilustrasi itu dilakukan untuk memperkuat pekerjaan jurnalistik kami, dan jelas bukan untuk memanas-manasi suasana, apalagi ikut menyebarluaskan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Sunguh, kami sangat jauh dari maksud seperti itu.

Untuk menghilangkan kesan turut memanas-manasi suasana, kami pun tak secara utuh menampilkan ilustrasi dari Jyllands-Posten itu. Kami memasang blok berwarna merah, untuk menghidari penggambaran yang amat vulgar.

Terakhir, kami mohon maaf andaikata pemuatan ilustrasi ini dinilai sebagai bentuk penghinaan.

Teguh Santosa
Pemimpin Redaksi Situs Berita Rakyat Merdeka

Published by

TeguhTimur

Born in Medan, lives in Jakarta, loves Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s