Soeharto, Ford, dan Pembicaraan tentang Masa Depan Timor Timur

Presiden Soeharto bertemu Presiden Gerald Ford di Jakarta, 6 Desember 1975 didampingi Menlu Adam Malik dan Menlu Henry A. Kissinger.

KEPUTUSAN Portugis meninggalkan Timor Leste adalah hal ketiga yang disampaikan Soeharto saat bertemu Presiden Amerika Serikat Gerard Ford, di Camp David, Maryland, 5 Juli 1975.

Continue reading “Soeharto, Ford, dan Pembicaraan tentang Masa Depan Timor Timur”

Cara Indonesia Dapatkan Senjata Baru dari Amerika

Prersiden Soeharto dan Presiden Nixon di Gedung Putih, Mei 1970.

INI adalah bagian terakhir dari transkrip pembicaraan antara Presiden Soeharto dan Presiden Richard Nixon dalam pertemuan Mei 1970 di Gedung Putih.

Pada bagian ini, Nixon menguji pandangan Soeharto mengenai peranan Amerika Serikat di Indochina.

Continue reading “Cara Indonesia Dapatkan Senjata Baru dari Amerika”

Indonesia Ingin Membantu Kamboja, Tapi Tak Punya Senjata

Foto karya Edward T. Adams, memperlihatkan Nguyen Ngoc Loan, seorang jenderal Angkatan Darat Vietnam Selatan, mengeksekusi seorang tahanan Viet Cong, Nguyen Tat Dat, tanggal 1 Februari 1968, di sebuah jalan di kota Saigon, kini Ho Chi Minh.

KONSTELASI politik di kawasan Asia Tenggara adalah hal lain yang dibicarkan Presiden Soeharto dan Presiden Nixon dalam pertemuan di Gedung Putih, Mei 1970. Isu utama dari pembicaraan mereka ketika itu adalah mengenai kebangkitan kekuatan komunis di kawasan Indochina.

Amerika Serikat dan sekutunya menganggap pasukan Viet Cong dan Vietnam Utara sedang berusaha menyebarkan paham komunisme di Kamboja.

Soeharto mengapresiasi perananan Amerika Serikat dan pemerintahan yang mereka dirikan di Vietnam Selatan dalam membantu Kamboja.

Continue reading “Indonesia Ingin Membantu Kamboja, Tapi Tak Punya Senjata”

Nixon: Manuver Rusia dan China Bisa Bangkitkan PKI

Presiden Soeharto dan Presiden Nixon di Gedung Putih, Mei 1970.

PRESIDEN SOEHARTO mengeluhkah kondisi peralatan militer Indonesia yang buruk. Sementara di sisi lain, Rusia dan China seakan mengancam Indonesia di depan mata. Kapal selam Rusia secara aktif beroperasi di Samudera India, dan China baru saja mengembangan misil berjarak tembak 500 kilometer.

Nixon mendengarkan keluhan itu sebaik mungkin.

Hari masih pagi, awal Mei 1970. Hanya beberapa orang yang berada di ruang pertemuan di Gedung Putih, Washington DC. Nixon sang tuan rumah, Soeharto sang tamu, seorang penerjemah, dan tentu saja penasihat keamanan nasional pemerintahan Nixon, Henry Kissinger.

Continue reading “Nixon: Manuver Rusia dan China Bisa Bangkitkan PKI”

Rusia dan China Tahu Kelemahan Indonesia

Presiden Soeharto disambut Presiden Nixon di Gedung Putih, Mei 1970

SELAIN kerja keras pemerintah dan rakyat, keberhasilan pembangunan di masa Orde Baru, menurut Soeharto, juga tidak terlepas dari bantuan negara-negara sahabat, khususnya Amerika Serikat.

Dalam pertemuan dengan Presiden Richard Nixon yang berlangsung Mei 1970 di White House itu, Soeharto menyampaikan terimakasih kepada pemerintah Amerika Serikat yang walaupun sedang menghadapi berbagai masalah namun masih dapat mendongkrak bantuan untuk Indonesia.

Continue reading “Rusia dan China Tahu Kelemahan Indonesia”

Soeharto: Mahasiswa Mendukung Orde Baru

“Agar bisa mempertahankan posisi sebagai negara non-blok, Anda harus cukup kuat,” kata Nixon, sang presiden Amerika Serikat.

Hari itu 26 Mei 1970. Hari masih pagi. Nixon menerima kunjungan Soeharto, presiden Indonesia, di Gedung Putih, Washington. Itu adalah kunjungan balasan sang pemimpin Orde Baru setelah setahun sebelumnya Nixon lebih dahulu menginjakkan kaki di Jakarta.

Henry A. Kissinger, penasihat keamanan nasional di pemerintahan Nixon juga hadir dalam pertemuan itu.

Continue reading “Soeharto: Mahasiswa Mendukung Orde Baru”

Amerika Serikat Bongkar Dokumen Rahasia Soeharto

SEHARI setelah kematian Soeharto, lembaga non-pemerintah Amerika Serikat membuka beberapa dokumen politik yang berkaitan dengan penguasa Orde Baru itu.

Kumpulan dokumen yang selama puluhan tahun ini ditutup-tutupi diberi judul Suharto: A Declassified Documentary Obit dan dirilis dalam National Security Archive Electronic Briefing Book No. 242.

Continue reading “Amerika Serikat Bongkar Dokumen Rahasia Soeharto”

Apakah Tiga Rektor Universitas Bung Karno Kaki Tangan Soeharto

Dari kiri ke kanan: Basuki Rachmat, M. Yusuf, dan Amir Machmud

MELIHAT Istana Bogor juga dikepung pasukan “liar” pendukung Soeharto, Achadi memilih melanjutkan perjalanan ke markas Resimen Pelopor di Mega Mendung, Puncak Bogor.

Continue reading “Apakah Tiga Rektor Universitas Bung Karno Kaki Tangan Soeharto”

Untuk Kedua Kalinya Istana Merdeka Dikepung Pasukan Soeharto

Presiden Sukarno mengumumkan susunan Kabinet Ampera pada tanggal 25 Juli 1966. . Dalam Kabinet itu, Kepala Negara Presiden Sukarno didampingi Letjen Soeharto sebagai Ketua Presidium dan Kepala Pemerintahan. Setelah kekuasaan Sukarno dilucuti pada Sidang Istimewa MPRS Maret 1967, Soeharto menduduki jabatan Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan.

RENCANA Sukarno menggelar sidang Komando Operasi Tertinggi (KOTI) tanggal 14 Maret 1966 gagal total. Seperti beberapa hari sebelumnya, tanggal 11 Maret 1966, Istana Merdeka kembali dikepung oleh pasukan pendukung Soeharto dari Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) yang sekarang dikenal dengan nama Kopassus.

Continue reading “Untuk Kedua Kalinya Istana Merdeka Dikepung Pasukan Soeharto”

Mengapa Bung Karno Tak Mau Memukul Soeharto

soeharto6
Foto: TIME

TINDAKAN Soeharto memanfaatkan Surat Perintah 11 Maret 1966 menyakiti perasaan Bung Karno. Sejumlah petinggi militer yang masih setia pada Sukarno ketika itu pun merasa geram. Mereka meminta agar Sukarno bertindak tegas, memukul Soeharto dan pasukannya.

Tetapi Sukarno menolak.

Continue reading “Mengapa Bung Karno Tak Mau Memukul Soeharto”