Sakitnya Gus Dur

DSC00391

Selasa, 4 Agustus 2009. Hari itu Gus Dur merayakan ulang tahunnya yang ke-69. Tak ada pesta. Keluarga mantan presiden Indonesia ini hanya memotong tumpeng dan menggelar pengajian yang dihadiri seratusan anak yatim piatu. Berbagai doa dipanjatkan, terutama untuk kesehatan Gus Dur yang kini mulai sering sakit-sakitan.

Continue reading “Sakitnya Gus Dur”

Kami Mengundang…

Kami mengundang teman-teman semua hadir dalam Diskusi Publik dan Festival Film Dokumenter di arena Pameran Tunggal Lukisan dan Fotografi “KESAKSIAN YAN DARYONO” dalam rangka HUT ke-64 RI dan HUT ke-4 RMOL

Tempat : Jakarta Media Center – Gedung Dewan Pers Continue reading “Kami Mengundang…”

Andai Bukan Noordin M. Top yang Tertembak Mati

Drama pengepungan sebuah rumah di daerah persawahan Desa Beji, Temanggung, Jawa Tengah, sejak tadi malam (Jumat, 7/8) hingga pagi tadi (Jumat, 8/8) telah menyihir kita semua. Continue reading “Andai Bukan Noordin M. Top yang Tertembak Mati”

Di Malam Kematian Rendra

DSC00424

Beberapa menit lewat pukul 10 Kamis malam (6/8) sebuah pesan pendek masuk.

“Guh, Mas Willy wafat. Bang Yan baru dapat kabar dari Iwan.”

Pengirim pesan pendek itu adalah Yan Daryono, salah seorang sahabat WS Rendra yang memperkenalkan saya secara pribadi kepada si Burung Merak. Hari Senin yang akan datang (10 Agustus) Yan Daryono yang biasa saya panggil Bang Yan akan menggelar pameran lukisan di Jakarta Media Center – Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih. Saya dan kru Rakyat Merdeka Online menjadi organizer pameran itu.

Adapun Iwan yang dimaksud Bang Yan adalah Iwan Burnani, juga salah seorang sahabat dekat Rendra. Bukan itu saja, Mas Iwan juga adik ipar rendra. Ia menikah dengan Mbak Lili, adik dari istri Rendra, Ken Zuraidah yang biasa disapa Mbak Ida.

Sebelum mendengar kabar duka ini, saya dan Bang Yan meminta kesediaan Mas Iwan membacakan sajak-sajak Rendra dalam pembukaan pameran lukisan Bang Yan. Dua sajak yang akan dibacakan Mas Yan adalah “Seonggok Jagung di Kamar” dan “Membela Masa Depan”. Setelah peristiwa duka ini, kami berencana akan menambah jumlah puisi Rendra yang akan dibacakan dalam pembukaan pameran nanti.

Setelah pesan pendek dari Bang Yan tentang kematian Rendra maka lahirlah berita ini:

WS Rendra Wafat

Kamis, 06 Agustus 2009, 22:48:19 WIB
Laporan: Teguh Santosa
Jakarta, RMOL. Kabar duka kembali terdengar.

WS Rendra, si Burung Merak, meninggal dunia malam ini (Kamis, 6/8).

Sebelum meninggal dunia, Rendra yang salah satu karya monumentalnya adalah puisi berjudul “Seonggok Jagung di Kamar” menderita sejumlah penyakit.
Sekitar satu bulan lalu Rendra memulai pengobatan cuci darah karena ginjalnya mengalami gagal fungsi. Rendra sempat dirawat di RS Cinere, RS Jantung Harapan Kita, dan RS Mitra Keluarga Kelapa Gading. Ia menghembuskan nafas terakhir di RS Mitra Keluarga Depok.

Kabar kematian Rendra diterima dari Iwan Burnani, sahabat Rendra di Bengkel Teater yang juga adik iparnya.

…dan seterusnya.

Menyusul berita itu, saya menurunkan dua tulisan kecil yang berkaitan dengan kondisi terakhir Rendra.

Setelah tulisan itu, saya menurunkan beberapa tulisan lain yang berkaitan dengan Rendra. Lalu bergerak menuju Bengkel Tater di Cipayung, Depok. Dari sana saya bergerak menuju rumah Clara Sinta alias Au, salah seorang anak Rendra, di perumahan Pesona Khayangan, Depok.

Seperti di Cipayung, di Pesona Khayangan ratusan orang telah berjubel, berkerumun di depan rumah Au. Puluhan, atau mungkin lebih dari seratus wartawan juga sudah siaga. Beberapa mobil kru televisi diparkir di depan rumah. Beberapa jurnalis teve melaporkan suasana duka di rumah Au. Teman-teman Rendra satu persatu mendapat giliran diwawancarai media.

Saya masuk ke ruang tengah dari pintu depan.

Sebuah dipan kayu diletakkan di tenga-tengah ruangan. Di atasnya terbaring jasad Rendra diselimuti kain batik. Wajahnya ditutup kain. Beberapa kerabat yang handai taulan yang hendak melihat wajah Rendra dipersilakan mengangkat kain putih tipis itu.

Beberapa orang lainnya mempersiapkan kain kafan untuk Rendra. Jumat dinihari itu juga, sekitar pukul 02.00, Rendra akan dimandikan dan dikafankan. Jenazahnya akan dibawa ke Bengkel Teater di Cipayung usai shalat Subuh dan dimakamkan usai shalat Jumat.

Pertama Kali, Delegasi Bisnis Israel Kunjungi Indonesia

Untuk pertama kalinya Israel mengirimkan delegasi bisnis ke Indonesia. Continue reading “Pertama Kali, Delegasi Bisnis Israel Kunjungi Indonesia”

Kalau Sudah Begini Siapa yang Drakula

Bom yang meledak secara beruntun di Mega Kuningan, Jakarta Selatan Jumat pekan lalu (17/7) atau sembilan hari setelah Pilpres 2009 yang menewaskan sembilan orang, jelas mengagetkan kita semua. Continue reading “Kalau Sudah Begini Siapa yang Drakula”

Poling Teror RMOL Bikin Bingung Bopingals

Dalam komentarnya mengenai poling yang digelar Rakyat Merdeka Online, Bopingals bertanya: mengapa “pihak yang kalah pilpres” menjadi salah satu pilihan jawaban untuk pertanyaan siapa yang berada di balik bom Mega Kuningan. Continue reading “Poling Teror RMOL Bikin Bingung Bopingals”

Ini, Transkrip Pernyataan SBY tentang Bom Mega Kuningan

sby marriottHalaman Depan Kantor Presiden, Jakarta, Jumat, 17 Juli 2009
Mengenai Aksi Pemboman di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Continue reading “Ini, Transkrip Pernyataan SBY tentang Bom Mega Kuningan”

Sering Dikaitkan dengan Bencana, SBY Punya Alasan Singgung Reaksi Pasca Pilpres 2009

Banyak pihak yang tercengang dan kaget mendengar Presiden SBY mengaitkan pengeboman di dua hotel mewah di kawasan Mega Kuningan Jakarta dengan ketidakpuasan kelompok tertentu terhadap hasil pemilihan presiden yang baru lalu. Continue reading “Sering Dikaitkan dengan Bencana, SBY Punya Alasan Singgung Reaksi Pasca Pilpres 2009”

Deddy Corbuzier Mungkin Bisa Bantu Membongkar Misteri Bom JWM dan RC

Siapa tahu, laki-laki nyentrik ini bisa membantu aparat keamanan membongkar misteri di balik aksi pengeboman Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton. Continue reading “Deddy Corbuzier Mungkin Bisa Bantu Membongkar Misteri Bom JWM dan RC”

Misteri Pilpres 2009 Dibongkar

Pelaksanaan Pilpres tanggal 8 Juli 2009 tetap penuh dengan tanda tanya. Continue reading “Misteri Pilpres 2009 Dibongkar”

Kisah Lain Masjid Baiturrahim di Istana Merdeka

Saya sedang membuka-buka kembali tulisan lama di blog ini ketika menemukan cerita tentang Masjid Baiturrahim di kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta. Continue reading “Kisah Lain Masjid Baiturrahim di Istana Merdeka”

Catatan Dinding Pilpres 2009 (2)

Di zaman Soeharto, otoritarianisme menggunakan institusi militer sebagai bulldozer. Kini otoritarianisme menggunakan elemen dan pranata sipil. Sementara masyarakat tampaknya cukup puas dengan demokrasi-prosedural. Well, masih ada kesempatan untuk memperjuangkan substansi demokrasi: rakyat harus dilindungi, disejahterakan. [9 hours ago] Continue reading “Catatan Dinding Pilpres 2009 (2)”

Catatan Dinding Pilpres 2009 (1)

Menghargai dan mengagumi sikap Lembaga Survei Nasional (LSN) membatalkan quick count karena daftar pemilih tetap (DPT) Pilpres 2009 kacau. “Di tengah DPT yang belum beres, kemungkinan error sangat tinggi. Mengingat itu, kami batalkan kerjasama dengan dua stasiun televisi,” kata Direktur Ekseskutif LSN, Umar S Bakry. [Yesterday at 8:52am] Continue reading “Catatan Dinding Pilpres 2009 (1)”

Jika Pilpres Kacau, Ismed Minta Polisi Tangkap Anggota KPU

Kalau terjadi kekacauan yang merupakan implikasi dari persiapan pilpres yang berantakan maka polisi harus menangkap anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU). Continue reading “Jika Pilpres Kacau, Ismed Minta Polisi Tangkap Anggota KPU”

Operasi Intelijen Arahkan JK Minta Pilpres Ditunda

Dalam pertemuan di kantor PP Muhammadiyah, Minggu malam (5/7), baik Megawati Soekarnoputri dan Jusuf Kalla tidak membicarakan wacana penundaan Pilpres 2009. Continue reading “Operasi Intelijen Arahkan JK Minta Pilpres Ditunda”

Tak Hentikan Kecurangan, KTP dan Paspor Jalan Keluar Palsu

Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) memperbolehkan penggunaan KTP dan paspor sebagai alat bukti diri bagi pemilih yang tidak terdaftar di dalam daftar pemilih tetap (DPT) dipandang sebagai jalan keluar palsu. Continue reading “Tak Hentikan Kecurangan, KTP dan Paspor Jalan Keluar Palsu”

Ditanya, Bagaimana dengan Orang Mati yang Masuk DPT

Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan pemilih yang tak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) dapat menggunakan KTP atau paspor saat memberikan suara pada Pilpres 2009. Continue reading “Ditanya, Bagaimana dengan Orang Mati yang Masuk DPT”

Effendi Ghazali: Waspadai Quick Count Bayaran untuk Sempurnakan Kecurangan

Masyarakat diminta untuk mewaspadai praktik hitung cepat atau quick count yang dilakukan untuk memenangkan salah satu kandidat. Continue reading “Effendi Ghazali: Waspadai Quick Count Bayaran untuk Sempurnakan Kecurangan”

Diminta Ikut Tanggung Jawab DPT, Sri Sultan HBX Khawatir

Beberapa hari lalu Presiden SBY telah mengeluarkan instruksi kepada para gubernur di seluruh Indonesia. Continue reading “Diminta Ikut Tanggung Jawab DPT, Sri Sultan HBX Khawatir”

Polling Inside: Pilpres Dua Putaran Paling Mungkin

Pilpres 2009 akan berlangsung dengan sangat kompetitif, dan tidak ada pasangan kandidat yang dapat meraih di atas 50 persen. Continue reading “Polling Inside: Pilpres Dua Putaran Paling Mungkin”

Gus Solah: Presiden Non-Jawa Jadikan Indonesia Sempurna

Sepatutnyalah kemampuan seorang tokoh membawa bangsa ke arah yang lebih baik menjadi indikator utama dalam memilih presiden. Continue reading “Gus Solah: Presiden Non-Jawa Jadikan Indonesia Sempurna”

Soal Pilpres Ditunda, Sultan Mainkan Gerakan Tutup Mulut

Gubernur DI Jogjakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X melakukan gerakan tutup mulut berkaitan dengan masalah politik terkini. Continue reading “Soal Pilpres Ditunda, Sultan Mainkan Gerakan Tutup Mulut”

Bhineka Tunggal Ika: Koreksi Terhadap Politisasi Suku-Ras pada Pilpres 2009

Tak dapat disangkal, saling sindir dan saling gertak antar kandidat dan tim pemenangan Pilpres 2009 membuat suhu politik nasional semakin mendidih. Continue reading “Bhineka Tunggal Ika: Koreksi Terhadap Politisasi Suku-Ras pada Pilpres 2009”

Masih Mungkin, DPR Kocok Ulang KPU dan Tunda Pilpres Satu Bulan

Masih ada kesempatan untuk menyelamatkan proses demokrasi Indonesia. Continue reading “Masih Mungkin, DPR Kocok Ulang KPU dan Tunda Pilpres Satu Bulan”