Kebencanaan, Peradaban, Kesejahteraan (dari Trowulan sampai Gunung Padang)

Empat tahun sudah Tim Katastrofi Purba atau Tim terpadu Riset Mandiri (TTRM) yang dinisiasi Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief bekerja serta menelusuri sejarah dan peradaban Nusantara. Dalam penelitian itu, terungkap beragam fakta-fakta menarik.

Fakta-fakta ini terbentang panjang dalam lembaran sejarah, yang bahkan disa diprediksi hingga ribuan tahun lalu. Sebut saja konstruksi bangunan di Trowulan, Situs Batu Jaya‐Krawang, soalnya “hilangnya” Kerajaan Samudra Pasai, hingga soal situs Gunung Padang yang fenomenal.

Tim Katastrofi Purba atau Tim terpadu Riset Mandiri (TTRM) pun melaporkan semua penelitian ini kepada Presiden SBY. Surat perihal laporan singkat kegiatan Tim Katastrofi Purba/Tim terpadu Riset Mandiri itu disampaikan kepada Presiden SBY pada 31 Januari lalu.

Inilah laporan lengkap tim pada SBY dalam surat itu.

Kepada YTH Bapak. Presiden Republik Indonesia
Di Tempat
Hal: Laporan singkat kegiatan Tim Katastrofi Purba/Tim terpadu Riset mandiri

Dengan hormat, bersama ini perkenankan saya mewakili para peneliti yang tergabung dalam Tim KatastrofiPurba/Tim Terpadu Riset mandiri melaporkan hasil kegiatan penelitian dalam empat tahun terakhirini. Pertama‐tama, kami sangat berterimakasih karena sudah diberi kesempatan untuk melaporkan langsung kegiatan kami: Pertama kali di Rumah Cikeas pada tanggal 18 Februari 2011, kemudian tgl6 Juni 2011 di Wisma Negara, dan terakhir tanggal 18 Mei 2013 di Istana Negara yang kemudian ditindaklanjuti oleh Sekretariat Kabinet dan Sekretariat negara dengan pertemuan coffee morning bersama para menteri dan kepala instansi terkait pada tanggal 24 Mei 2013.

Selain dilaporkan pada Bapak, sejak tahun 2012 dengan difasilitasi oleh SKP‐BSB, kami sudah sering melakukan rapat koordinasi dengan KemenDikBud dan juga dua kali dengan KemenPU; Semua menyambut positif dan mendukung penelitian. Dukungan dan amanat bapak untuk terus melanjutkan kegiatan riset inisangat memicu semangat kami untuk maju terus walaupun harus melewati berbagai rintangan dan kendala. Instruksi Bapak Presiden kepada Bapak Mendikbud untuk memfasilitasi kegiatan penelitianpada rapat tanggal 18 Mei 2013 sudah ditindaklanjuti oleh Kemendikbud termasuk acara kunjunganBapak Mendikbud dan Dirjen Kebudayaan ke Situs Gunung Padang pada tanggal 6 Juni 2013.

Namun proses selanjutnya tidak berjalan dan kami memahami karena ada beberapa kendala birokrasi dan administrasi, tapi syukur Alhamdulillah kami masih dapat terus bekerja untuk menjalankan amanat dari Bapak Presiden walaupun tertatih‐tatih. Kemudian pada tanggal 3 Oktober 2013 kamisudah melaporkan hasil penelitian terakhir kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate Bandung. Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur juga menyambut positif dan mendukung penelitianini dan kemudian ditindaklanjuti dengan mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa BaratNomor:430.05/Kep.1578‐Disparbud/2013 tentang Tim Penelitian Cagar Budaya Situs GunungPadang, tertanggal 19 November 2013, namun sekarang SK Gubernur ini dalam proses revisi atassaran dan usulan dari berbagai pihak.

Seperti yang kami laporkan sejak pertemuan di Cikeas bahwa sejalan dengan riset kamidalam meneliti jejak‐jejak bencana gempa, tsunami, dan bencana lainnya serta dampaknya terhadap masyarakat zaman dulu dari waktu ke waktu, kami menemukan jejak peninggalan purbakala baik disengaja ataupun kebetulan. Sebagian diantaranya berupa (dugaan) monumen purba besar darimasa lalu yang tertimbun di bawah tanah, seperti halnya kondisi Borobudur atau piramida‐piramida besar di Amerika Selatan waktu pertama kali ditemukan.

Berangkat dari temuan‐temuan ini kami mengembangkan hipotesis bahwa ada masa sejarah atau peradaban yang hilang di masa lalu karena musnah oleh berbagai bencana alam katastrofi. Dalam bidang kebencanaan kami bersama para peneliti lain yang tergabung dalam Tim‐9 sudah berhasil membuat peta zonasi bahaya gempa bumi yang jauh lebih baik dari sebelumnya dansudah dipublikasikan secara resmi oleh Menteri Pekerjaan Umum pada pertengahan tahun 2010.

Kemudian, bekerjasama dengan ITB dan atas dukungan Bapak melalui Kantor SKP‐BSB, kami sudah berhasil mendirikan Program Pasca Sarjana untuk meneliti gempa dan tektonik yang diberi nama GREAT (Graduate Research for Earthquake and Active Tectonics). Namun, harapan untuk mendirikan Center of Excellent bertaraf internasional untuk studi kebencanaan, khususnya gempa, tsunami, dan gunung api, seperti yang sudah diinstruksikan oleh bapak kepada para menteri dalam pertemuan di Istana Negara tanggal 18 Mei 2013, belum dapat terlaksana (dalam proses)

Dalam penelusuran sejarah dan peradaban Nusantara serta kaitannya dengan bencana katastrofi purba kami menemukan banyak fakta‐fakta menarik dan mencengangkan, seperti yang sudah kami laporkan, termasuk:

(1) Dugaan ada Konstruksi bangunan dari peradaban yang lebih tuadi Trowulan yang tertimbun di bawah Lapisan Majapahit oleh endapan banjir, gunung api, dan kemungkinan juga endapan lumpur seperti di Sidoarjo. Menurut analisis karbon dating, umur konstruksi yang lebih tua ini dapat mencapai 500 tahun SM.

(2) Di Situs Batu Jaya‐Krawang, kami menemukan indikasi konstruksi bangunan sampai lebih dari 10 meter di bawah tanah, dan faktanya kawasan situs yang luas ini masih belum di survey dengan peralatan mutakhir secara intensif dankomprehensif.

(3) Di wilayah Aceh kami menemukan fakta menarik bahwa saat “hilang”nya Kerajaan Samudra Pasai yang dianggap misterius oleh para sejarawan ternyata bertepatan dengan kejadian bencana tsunami tahun 1450 M yang kemungkinan lebih besar dari Tsunami Aceh tahun 2004.

Teristimewa, kami menemukan indikasi keberadaan monumen besar zaman pra‐sejarah yang tertimbun dimulai dengan penelitian di Bukit Sadahurip Garut. Berdasarkan survey geologi dan geofisika bawah permukaan, indikasi ada “sesuatu” di bawah bukit tersebut cukup kuat, namun karena beberapa rintangan dan pertimbangan teknis‐ilmiah maka penelitian di lokasi ini belum dituntaskan;

Sejak November 2011 kami mengalihkan obyek penelitian ke lokasi lain yang lebih prospek dan mudah pengerjaannya, yaitu di Situs Megalitik Gunung Padang di Cianjur yang lokasinya persis di dekat jalur Patahan aktif Cimandiri yang juga sedang kami teliti. Situs Megalitik GunungPadang sudah dikenal lama sebagai situs punden berundak tersusun dari batu‐batu kolom andesitbasalseluas 3 hektar pada puncak bukit (Kepmendikbud 139/M/1998).
Seperti yang sudah kami laporkan, ternyata hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur punden berundak tersebut tidak hanya di puncak seperti yang sudah ditetapkan tapi meliputi badan bukit setinggi 100 meter dan seluas 15 hektar bahkan mungkin lebih besar lagi, jadi mirip Situs Machu Pichu di Peru. Yang lebih fantastis, struktur bangunan tidak hanya di (dekat) permukaan tapi berlapis‐lapis sampai puluhan meter di bawah tanah yang dibangun secara bertahap dari zaman ke zaman. Umur‐umur lapisan sudah diperkirakan berdasarkan analisa karbon dating.

Setelah pertemuan tanggal 18 Mei 2013, kami sudah melakukan survey yang lebih intensif dan komprehensif lagi. Sekarang akumulasi data-datai lmiah di Gunung Padang dan analisanya sudah jauh lebih baik dan komprehensif meliputi berbagai data survey meliputi arkeologi, geologi, arsitektur, georadar, geolistrik, geomagnet, seismiktomografi dan pengeboran.

Rincian singkat temuan konstruksi bangunan di Gunung Padang adalah sebagai berikut;

Lapisan‐1, yaitu di permukaan, di bangun di atas tanah berumur 2500‐3500 tahun; artinya umur situs lebih muda dari itu dan kemungkinan sudah lebih dari satu kali dimodifikasi bentuknya.

Lapisan‐2, tertimbun tanah setebal 1‐2 meter tersusun dari batu‐batu kolom yang sama tapi jauh lebihcanggih, rapih dan kompak setebal beberapa meter sampai kedalaman sekitar 5 meter. Lapisan kedua ini dibangun di atas hamparan lapisan pasir setebal puluhan sentimeter, kemungkinan berfungsi untuk peredam goncangan gempa. Perkiraan umur Lapisan kedua adalah 7000 tahun, jauh lebih tua dari Piramida Giza di Mesir.

Lapisan‐3 dari kedalaman 5 sampai 10‐15 meter juga disusunoleh batu‐batu kolom yang sejenis tapi konfigurasi/desainnya berbeda. Lapisan‐3 ini ditemukan berada di bawah tanah timbunan berumur sekitar 10.000 tahun, artinya usia konstruksi lebih tualagi, dan ini konsisten dengan umur tanah di antara batu‐batu kolomnya yang berkisar 11-25 ributahun. Umur yang lebih akurat memerlukan analisa lebih detil. Singkatnya ketiga lapisan setebal total 15 meteran ini sepenuhnya disusun oleh manusia.

Formasi batuan alamiah baru ditemukanpada kedalaman di bawah 15 meter berupa tubuh batuan lava masif; Namun dari konfigurasi dangeometri yang terlihat tubuh lava ini pun kemungkinan besar sudah dipahat dan dijadikanmonumen/bangunan pada masa yang lebih tua lagi. Di dalam tubuh lava terlihat ada lorong‐lorongdan ruang‐ruang besar yang bentuknya terlihat tidak alamiah lagi atau sudah dimodifikasi.

Lapisan‐2 sudah dibuktikan keberadaannya oleh beberapa kotak gali arkeologi, sehinggatidak ada keraguan sedikitpun sebagai lapisan bangunan karena sudah menjadi data arkeologi.

Meskipun demikian masih perlu dilakukan eskavasi lebih luas supaya Lapisan‐2 ini terlihat lebih nyata untuk masyarakat luas sehingga tidak ada kontroversi lagi. Lapisan 3‐4 dan di bawahnya juga perlu dikonfirmasi dengan eskavasi dalam agar menjadi fakta nyata untuk masyarakat, tidak sebatasinterpretasi data geologi‐geofisika bawah permukaan saja. Selanjutnya, analisa umur‐umur lapisanmasih jauh dari sempurna dan perlu di re‐cek dan diverifikasi lebih lanjut dengan analisis yang lebih detil.

Indikasi keberadaan ruang bawah tanah sangat istimewa karena memberi harapan untuk mendapatkan rahasia sejarah peradaban Nusantara yang hilang dan boleh jadi ada tinggalan berharga lainnya sehingga perlu dicari akses masuknya dengan kehati‐hatian dan pengamanan secukupnya. Singkatnya, menurut hasil penelitian Tim Terpadu Riset mandiri (TTRM) Situs GunungPadang benar‐benar extra‐ordinary.

Menurut hemat kami kasus seperti Gunung Padang tidak bisa diteliti oleh satu sektor atau bidang kebudayaan/arkeologi saja tapi harus oleh Tim Ahli Multidisiplin Terpilih yang dibantu secara lintas sektoral, seperti yang diinstruksikan oleh SetKab‐SetNeg pada pertemuan Coffee Morning tanggal 24 Mei 2013.

Kami sudah dua kali mempresentasikan hasil penelitian Gunung Padang di Forum Ilmiah Internasional, yaitu di Bali World Culture Conference tanggal 26 November 2013 dan pada acara International West‐Java Culture Conference “Gotra Sawala” di Bandung yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat tanggal 5‐6 Desember 2013. Respon dari peserta dalam dan luar negeri pada dua acara tersebut sangat positif.

Dalam acara Gotra Sawala, para peserta, pembicara asing, Wamendikbud serta Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Barat mendukung penuh penelitian di Gunung Padang untuk dilanjutkan sampai benar‐benar tuntas.Gunung Padang berpotensi menjadi situs zaman pra‐sejarah terpenting di Dunia, menjadi saksi sejarah timbul‐tenggelamnya peradaban sejak zaman es, sekaligus pembuktian hipothesis bahwa bencana katastrofi dapat me‐reset populasi dan peradaban manusia seperti halnya bencana banjir Nabi Nuh dalam Kitab‐kitab suci.

Harapan kami semoga penelitian Situs Gunung Padang dapat dituntaskan dan dilanjutkan dengan tahap pemugaran dan pengembangan kawasan sehingga dapat benar‐benar bermanfaat untuk kemakmuran bangsa dan negara.

Harapan selanjutnya, semoga usaha penelitian tidak berhenti di Gunung Padang saja tapi menjadi awal untuk penelitiandan temuan‐temuan besar berikutnya dalam rangka mengungkap kejayaan dan jati diri serta membangun karakter bangsa yang lebih kuat. Akhir kata, sekali lagi kami mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian dan bantuan dari Bapak Presiden, selanjutnya kami mengharapkan saran dan arahannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s