Putri Bung Karno Angkat Kim Jong-il Jadi Ketua Kehormatan

Duta Besar Ri Jong Ryul baru bertugas selama empat bulan di Jakarta, ketika pada 17 Desember 2011 sang Pemimpin Tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea Kim Jong Il meninggal dunia. Kim Jong-il meninggal dunia dalam kereta api kepresidenan saat mengunjungi wilayah di luar Pyongyang. Ketika menutup mata untuk selamanya, Kim Jong Il berusia 71 tahun. Pemerintah Korea Utara baru mengumumkan secara resmi kematian Kim Jong Il dua hari kemudian, dan menetapkan masa berkabung nasional selama 100 hari.

Hari Rabu lalu (15/2) Ri Jong Ryul memenuhi undangan Pendiri Utama Universitas Bung Karno (UBK), Rachmawati Soekarnoputri, dan Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno, Benny Sumarno. Dubes Ri Jong Ryul tidak datang sendirian. Ia dididampingi Kounsuler Kedutaan Korea Utara, Kim Chil Song, yang juga alumni UBK.

Ruang kerja Rachmawati di lantai dasar kampus UBK Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat yang dijadikan tempat pertemuan telah dipenuhi sejumlah pejabat UBK. Selain itu, pertemuan juga dihadiri Ketua Umum Partai Pelopor Eko Surjo Santjojo dan Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara Ristiyanto.

Ri Jong Ryul sama sekali tidak menyangka bahwa dalam pertemuan itu Yayasan Pendidikan Sukarno dan UBK memberikan pengharagaan untuk Kim Jong Il dengan mengangkatnya sebagai Ketua Kehormatan YPS.

“Gelar ini kami berikan kepada mendiang Yang Mulia Kim Jong-il atas peranan dalam menjaga perdamaian di tengah tekanan dunia internasional, juga atas komitmen memperkuat hubungan Indonesia dan Korea Utara,” ujar Ketua YPS Benny Sumarno dalam sambutannya.

Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara Ristiyanto menyampaikan hal yang kurang lebih senada. Kepemimpinan Kim Jong Il, katanya, telah memberikan keteladanan tidak hanya kepada rakyat Korea Utara, tetapi juga kepada masyarakat dunia internasional, khususnya di negara dan kawasan yang sampai sekarang masih berada dalam penindasan gaya baru yang dilakukan bangsa-bangsa lain.

“Kami merasa sangat kehilangan. Rasa duka cita ini begitu dalam. Seakan Yang Mulia masih ada bersama kami,” ujar Ri Jong Ryul dalam sambutan usai menerima piagam tersebut.

“Yang Mulia Kim Jong Il adalah pemimpin ideal bagia kami. Dia tidak hanya dapat merasakan penderitaan rakyat, tapi juga hidup bersama rakyat sampai akhir hayatnya,” katanya lagi sambil menambahkan bahwa penghargaan itu sangat menggembirakan rakyat Korea.

“Saya akan segera mengabarkan hal ini kepada rakyat kami. Rakyat Korea mengingat Indonesia sejak masa Presiden Sukarno adalah sahabat terdekat kami,” sambungnya.

Dalam pertemuan itu juga dibicarakan penerbitan buku karya Rachmawati Soekarnoputri mengenai Bung Karno dan Kim Il Sung. Buku yang ditulis dalam bahasa Inggris itu akan diterbitkan bersamaan dengan ulang tahun ke-100 Kim Il Sung tanggal 15 April nanti di Pyongyang.

“Pada hakekatnya buku ini bukan hanya berkisah tentang kedua pemimpin, tetapi juga merekam jejak kedua bangsa dalam menghadapi kolonialisme,” ujar sang penulis buku, Rachmawati.

Rabu itu adalah kunjungan kedua Ri Jong Ryul ke kompleks UBK. Kunjungan pertama dilakukannya di bulan Agustus tahun lalu, beberapa hari setelah ia menginjakkan kaki di Indonesia. Saat itu ia menghadiri konferensi yang digelar panitia persiapan haul ke-100 pendiri Korea Utara, Kim Il-sung, untuk kawasan Asia dan Pasifik.

Dalam kunjungan kali ini, mantan Ketua Divisi Departemen Internasional Komite Pusat Partai Pekerja Korea Utara itu tampak lebih ceria. Sejak memasuki ruang pertemuan senyumnya telah mengembangkan. Ia berjabatan tangan dengan semua yang hadir sambil mulutnya tak henti menyapa dan bertanya apa kabar. Kepada Rachmawati ia bertanya mengapa tangan kiri putri Bung Karno itu diperban. Setelah Rachma mengatakan bahwa dirinya baru saja pulang dari rumah sakit untuk perawatan medis, Ri Jong Ryul menyarankan Rachma untuk menjaga kesehatan.

“Bagaimana pun juga Anda sangat dibutuhkan bangsa ini dan bangsa kami,” ujarnya disambut senyum Rachma.

Di tengah pertemuan, Ri Jong Ryul juga sempat menyampaikan sikap negaranya setelah kematian Kim Jong Il. Kata Ri Jong Ryul, tidak akan ada perubahan sikap politik. Korea Utara akan tetap menjadi negara yang berdiri di garda depat untuk menghadapi kolonialisme gaya baru yang sedang berlangsung dengan kasat mata di dunia. Dia mengingatkan bahwa sikap resmi itu telah disampaikan pemimpin baru Korea Utara, Kim Jong Un beberapa waktu lalu.

Korut dan ASEAN

Selain sebagai Dutabesar Korea Utara untuk Indonesia, Ri Jong Ryul juga bertugas sebagai Dutabesar Korea Utara untuk Assosiation of South East Asian Nations (ASEAN). Surat kepercayaan sebagao Dubes untuk ASEAN diserahkan RI Jong Ryul kepada Sekjen ASEA Surin Pitsuwan di bulan November lalu.

Ketika menyampaikan surat kepercayaan itu, Ri Jong Ryul mengatakan dirinya merasa sangat terhormat karena diterima komunitas ASEAN. Dia juga menegaskan keinginan kuat dirinya untuk bekerja sama dengan ASEAN dan memperkuat hubungan negaranya dengan ASEAN.

“Saya menginkan kontak yang sering dengan ASEAN dan akan melakukan upaya terbaik untuk memperdalam hubungan RDRK dengan ASEAN di masa yang akan datang,” ujarnya. Korea Utara bergabung dengan ASEAN Regional Forum (ARF) pada tahun 2000. Adalah Surin Pitsuwan yang ketika itu memimpin Pertemuan Tingka Menteri ASEAN yang membidani kelahiran ARF.

Kepada Ri Jong Ryul di bulan November itu, Surin Pitsuwan mengatakan, dirinya mendorong Korea Utara untuk terlibat aktif dengan komunitas ASEAN. Surin Pisuwan berharap sebagai Dutabesar Korea Utara untuk ASEAN, Ri Jong Ryul dapat mendorong terbentuknya kondisi yang lebih baik dan damai di Semenanjung Korea.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s