Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Sabar

Assalamualaikum Wr. Wb., selamat malam, dan salam sejahtera untuk kita semua.

Selamat datang di acara Malam Budaya Rakyat Merdeka.

Media massa, seperti halnya Rakyat Merdeka Online, adalah produk masyarakat pada satu masa tertentu. Ia membentuk dan sekaligus dibentuk oleh zamannya. Ia adalah mesin perekam dinamika perjalanan sebuah bangsa.

Berdasarkan pada hal itulah, sudah beberapa tahun terakhir ini kami menyampaikan hasil rekaman kami atas perjalanan tahun yang baru berlalu dalam kegiatan seperti sekarang.

Kami berusaha untuk ikut menorehkan tanda-tanda zaman yang bisa jadi kelak di kemudian hari memberi pelajaran yang begitu berharga buat kita semua.

Bukankah pekerjaan seperti ini yang telah dilakukan para pendahulu kita, jurnalis-jurnalis muda nan tangguh di masa lalu, di masa ketika ide keindonesiaan baru saja disemaikan.

Bukankah mengkonstruksi gagasan kebangsaan yang telah dilakukan Raden Tirto Adhi Suryo, Mas Marco Kartodikromo), HOS Tjokroaminoto, Samaun, Ki Hajar Dewantara, Parada Harahap, juga Bung Karno dan tokoh-tokoh pergerakan di masanya, dan lain sebagainya.

Pekerjaan, atau TUGAS SEJARAH itu secara konsisten dilanjutkan oleh jurnalis-jurnalis dari satu masa ke masa berikutnya, dari BM Diah, SK Trimurti, Adam Malik, Rosihan Anwar hingga tiba di era Pak Margiono sekarang ini.

Bapak dan Ibu yang kami hormati,
Khusus pada tahun 2011 yang baru berlalu, kami secara pribadi belajar tentang satu hal yang menurut hemat kami dibutuhkan oleh tiap-tiap bangsa untuk dapat bertahan mengarungi zaman.
Satu hal itu bukan barang baru. Ia adalah SABAR.

Dan rasanya, bukan kebetulan pula kami mempelajari hal ini dari seorang kawan yang juga hadir di tengah-tengah kita malam ini, Mas Sabar Gorky.

Ada dua hal yang dibutuhkan untuk sabar.

Pertama, keadaan dimana keinginan dan kenyataan tidak berkesesuaian. Sesungguhnya, di saat kita menghadapi sekian banyak masalah dan persoalan, dan dirudung duka nestapa, dihina dan dicerca, di saat itulah kita harus bersyukur pada Yang Punya Kuasa, karena kita sedang ditunjukkan pintu menuju sabar.

Hal kedua yang dibutuhkan dalam sabar adalah keadaan dimana kita memutuskan untuk secara konsisten berjuang menghadapi persoalan, berusaha terus menerus menemukan jalan keluar dari berbagai masalah dan problematika di depan mata.

Dari sudut pandang ini, jelaslah bahwa sabar bukan keadaan dimana kita duduk berpangku tangan, menunggu godot, dan menyerah pada keadaan.

Sejarah memperlihatkan kepada kita semua, bahwa bangsa-bangsa yang besar hanya dapat menjadi besar dengan mengedepankan sikap sabar, tidak lari dari persoalan, tidak takut pada masalah, dan memiliki orientasi untuk melangkah ke depan.

Mas Sabar Gorky adalah pendaki tunadaksa berkaki satu dari Indonesia. Dalam acara seperti ini di bulan Januari tahun lalu, kami memperkenalkan cita-cita beliau ke hadapan publik.

Alhamdulillah, pada 17 Agustus 2011, Mas Sabar Gorky mencapai puncak tertinggi Eropa, Gunung Elbrus di Rusia. Lalu pada bulan November 2011 ia mencapai puncak tertinggi Afrika, Kilimanjaro di Tanzania.
Insya Allah, bila tidak ada aral melintang, serta bila Bapak dan Ibu berkenan membantu kami, pada bulan September Mas Sabar Gorky akan mendaki puncak tertinggi Nusantara, Puncak Cartenz di Papua. Bulan Desember ia akan mendaki Aconcagua di Argentina.

Kami menjadi saksi bahwa cita-cita Mas Sabar Gorky jauh lebih besar dari persoalan yang dimilikinya.
Itu juga harapan kami, SEMOGA bangsa ini memiliki cita-cita yang jauh lebih besar dari sekadar masalah yang sedang melilit kita.

Bapak dan Ibu sekalian yang saya hormati,
Dalam Malam Budaya Rakyat Merdeka ini kami akan memberikan penghargaan kepada sejumlah individu yang menurut hemat kami telah memainkan peranan penting di tahun 2011 yang baru berlalu. Pada saatnya nanti, Bapak dan Ibu sekalian akan mengetahui siapa- siapa saja tokoh yang kami nobatkan sebagai RMOL Newsmaker 2011 dan serta siapa saja yang memperoleh RMOL Inspiration Award 2012.

Juga siapa yang mendapatkan RMOL Lifetime Achievement 2012. Hal terakhir yang ingin kami sampaikan,
Malam Budaya Rakyat Merdeka 2012 ini secara sadar mengangkat tema “PAPUA KITA”.

Banyak yang bertanya kepada kami, mengapa mengangkat tema ini.

Dan kami hanya punya satu jawaban: ini bukan retorika, ini malam budaya.

Selamat menikmati.

Terima kasih. Wassalamualaikum Wr. Wb.

One thought on “Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Sabar”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s