Setidaknya ada sembilan fenomena alam yang patut untuk diwaspadai. Kesembilan fenomena alam ini memiliki potensi bencana alam yang tinggi, selain bencana yang sedang terjadi. Continue reading “Resmi, Ada 9 Fenomena Alam yang Perlu Diwaspadai di Tahun 2012”
Merangkul SBY
Pendaki tunadaksa berkaki satu dari Indonesia, Sabar Gorky, merangkul Presiden SBY dalam pertemuan di Istana Negara bulan Juli lalu, disaksikan antara lain promotor Ekspedisi Rakyat Merdeka Teguh Santosa (paling kiri) serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh dan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng (latar belakang). Sepanjang 2011 Sabar Gorky telah mendaki dua gunung tertinggi di dunia, yakni Gunung Elbrus di Rusia, Eropa dan Gunung Kilimanjaro di Tanzania, Afrika. Di tahun 2012 Sabar Gorky dan Ekspedisi Rakyat Merdeka berencana mendaki dua puncak tertinggi di dunia, Carstensz di Papua, Irian dan Aconcagua di Argentina, Amerika Selatan. Selain itu, Sabar Gorky juga direncanakan mendaki Himalaya dalam Ekspedisi Batik dan menjelajahi Gurun Sahara dalam Ekspedisi Sahara.
Delapan Anggota Polisario Diusir
Delapan aktivis Polisario akhir pekan lalu diusir karena hendak menyebarkan propaganda politik di Mali. Continue reading “Delapan Anggota Polisario Diusir”
Arti Lain Pemilu Maroko dan Diplomasi Sahara Barat
SEBULAN lalu, 25 November, Kerajaan Maroko menggelar pemilihan umum. Bukan yang pertama, ini adalah pemilihan umum kesembilan yang digelar sejak negara di ujung barat Afrika Utara itu lepas dari perlindungan Prancis di tahun 1956. Pemilu pertama di Maroko digelar di tahun 1963, lalu berturut-turut di tahun 1970, 1977, 1984, 1993, 1997, 2002, 2007 dan 2011. Continue reading “Arti Lain Pemilu Maroko dan Diplomasi Sahara Barat”
Selamat Natal 2011
Selamat Natal untuk kawan semua. Insya Allah rakyat Indonesia tidak seperti rakyat Jerusalen yang dalam persidangan Pontius Pilatus memilih membebaskan Barabbas dan membiarkan Jesus mati di tiang salib. Salam Indonesia Raya, negeri kaya yang masih dipenuhi luka dan duka.
Peneliti Soroti Keterlibatan Kelompok Abdelaziz dengan Jaringan Teroris Afrika Utara
Keberadaan Polisario di kamp pengungsi Tindouf semakin mengkhawatirkan dunia internasional. Hal ini karena kelompok yang mengklaim sebagai pemilik sah Sahara Barat, sebuah wilayah di selatan Maroko yang dipersengketakan sejak pertengahan 1970an, itu semakin terbukti memiliki keterkaitan dengan kelompok Al Qaeda kawasan utara Afrika dan Gurun Sahara (AQIM).
Media dan peneliti Barat menuding keterlibatan Polisario yang dipimpin Mohamed Abdelaziz itu dalam sejumlah kegiatan terorisme di kawasan Sahel dalam beberapa tahun belakangan ini. Termasuk diantaranya penculikan tiga aktivis kemanusiaan Eropa di kamp Tindouf pada bulan Oktober lalu. Polisario pun terlibat dalam penyelundupan senjata dan narkoba di wilayah Sahel.
Selain itu, sejumlah laporan menyebutkan bahwa Polisario juga menggelapkan bantuan kemanusiaan yang diberikan berbagai lembaga kemanusiaan internasional untuk para pengungsi. Bantuan kemanusiaan tersebut dijual ke sejumlah negara Afrika di kawasan Sahel.
Tidak salah bila media massa Barat, khususnya Amerika Serikat, seperti Washington Post dan Huffington Post menilai, kamp Tindous menjadi semacam kolam ikan tempat kelompok teroris menyemai bibit.
Jurnalis dari Amerika Serikat Richard Miniter menuding keterlibatan Polisario dan AQIM dalam sejumlah aksi terorisme di wilayah Mali, Niger dan Mauritania. Penulis buku Losing Bin Laden dan ShadowWar ini mengatakan banyak pemuda Sahrawi di Tindouf yang dimanfaatkan Polisario dan AQIM untuk menculik orang-oramg Eropa demi mendapatkan tebusan.
Miniter yang pernah berkunjung ke Tindouf, mengatakan, keterlibatan para pemuda di kamp Tindouf didorong oleh frustasi yang mendalam menghadapi ketidakpastian masa depan. Mereka juga merasa jenuh dengan sistem pemerintahan otoriter Polisario yang berkuasa.
Menurut Miniter dalam sebuah diskusi di Washington baru-baru ini, rasa frustrasi inilah yang mendorong mereka mengambil pilihan ekstrem melibatkan diri dengan para perekrut dari AQIM yang sebenarnya berhubungan baik dengan Polisario.
Hal senada juga disampaikan peneliti Amerika Serikat lainnya, Peter Pham. Dia mengatakan, keterlibatan pemuda-pemuda frustrasi itu dalam kegiatan Polisario dan AQIM lebih karena alasan pragmatis daripada ideologis.
Pejabat tinggi di Kementerian Luar Negeri AS, William J. Burns, beberapa waktu lalu pun menyampaikan sinyalemen negatif mengenai keterlibatan kelompok pemberontak seperti Polisario dalam jaringan terorisme seperti AQIM. Menurut Deputi Menteri Luar Negeri AS ini, kelompok teroris dan kelompok perlawanan bersenjata bersatu dalam jaringan kriminal demi kepentingan bersama.
Mantan Dutabesar AS untuk Rusia itu pun mengatakan, jaringan teroris ini meninggalkan jejak dari Amerika Latin, barat Afrika, hingga melintasi Eropa.
Kematian Kim Jong-il Mesti Disikapi Secara Wajar
Para pemimpin dunia diminta menyikapi kematian pemimpin Korea Utara Kim Jong-il secara wajar dan tidak berlebihan. Khusus para pemimpin negara blok Barat, diingatkan untuk tidak memprovokasi komunitas internasional, dengan, antara lain, menyebarkan cerita teror mengenai kemungkinan Korea Utara akan semakin agresif sepeninggal Kim Jong-il. Continue reading “Kematian Kim Jong-il Mesti Disikapi Secara Wajar”




