Ayman Al Zawihiri Pernah ke Indonesia (Kabar Bohong?)

Bersama Mohammad Atef, Ayman Al Zawahiri dikabarkan pernah mengunjungi Nanggroe Aceh Darussalam tahun 2001 lalu. Ketika itu, pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, dikabarkan berniat memindahkan markas organisasinya ke Aceh yang dianggap memenuhi segala syarat.

Mohammad Atef tewas ketika Kabul dibombardir pasukan Amerika Serikat bulan November 2001. Sementara Osama bin Laden tewas dalam sebuah serangan yang dilakukan pasukan elit SEAL di Abbotabad, Pakistan akhir pekan lalu. Ayman Al Zawihiri dikatakan masih hidup dan kini menjadi kandidat terkuat pengganti Osama bin Laden.

Benarkah kabar itu?

“Tidak ada yang dapat memastikannya,” ujar pengajar matakuliah konflik internasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Teguh Santosa, dalam sebuah diskusi di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, kemarin siang (4/5).

Yang jelas, hal ini menjadi salah satu pemberitaan hangat di berbagai media massa Amerika Serikat, terutama CNN dan TIME, dan sampai saat ini masih dianggap sebagai kebenaran. Kedua media massa itu mendapatkan informasi dari pejabat intelijen AS yang menginterogasi Omar Al Faruq dan Agus Dwikarna.

Omar Al Faruq adalah warga negara Kuwait yang telah mengubah kewarganegaraan menjadi WNI. Al Faruq disebut sebagai perwakilan Al Qaeda di Asia Tenggara pada awal 2000-an. Ia ditangkap di Bogor pada Juni 2002 dan diserahkan pihak Indonesia ke Central Intelligence Agency yang mengincarnya sejak lama. Sempat ditahan di Guantanamo sebelum akhirnya dipindahkan ke Bagram di Afghanistan, Al Faruq dikabarkan tewas karena tertembak saat melarikan diri dari penjara pada 2006.

Sementara Agus Dwikarna adalah WNI yang ditangkap di Filipina pada Maret 2002 bersama dua temannya, Tamsil Linrung (kini anggota DPR RI dari PAN) dan Abdul Jamal Balfas. Tamsil dan Abdul Jamal dilepaskan lebih dahulu. Adapun kabar berita Agus Dwikarna masih tidak jelas juga.

Pihak Indonesia tidak pernah mendapatkan keterangan langsung dari Al Faruq. Pemerintah pernah mengirimkan tim khusus untuk bertemu Al Faruq. Tapi, tim tersebut tidak sungguh-sungguh bertemu Al Faruq. Mereka hanya mengajukan pertanyaan tertulis dan menerima jawaban tertulis juga.

Namun yang jelas, lanjut Teguh usai diskusi, pihak Acheh Sumatera National Liberation Front (ANLF) atau Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ketika itu sempat memprotes keras berita berita CNN tersebut yang dianggap sebagai upaya pihak Barat yang membekingi Indonesia untuk memojokkan GAM.

One thought on “Ayman Al Zawihiri Pernah ke Indonesia (Kabar Bohong?)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s