Aljazair Menyusul Tunisia dan Mesir?

Setelah Tunisia dan Mesir, negara Afrika Utara berikutnya yang akan dihantam badai revolusi adalah Aljazair. Demonstrasi yang digelar di ibukota, Aljir, hari ini (12/2) berakhir rusuh. Menurut Liga Aljazair untuk HAM tak kurang dari 100 demonstran ditangkap pasukan keamanan rezim Abdelaziz Bouteflika.

Liga Aljazair untuk HAM juga menyebutkan bahwa demonstrasi sebetulnya berjalan dengan damai. Namun kemudian polisi yang berada di sekitar lokasi demo mulai bergerak dan memecah demonstran menjadi kelompok-kelompok kecil sebelum akhirnya dipukul mundur.

Demonstrasi di Aljir ini kurang dari sehari setelah Hosni Mubarak di Mesir menyatakan mundur dari kursi presiden yang didudukinya sejak 30 tahun lalu. Pengunduran diri Mubarak ini hanya berjarak satu bulan dari penggulingan Zine El Abidine Ben Ali di Tunsia.

CNN mengatakan, salah seorang demonstran, Abdul Mouminm, mengatakan, mereka ingin menumbangkan tembok ketakutan dalam kesempatan pertama. Mereka menuntut agar pemerintah mengangkat UU keadaan darurat yang sejak dua dekade terakhir diberlakukan di seluruh negeri, menjamin kemerdekaan pers serta kemerdekaan berserikat dan berpolitik.

Awal bulan ini Presiden Abdelaziz Bouteflika telah berjanji akan mencabut UU keadaan darurat. Namun sampai demonstrasi Sabtu pagi, UU keadaan darurat itu belum juga dicabut. UU itu diberlakukan sejak tahun 1992 ketika pemerintah menghadapi serangan hebat dari kelompok Islam radikal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s