Indonesia Masih Dijajah Dua Bentuk Nekolim

Eksistensi NKRI sedang menghadapi ancaman dari dua kekuatan nekolim, yang bila dibiarkan akan berakibat sangat buruk dan secara total bisa mementahkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Demikian disampaikan Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah Teguh Santosa ketika berbicara di lokakarya nasional mengenai nasionalisme dan martabat bangsa yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, di Medan, Jumat sore (14/1).

Kekuatan pertama adalah rezim global yang sejak Indonesia merdeka berusaha menaklukkan Indonesia lewat jalan ekonomi. Seringkali pula rezim global ini tanpa sungkan mendorong perpecahan dan disintegrasi Indonesia, ketika menurut mereka lebih mudah membuat deal dengan kelompok tertentu di daerah tertentu.

Kekuatan kedua, sambung Teguh, adalah rezim di level nasional yang dengan sukarela menjadi hamba rezim global. Rezim nasional yang berkarakter rent seeking atau pencari rente menjauhkan rakyat Indonesia dari kesejahteraan karena membiarkan kekayaan alam Indonesia dikuasai oleh global rezim.

“Bukan saja menjadi hamba dengan sukarela, rezim nasional jenis ini juga berusaha menciptakan iklim ekonomi yang sesuai atau diinginkan rezim global, sehingga mereka dengan mudah menguasai ekonomi dan sumber daya alam Indonesia,” ujar Teguh.

Ia mendorong agar mahasiswa tetap kritis mengawal Indonesia dari marabahaya yang sedang mengancam ini. Teguh juga mengingatkan, IMM memiliki beban sejarah yang berat untuk mengawal Indonesia.

“Muhammadiyah adalah salah satu tulang belakang nasionalisme Indonesia yang lahir dari tradisi Islam moderat. Dan karenanya, IMM harus terus bergerak mengawal republik ini,” demikian Teguh.

One thought on “Indonesia Masih Dijajah Dua Bentuk Nekolim”

  1. Seringkali kita membaca tulisan, medengar percakapan,pidato2 dari semua orang yang se olah2 menunjukkan nasionalismenya. Menunjukan rasa kebangsaannya, rasa mandirinya untuk RI. Apakah itu semua hanya untuk lips services saja, atau hanya dagelan saja. Setelah jatuhnya orde lama ( Sukarno) diganti dng orde baru dimana militer pegang kekuasaan, dimana hampir semua orang yang anti penjajahan, anti kapitalis, anti imperialisme.kita tidak hanya ganyang istilahnya orla, tapi kita gerus sampai lembut.Bukankah kita sebagai anggauta muhamadiyah, atau sebagai orang2 kristiani yang semua menyokong untuk proses melembutkan ideologie Sukarno dan komunis ? Dan sekarng kita sebagai bangsa yng tinggal membayar hutang saja ? Mengapa baru sekarng kita sadar akan kenyataan bhw sebenarnya dlm era orde baru itu hanyalah memperbanyak hutang dan menjual negara ? Dlm era sukarno/komunis orde lama yang dicanangkan trisaktinya indonesia ? yang mana pada waktu itu kesulitan ekonomi, seperti kehidupan RRT dng systeem komunisnya sampai mereka juga tidak boleh masuk dalam arena internasional, sebab kita/ internasional mengakui Taiwan. Rupanya waktu yang pegang peranan dlam perkembangan didunia ini. Sayangnya sampai sekarang kita sebagai orang muhamdiyah masih malu untuk mengakui apa yanmg kita kerjakan dlam penumpasan Sukarno/komunisnya. Toh begitu banyak pengorbanan dng sia2 sebetulnya, selamanya kita tidak mengakui atau malu untuk menyatakan itu. Kalau kita sekarng baru mencak2 untuk mengobarkan rasa nasionalisme, rasa kebangsaan, rasa anti penjajahan kiranya sudah telaat . Karena dunia kapitalis/ dunia menjajah sudah melebur dng kita sendiri. Kesimpulan yng harus kita ambil sekarang, memperkecil hutang, harus lebih pandai bargain dlam setiap perjanjian dng kapitalis asing, dan memperbesar rasa ke |Indonesiaan. Mungkin dua atau tiga generasi yang akan menikmati masyarakat yang adil dan makmur yang digandrung oleh Founding father itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s