Tim Korea Utara Tidak Dikirim ke Pertambangan Batubara


Kabar ini tentu melegakan penggemar kesebelasan Korea Utara.

Konsuler Kedutaan Besar Korea Utara di Jakara, Ri Hyong-Ju membantah berita yang menyebutkan bahwa kesebelasan yang dipimpin Hong Yong-Jo mendapat hukuman berat karena dianggap tidak bermain baik di arena Piala Dunia 2020 di Afrika Selatan.

Photo source is here.

Dalam babak penyisihan 32 besar Korea Utara berada di Grup G bersama Brazil, Portugal dan Pantai Gading. Di pertandingan pertama (15/6) Korea Utara bermain cantik melawan Brazil walaupun akhinya kalah 1-2. Lalu dalam pertandingan kedua (21/6) kesebelasan negeri Kim Jong Il ini dicukur habis Portugal dengan skor 0-7. Sementara dalam laga terakhir (25/6), Korea Utara juga menelan pil pahit kalah 0-3 dari tim Afrika, Pantai Gading.

“Ini tidak mungkin. Hanya propaganda. Menang dan kalah dalam pertandingan olahraga, siapapun tahu, adalah hal yang biasa. Jadi tidak mungkin itu (hukuman berat dan kerja paksa di pertambangan batubara terjadi). Mereka memang mau menyudutkan kami dari segala arah,” kata Ri Hyong-Ju kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 7/7).

Menurut Ri, kesebelasan Korea Utara adalah pahlawan yang mengharumkan nama negara.

Cerita tentang hukuman berat yang mungkin diterima pemain dan official kesebelasan Korea Utara beredar di sejumlah media, termasuk media massa Indonesia, seperti Tempo Interaktif yang satu grup dengan majalah Tempo. Berita tersebut dialihbahasakan dari berita AFP yang mengutip, antara lain, pernyataan mantan pelatih tim nasional Korea Utara, Moon Ki-Nam, usai pertandingan Korea Utara melawan Portugal.

Menurut Moon Ki-Nam yang dikabarkan telah meninggalkan Korea Utara pada tahun 2004, bila menang pemain Korea Utara akan mendapatkan rumah besar, namun bila kalah akan dikirim ke pertambangan batubara.

Track record kesebelasan Korea Utara dalam mengolah si kulit bundar memperlihatkan gambaran bahwa kesebelasan Korea Utara bukanlah kesebelasan kampung atau kesebelasan katak di bawah tempurung.

Pemain-pemain Korea Utara juga merumput di kesebelasan lain di luar negeri. Misalnya pemain belakang Cha Jong-Hyok yang berusia 24 tahun bermain untuk kesebelasan Wil di Swiss. Atau, pemain tengah An Yong-Hak yang bermain untuk kesebelasan Jepang, Omiya Ardija. Ada lagi pemain pemain penyerang Jong Tae-Se yang bermain untuk kesebelasan Vfl Bochum. Kapten Korea Utara, Hong Yong-Jo pun bermain untuk kesebelasan Rostov Rusia.

Prestasi Korea Utara di berbagai kompetisi sepakbola juga tidak bisa dianggap remeh. Sebelum berangkat ke Afrika Selatan, Korea Utara memenangkan AFC Challenge Cup, kompetisi sepakbola diantara negara-negara berkembang di Asia.

Di arena Piala Dunia, Korea Utara merupakan negara Asia pertama yang melaju hingga ke babak perempat final. Dalam Piala Dunia 1966 di Inggris, Korea Utara sempat membuat kejutan ketika mengalahkan Italia 1-0. Dalam pertandingan berikutnya Korea Utara bertemu Portugal. Nah, dalam pertandingan ini, Korea Utara sempat memimpin 3-0 pada babak pertama. Namun, di babak kedua, Portugal berhasil menyarangkan 5 gol tanpa balas ke gawang Korea Utara.

Advertisements

2 thoughts on “Tim Korea Utara Tidak Dikirim ke Pertambangan Batubara”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s