Menangkan Anas, Banyak yang Merogoh Kocek Sendiri

Siapakah sesungguhnya yang bertarung di arena pemilihan ketua umum Partai Demokrat yang berlangsung hari Minggu lalu (23/5) di Bandung?

Jawabannya sudah pasti: para kandidat ketua umum, Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng dan Marzuki Alie. Ketiga orang inilah yang memainkan peranan utama dalam pertarungan tersebut. Adapun tim sukses dan konsultan politik yang mendampingi masing-masing kandidat hanya berperan sebagai back up system.

Memang dibutuhkan back up system yang kuat untuk menunjang penampilan seorang kandidat di arena pemilihan. Tetapi, ujar Direktur Eksekutif Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA, begitu bel dibunyikan yang sesungguhnya bertarung di atas ring adalah sang kandidat dengan segala plus dan minus yang dimilikinya.

“Peran terbesar tetap ada di ketokohan AU sendiri. Setelah itu yang berperan adalah tim yang mendampingi AU di Partai Demokrat. Tim inilah yang bekerja siang malam. Kerja mereka lebih signifikan lagi di jam-jam terakhir Kongres,” jelas Denny JA ketika dihubungi.

Dalam pemilihan ketua umum Partai Demokrat itu, Denny JA membantu Anas Urbaningrum. Menurut Denny JA, peran yang dimainkannya pun hanya bersifat komplementer alias pelengkap dari strategi besar yang dimiliki Anas Urbaningrum, di samping mendisain strategi awal untuk memenangkan Anas Urbaningrum.

Beberapa pekan sebelum pemilihan ketua umum, Denny JA menemui sejumlah petinggi Partai Demokrat. Kepada mereka, Denny JA mengingatkan bahaya bila elit Partai Demokrat mem-fait accompli kader dengan membatasi calon ketua umum. Ketika itu, nama Andi Mallarangeng sudah mulai berkibar dan beredar kabar bahwa keluarga Cikeas menginginkan Andi Mallarangeng menggantikan Hadi Utomo. Untuk menjaga citra Partai Demokrat sebagai partai modern yang menjunjung tinggi prinsip demokrasi, Denny JA menyarankan agar elit partai termasuk keluarga Cikeas harus memberi ruang yang cukup bagi kehadiran nama lain di lantai bursa ketua umum.

Sejumlah elit dan petinggi Partai Demokrat yang ditemui Denny JA itu pun setuju.

Sejak itulah Denny mendampingi Anas Urbaningrum yang menurutnya memiliki kecakapan dan kepemimpinan yang memadai dan berada di atas tokoh-tokoh lain Partai Demokrat yang berpeluang.

“Banyak tim yang bekerja untuk AU. Kami hanya salah satunya saja. Itu pula yang menjadi keunggulan AU. Begitu banyak kawan dan jaringannya yang rela membantu. Bahkan banyak pula yang merogoh kocek sendiri. Itu dilakukan karena leadership AU,” ujar Denny JA lagi.

Keadaan yang jauh berbeda ditemukan di kubu Andi Alfian Mallarangeng yang didampingi Fox Indonesia.

Keberadaan Fox Indonesia merupakan kekuatan utama Andi Mallarangeng, yang sayangnya lambat laun berubah menjadi kelemahan utama. Fox Indonesia yang dipimpin oleh Zulkarnain Mallarangeng, adik Andi Alfian Mallarangeng, tampak begitu mendominasi dari hulu ke hilir. Hampir tidak dimungkinkan ada tim lain yang membantu Andi Mallarangeng. Semuanya dikerjakan satu atap dan dikendalikan dari Wisma Proklamasi, kantor Fox Indonesia.

Selain itu, upaya Fox Indonesia juga menciptakan image Andi Mallarangeng sebagai tokoh yang memiliki hubungan emosional dan personal yang begitu kuat dengan SBY dan karenanya tidak akan terkalahkan oleh siapapun dilakukan dengan mengerahkan semua kekuatan yang ada. Baliho dan billboard berukuran raksasa bergambarkan wajah Andi Mallarangeng dapat ditemukan dengan mudah di banyak kota di Indonesia. Di hari pelaksanaan Kongres, poster Andi Mallarangeng menyesaki hingga pelosok kota Bandung. Sampai-sampai ada joke di kalangan wartawan yang mengatakan bahwa sepanjang akhir pekan lalu di Bandung gambar wajah Andi Mallarangeng lebih banyak dari peuyeum yang merupakan salah satu makanan khas kota itu.

Banyak pihak yang percaya bahwa Fox Indonesia kehilangan objektivitas karena diliputi oleh obsesi yang begitu besar untuk menciptakan dinasti Mallarangeng di panggung politik nasional. Ketiga kakak beradik Mallarangeng, Andi, Rizal dan Zulkarnain diakui memiliki insting politik yang memadai, disamping kepribadian yang supel dan lingkungan pergaulan yang luas. Jaringan politik mereka sungguh tidak dapat dianggap kecil. Rizal Mallarangeng merupakan salah seorang petinggi di Partai Golkar, sementara Zulkarnain Mallarangeng memiliki hubungan yang kuat dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Komunikasi politik mereka dengan kubu oposisi, dalam hal ini PDI Perjuangan, pun terbilang baik.

Pada akhirnya Fox Indonesia sibuk membangun citra Andi Mallarangeng di awang-awang dan lupa untuk menggarap lapangan dan mengambil hati unsur pimpinan DPC dan DPD Partai Demokrat yang memiliki suara dalam pemilihan ketua umum.

Sekretaris Tim Sukses Andi Mallarangeng, Ramadhan Pohan, mengakui hal itu. Waktu dua bulan, menurut Ramadhan, tidak cukup untuk mendekati ketua DPC dan DPD seluruh Indonesia. Dia juga mengakui bahwa Andi Mallarangeng kurang menjalin komunikasi dengan unsur pimpinan partai di daerah. Selesai

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s