Nasib Andi, yang Didapat bukan Simpati tetapi Resistensi

Kongres Demokrat yang baru saja usai tidak hanya menjadi ajang pertarungan para calon ketua umum, terutama antara Anas Urbaningrum (AU) dan Andi Mallarangeng (AM).

Di Kongres yang berlangsung di Bandung itu sesungguhnya juga terjadi pertarungan antara dua raksasa konsultan politik: Lingkar Survei Indonesia (LSI) yang dipimpin Denny JA dan Fox Indonesia yang dibesut Rizal Mallarangeng dan Zulkarnain Mallarangeng.

LSI Denny JA membantu Anas Urbaningrum (AU). Sementara Fox Indonesia membantu kakak kandungnya sendiri Andi Mallarangeng (AM).

Dalam pemilihan ketua umum Partai Demokrat, kedua konsultan ini mengambil peran yang berbeda juga memilih strategi yang berbeda. Rakyat Merdeka Online mencoba menginvestigasi perbedaan kedua konsultan itu di balik Kongres Partai Demokrat.

Perbedaan pertama terletak pada peran dan positioning. Fox Indonesia mengambi peran yang sangat dominan di kubu AM. Bisa dikatakan Fox terlibat dan mendominasi dari hulu sampai hilir kampanye AM. Bahkan Rizal Mallarangeng, yang notabene pengurus Golkar, juga beberapa kali terlibat dalam proses pemenangan AM.

Bahkan AM mengatakan, soal asal usul biaya kampanye, adalah Fox juga yang mengurusnya. Peran Fox sangat terang benderang diketahui team AM.

Di sisi lain, LSI Denny JA justru mengambil peran di belakang layar saja. Denny menyampaikan strategi dan programnya hanya di hadapan Anas seorang. Kadang Anas mengajak rekannya Saan Mustopo.

Denny JA dalam beberapa kesempatan mengatakan bahwa pemilihan elit politik seperti di dalam kongres partai sangat sensitif. Sebaiknya, menurut dia, orang partai sendirilah yang harus memainkan peran utama, sementara konsultan hanya memberikan disain dan mengambil peran komplementer.

Jika peran konsultan terlalu menonjol dengan sendirinya akan banyak orang partai yang merasa terancam. Akibatnya bisa contra productive. Kalau sudah begini, bukannya simpati yang didapat, tapi resistensi dari pemilik suara.

Menurut Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Kebijakan Publik (LSKP), Sunarto, kekalahan AM salah satunya disebabkan oleh resistensi DPC-DPD akibat peran konsultan yang kurang pas dan sangat berlebihan.

Published by

TeguhTimur

Born in Medan, lives in Jakarta, loves Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s