Habis Tank Mogok Terbitlah Pemimpin Baru

RIZAL Ramli pernah menggunakan istilah mobil bekas dan tank mogok untuk menyebut para pemimpin tua yang terbukti gagal. Kini, istilah tank mogok tak lagi digunakan Rizal. Kenapa?

Dikutip dari Indonesia Monitor.

Menurut seorang sumber yang dekat dengan Rizal, istilah tank mogok tak lagi digunakan karena seorang mantan jenderal yang juga disebut-sebut menjadi calon presiden sudah mendekat ke Rizal. Makanya, kini Rizal malah mengibaratkan Pilpres 2009 itu seperti balap mobil. ”Mobilnya boleh lama, tapi mesinnya baru. Dan Rizal menganggap dia adalah mesin baru itu,” kata sumber tersebut.

Tapi, Juru Bicara Komite Bangkit Indonesia (KBI) Adhie Massardi meluruskan bahwa istilah tank mogok tak lagi digunakan karena pihaknya  sudah memiliki slogan baru, semisal ”Jalan Baru Pemimpin Baru”. ”Jadi bukan karena sudah ada (mantan jenderal) yang mendekat,” ujar Adhie kepada Indonesia Monitor, Senin (24/11).

Menurut Adhie, semua istilah yang digunakan Rizal inti dan tujuannya sama yaitu terjadinya regenerasi kepemimpinan kepada kaum muda yang lebih fresh dan mampu mengatasi problem ekonomi yang melilit bangsa ini. Adhie melihat, orang yang tepat mengatasi permasalah itu adalah Rizal.

Makanya, Adhie menepis anggapan sebagian kalangan bahwa Rizal sesungguhnya hanya mengincar posisi RI-2. Katanya, pengambilan kebijakan tetap ada di RI-1. Makanya, agak sulit mengubah kondisi kalau Rizal nantinya hanya menjadi RI-2.

Orang dekat Rizal, Ibrahim G Zakir (Bram Zakir) menambahkan, tujuan akhir dari perjuangan Rizal adalah harus terjadi perubahan paradigma ekonomi yang masih bernuansa neoliberal. ”Itu sudah cukup bagi dia. Nggak jadi apa-apa pun, asal komitmen itu dijalankan, ya nggak apa-apa,” tegas Bram kepada Indonesia Monitor, Senin (24/11).

Tapi, di tengah upaya Rizal menggapai kursi RI-1, kerikil tajam datang dari internal Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (P3I). Menurut Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi DPP P3I Syarif Hidayatullah, Rizal bukanlah satu-satunya capres yang akan diusung P3I. Menurut Syarif, ada dua mantan militer yang juga akan diusung oleh P3I yakni Sutiyoso dan Prabowo Subianto. 

”Itu merupakan keputusan rapimnas pertama P3I. Tapi, keputusan akhir akan ditentukan dalam Rapimnas II P3I seusai pemilu legislatif,” ujar Syarif kepada Indonesia Monitor, Senin (24/11).

Kata Syarif, jika saat ini Rizal sudah menyapa kader P3I di berbagai daerah, itu memang sebuah keharusan. ”Monggo-monggo saja cari dukungan.  Itu hak dia. Tapi dua nama lainnya juga masih berpeluang,” tambah Syarif.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani gembira begitu mengetahui ada partai lain yang juga melirik Prabowo Subianto.  Tapi, Muzani mengatakan, hingga kini belum ada komunikasi yang serius dengan P3I. ”Tapi, saya kira kalau memang itu benar terjadi akan kita jadikan partner koalisi. Sangat dimungkinkan kalau P3I dengan Gerindra berkoalisi untuk membentuk pemerintahan yang kuat untuk menjadikan Prabowo sebagai calon presiden,” kata Muzani kepada Indonesia Monitor, Senin (24/11). Dzikry Subhanie, Thantri Kesumandari

Published by

TeguhTimur

Born in Medan, lives in Jakarta, loves Indonesia.

One thought on “Habis Tank Mogok Terbitlah Pemimpin Baru”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s