Nenek Barack Obama Dikenang di Taman Makam Pahlawan Punchbowl

dsc00961

LANGIT mendung menghiasi National Memorial Cemetery of the Pacific, di Punchbowl, Honolulu, Jumat sore (14/11).

Ratusan orang yang berkumpul di pelataran utama taman makam pahlawan itu sedang mengenang kehidupan Madelyn Lee Payne Dunham yang meninggal dunia tengah malam 2 November 2008. Sebagian dari mereka adalah rekan sejawat Madelyn di Bank of Hawaii dan teman dekat ataupun orang yang pernah mengenal Madelyn. Madelyn merupakan salah seorang bankir wanita pertama di Bank of Hawaii. Dia bergabung dengan bank itu pada tahun 1960 dan sepuluh tahun kemudian menjadi salah seorang wakil direktur utama.

Madelyn bersama suaminya, Stanley Armour Dunham, membesarkan presiden terpilih Amerika Serikat Barack Obama di rumah mereka di sebuah apartemen di persimpangan Jalan Punahou dan Jalan Beretania, dan membiayai pendidikan Obama di Punahou School antara 1971 sampai 1979.

Barack dan adiknya Maya Soetoro-Ng tidak menghadiri tribute untuk nenek mereka itu. Keduanya hanya mengirimkan pesan tertulis yang dibacakan CEO Bank of Hawaii Al Landon.

tribute to madelyn

“Ketika Tutu (sebutan yang digunakan Barack dan Maya untuk Madelyn) menyadari bahwa waktunya semakin sempit, dia meminta agar kami tidak hanyut dalam duka cita. Tidak tidak takut menghadapi badai apapun yang menemaninya selama 86 tahun kehidupannya. Kami merasa beruntung bisa menghabiskan waktu yang banyak bersama Tutu. Dia menghabiskan waktu lebih banyak untuk membesarkan kami dari yang dilakukan nenek pada umumnya. Dan kami merasa beruntung pernah dekat dengan dia. Kami menjadi lebih kuat dan lebih bijaksana karena dia.”

Pihak keluarga berencana menggelar pemakaman resmi bulan Desember nanti. Barack diperkirakan akan hadir dalam kegiatan itu.

Namun belum diketahui kapan pemakaman akan dilakukan.

Madelyn Dunham meninggal dunia hanya dua hari sebelum Barack Obama keluar sebagai pemenang dalam pemilihan presiden. Sejak beberapa tahun terakhir Madelyn menderita kanker. Sekitar dua minggu sebelum wafat, wanita kelahiran Peru, Kansas, 26 Oktober 1922 ini terjatuh sehingga rusuknya patah. Kesehatannya kemudian dikabarkan kritis.

Barack Obama sempat menghentikan kampanye dan pulang ke Hawaii untuk melihat neneknya. Barack Obama tak mau peristiwa di tahun 1995 terulang kembali. Ketika itu, karena begitu sibuk dengan karier politiknya di Chicago, Obama tak sempat bertemu ibunya sebelum sang ibu meninggal dunia. Obama baru kembali ke Hawaii beberapa hari kemudian untuk ikut menaburkan abu jenazah Ann Dunham di selatan Pulau Oahu.

Seperti jenazah suami dan anak tunggal mereka, jenazah Madelyn Dunham juga dikremasi. Dalam email yang dikirimkannya beberapa hari lalu, Maya Soetoro mengatakan abu jenazah neneknya tiba di hari pemilihan presiden, 4 November. Maya meletakkannya di atas meja di apartemen Madelyn dan menyusun foto suami, anak, cucu dan cicit Madelyn di sekeliling kotak abu jenazah itu.

Abu jenazah Stanley Armour Dunham dikuburkan di makam pahlawan Punchbowl. Stanley Dunham merupakan seorang sersan dalam Perang Dunia Kedua.

Penghormatan untuk Madelyn kemarin sore digelar oleh rekan-rekan Madelyn di Bank of Hawaii. Maya mengirimkan karangan bunga berwarna pink. Karangan bunga lainnya dikirimkan oleh teman-teman satu sekolah Madelyn di Kansas, tahun 1940 silam. Foto Madelyn berbingkai kayu coklat dan dengan lei hijau ditempatkan di altar depan.

tribute to madelyn

Salah seorang teman Madelyn, Helen Osgood, yang mendapat kesempatan menyampaikan kenangannya mengenai Madelyn mengatakan bahwa Madelyn adalah seorang pemimpin dan manajer yang luar biasa, serta ahli di bidangnya.

“Dia tidak mentolerir apapun yang tidak masuk akal,” kata Helen sambil menambahkan betapa Madelyn begitu bangga pada dua cucunya.

Helen dan Madelyn terakhir kali berbicara lewat telepon di hari ulang tahun ke-86 Madelyn, 26 Oktober lalu.

“Kalimat terakhirnya untukku adalah: talk to me later.”

Madelyn dan Stanley Dunham juga pernah mengunjungi Indonesia. Menurut cerita Maya Soetoro-Ng, kakek dan neneknya tiba di depan rumah mereka di Jakarta saat ibunya, Ann Dunham, yang sedang mengandung Maya tengah mengalami kontraksi. Lalu bersama mereka ke rumah sakit tempat Maya dilahirkan. Hari itu 14 Agustus 1970.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s