News

Kapitalisme Amerika Serikat Diselamatkan

KONGRES Amerika Serikat akhirnya menyetujui bailout sebesar 700 miliar dolar AS untuk menyelamatkan negeri itu dari kriris ekonomi.

Persetujuan atas usul yang disampaikan pemerintahan George W. Bush itu diambil setelah Parlemen AS melakukan voting yang berakhir dengan skor 263-171, Jumat waktu Amerika (3/10) atau Sabtu dinihari waktu Indonesia (4/10).

Senin lalu Parlemen AS menolak usul tersebut. Namun setelah direvisi, antara lain dengan memperluas cakupan program jaminan asuransi federal serta jaminan kesehatan mental, Parlemen AS setuju untuk menjadwal ulang pembicaraan mengenai usul bailout itu.

Usai voting, seperti dikutip Associated Press, Presiden Bush mengatakan, “Kita telah bertindak dengan berani untuk mencegah krisis di Wall Street berkembang menjadi krisis yang melanda seluruh negeri ini.”

Namun dia menambahkan, “Kondisi ekonomi kita akan terus menghadapi tantangan yang serius.”

Voting di Parlemen dengan skor 263-171 ini mengakhiri perdebatan sengit yang terjadi di Kongres juga di lantai bursa saham Wall Street selama dua pekan terakhir. Krisis yang melanda ekonomi Amerika ini diperkirakan akan lebih parah dari krisis di tahun 1930 yang dikenal dengan Great Depression yang berdampak luas hingga ke negeri-negeri jajahan kolonial termasuk Indonesia. Di kalangan masyarakat jajahan Hindia Belanda ketika itu Great Depression dikenal dengan istilah Zaman Meleset yang dipelesetkan dari “Malaise Era”.

“Kita semua tahu bahwa kita tengah berada di tengah krisis keuangan,” kata Ketua Fraksi Republik di Parlemen AS John Boehner dari Ohio dengan singkat.

“Dan kita tahu, bila kita tidak melakukan apapun, kriris ini akan memperlemah ekonomi kita sampai ke tingkat yang tidak pernah disaksikan oleh sebagian besar dari kita.”

Sementara Ketua Parlemen Nancy Pelosi mengatakan keputusan Parlemen ini merupakan awal untuk membangun stabilitas finansial dan keamanan ekonomi rakyat.

Menteri Keuangan Henry Paulson akan segera menggunakan keputusan Parlemen yang telah ditandatangani Presiden Bush itu untuk memulai program penyelematan. Direktur Bank Sentral the Federal Reserve Ben Bernanke menyebutkan pihaknya akan bekerja bersama pemerintah untuk mengatasi krisis ini.

Krisis yang terjadi di pasar uang Amerika Serikat ini sempat mempengaruhi pemilihan presiden Amerika Serikat. Capres dari kubu Partai Republik Senator John McCain pekan lalu sempat mengundurkan diri dari arena debat capres dengan alasan ingin berkonsentrasi mengatasi kriris ini. Namun ia memperlihatkan batang hidung pada detik-detik terakhir.

Adapun capres dari Partai Demokrat Senator Barack Obama mengatakan bahwa krisis ekonomi ini dipicu oleh ketamakan para pemain di Wall Steet. Ketamakan ini mengakibatkan orang-orang yang berada di Main Street, rakyat kebanyakan, menderita kerugiaan.

“Kita tengah menghadapi krisis di Wall Street. Tetapi tahukah Anda bahwa setiap akhir bulan keluarga di Main Street mengalami krisis ekonomi. Mereka harus melunasi tagihan-tagihan yang membunuh mereka,” kata Obama beberapa hari lalu.

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s