Rizal Ramli Masih Berani Mengaum

DIPERIKSA sebagai saksi dengan tersangka Ferry Juliantono tak membuat Rizal Ramli bungkam.

Siang tadi waktu Indonesia (Selasa, 26 Agustus), ekonom senior itu menjadi saksi ahli dalam persidangan judicial review beberapa pasal dalam UU 37/2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Di depan majelis hakim Mahkamah Konstitusi, Rizal yang beberapa pekan lalu telah mendeklarasikan kesiapannya memimpin perubahan di Indonesia, mengatakan bahwa seperti banyak UU di negara ini, UU PKPU dibuat atas pesanan pihak otoritas keuangan internasional yang masih mendikte Indonesia.

Juga dimuat di www.myrmnews.com.

Adalah Federasi Ikatan Serikat Buruh Indonesia (FISBI) yang menjadi penggugat beberapa pasaldalam UU itu, antara lain pasal 29, 55 dan 138, yang dinilai merugikan posisi buruh bila sebuah perusahaan dinyatakan pailit.

Kepada majelis hakim MK, Rizal yang pernah sukses menjadi kepala Bulog, menteri koordinator ekonomi, dan menteri keuangan di era Gus Dur (2000-2001) itu, menyesalkan penjelasan yang disampaikan saksi ahli dari pihak pemerintah dan DPR mengenai materi gugatan.

Menurut dia, keterangan saksi dari pihak pemerintah dan DPR lebih mengutamakan kepentingan pihak pengusaha dan pemodal.

“UU kepailitan yang saya pelajari di negara-negara maju, bahkan negara super kapitalis seperti Amerika Serikat, masih memprioritaskan buruh dalam hal pemberian upah dan tunjangan terhadap karyawan (dalam keadaan perusahaan dinyatakan pailit),” kata Rizal.

“Yang membuat draft UU itu adalah orang-orang cerdas tetapi terikat dengan kepentingan asing. UU kita dipesan di bawah tekanan serta ancaman IMF. Banyak perusahaan yang bangkrut tetapi pemiliknya semakin kaya,” sambungnya.

Dengan berapi-api, dia mengatakan bahwa pihak asing dapat dengan leluasa mempengaruhi produk UU di Indonesia karena kebetulan banyak pejabat Indonesia yang bersedia menjadi antek.

Beberapa jam sebelum berangkat ke Hawaii (Selasa, 19 Agustus), bersama beberapa teman dan pengacara saya masih sempat menemani Rizal Ramli ke Mabes Polri. Hari itu ia memenuhi panggilan Bareskrim Mabes Polri untuk diperiksa sebagai saksi. Dalam surat panggilan untuk dirinya tidak disebutkan dia menjadi saksi bagi tersangka yang mana. Hanya disebutkan dia dipanggil sebagai saksi dalam kasus penghasutan, perusakan fasilitas publik, dan sejenisnya.

Walau tak disebutkan, namun banyak pihak percaya RR dipanggil sebagai saksi dengan tersangka Ferry Juliantono. RR adalah ketua Komite Bangkit Indonesia, sementara Ferry Juliantono yang ditangkap polisi di Malaysia menyusul kerusuhan yang terjadi di akhir demo menentang kenaikan harga BBM dan mendukung pembentukan pansus BBM di Jakarta tanggal 24 Juni lalu, adalah sekretaris jenderal kelompok itu.

Saat menuju ruang Kapolri Jenderal Sutanto pagi itu, Rizal mempertanyakan pemeriksaan atas dirinya.

Kalau polisi memang berniat mengusut kerusuhan yang terjadi di tanggal 24 Juni, mestinya polisi memeriksa orang-orang yang melakukan pengrusakan, baik yang merobohkan pagar maupun yang membakar mobil berplat merah yang melintas di depan kampus Unika Atmajaya.

Tetapi mengapa, yang ditangkap adalah Ferry Juliantono sudah beberapa hari sebelum kejadian telah berada di China untuk menghadiri sebuah konferensi internasional menjadi anggota delegasi Indonesia. Sementara Rizal sendiri ketika itu juga tengah berada di Cirebon, untuk bertemu dengan pimpinan pondok pesantren dan ribuan santri.

Mengapa yang diperiksa polisi adalah aktivis KBI seperti Adhie Massardie, Ibrahim G. Zakir dan dirinya. Mengapa kelompok think thank seperti KBI yang kerap mengkritisi kebijakan ekonomi pemerintah, seperti dalam hal kenaikan harga BBM, yang diincar dan ditekan?

Dengan sejumlah keanehan itu, sebut RR ketika itu, dia bermaksud lebih dahului menemui Kapolri untuk menanyakan atas perintah siapa pemeriksaan atas dirinya dilakukan. Dia juga hendak mengingatkan Kapolri agar tidak mau digunakan sebagai alat merepresi perbedaan pendapat dan demokrasi; sesuatu yang diperjuangkan dalam era reformasi ini.

Polisi jangan seperti kacang yang lupa pada kulitnya, sebut Rizal lagi. Tanpa reformasi yang bergulir 10 tahun lalu, hingga kini polisi barangkali masih berada di bawah komando ABRI.

Sejak mendirikan KBI akhir tahun lalu, Rizal Ramli memang kerap mendapat tekanan. Akhir Juni lalu dia dipecat Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil dari kursi komisaris utama PT Semen Gresik. Dalam surat pemecatan itu, Sofyan mengatakan bahwa Rizal Ramli telah melanggar etika yang kemungkinan dapat merugikan citra perusahaan.

Keputusan ini pun aneh, karena sama sekali tidak berdasarkan penilaian profesional. Faktanya, sejak RR masuk ke jajaran komisaris Semen Gresik, perusahaan semen plat merah itu menggapai prestasi selangit. Dari BUMN yang tidak diperhitungkan sebelumnya, menjadi BUMN yang kini berada di deretan top ten.

Tanggal 14 Agustus lalu, RR akhirnya mendeklarasikan kesiapannya menjadi pemimpin perubahan. Dalam deklarasi ini, dia juga meluncurkan bukunya yang berjudul “Rizal Ramli Lokomotif Perubahan”.

Keterangan foto:

1. Rizal Ramli di anak tangga menuju ruang kerja Kapolri Jenderal Sutanto, sebelum dirinya diperiksa Bareskrim Mabes Polri (Selasa, 19 Agustus). Sayang, Jenderal Sutanto tak bersedia menemui RR. (Courtesy: AMA Rakyat Merdeka)

2. Peluncuran buku “RIzal Ramli Lokomotif Perubahan” tanggal 14 Agustus di Balai Kartini, Jakarta. Buku ini berisi track record RR selama menjadi kepala Bulog, menteri koordinator perekonomian dan menteri keuangan di era Gus Dur. Rizal mencatat sejumlah keberhasilan di masa itu.

3. Suasana panggung saat peluncuran buku.

4. Rizal sedang diwawancarai RCTI beberapa jam setelah dirinya dipecat Menteri BUMN Sofyan Djalil dari kursi Komut PT Semen Gresik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

<span>%d</span> bloggers like this: