Barack Obama, Interview, Notes

Maya Soetoro-Ng: Obama Dinamis dan Konsisten

PEMILIHAN calon Presiden AS dari Partai Demokrat makin dekat ke babak akhir. Sejauh ini, Senator Illinois Barack Obama unggul atas pesaingnya, Senator New York Hillary Rodham Clinton. Jika tren di enam primary election tersisa tidak berubah, Obama praktis menang.

Maya Soetoro-Ng, adik tiri Obama, menceritakan latar belakang keluarga Obama dan pelajaran berharga yang dipetik laki-laki kelahiran Hawaii itu dari Indonesia, serta tantangan yang dihadapinya dalam perjalanan menuju Gedung Putih.

Wawancara ini juga dimuat di www.inilah.com. Foto pinjam dari internet. Semoga Mbak Maya berkenan.

Pertarungan Obama dan Hillary mendekati akhir. Peluang Obama untuk jadi pemenang nominasi calon Presiden AS dari Partai Demokrat makin besar. Bagaimana perasaan Anda?

Saya harap begitu (Obama menang). Tapi, terlalu cepat untuk menganggap pertandingan ini telah selesai.

Saya kira mereka (tim kampanye Obama) harus terus melanjutkan pekerjaannya, bekerja bersama grassroots, dan memandang pertandingan yang tersisa dengan serius seperti pertandingan sebelumnya.

Memastikan bahwa pesan-pesan itu tersampaikan dan memastikan masyarakat memahami platform perjuangan Obama serta memperoleh informasi yang mereka butuhkan tentang kampanye Obama.

Juga penting untuk fokus pada hal-hal yang menjadi persoalan utama dalam kampanye ini. Saya kira belakangan ini terlalu banyak pertanyaan bersifat pribadi mengenai hubungannya dengan ini dan itu, dan seterusnya.

Maksud Anda, termasuk kontroversi Jeremiah Wright (pendeta yang punya hubungan erat dengan Obama dan dituding rasis)?

Ya, itu (antara lain) yang saya bicarakan. Obama ingin kembali ke persoalan utama. Rencananya sangat spesifik. Tapi, sulit menemukan kesempatan yang tepat untuk menjelaskan semua itu secara detail.

Ide kampanyenya adalah membuat masyarakat makin mengerti pilihan Obama dan apa yang akan ia lakukan, serta berapa besar upaya untuk mencapai rencana itu. Rencana-rencana detail Obama bisa dilihat di website resminya.

Saya kira Obama menghadapi semua isu pribadi ini dengan baik. Meski begitu, sekarang saatnya berpindah kepada isu yang lebih menyentuh persoalan rakyat seperti sudah ia sampaikan berulang kali.

Adakah yang berubah dari Obama sebelum dan setelah ia berada di tengah pertandingan?

Ia menjalani kehidupannya secara konsisten. Itu sebabnya, saya tidak begitu kaget menyaksikannya ketika sedang berkampanye. Ia seperti apa adanya, begitu yakin dengan dirinya.

Laki-laki yang saya lihat di televisi itu sama persis dengan laki-laki yang saya kenal. Ia sedikit dinamis, mungkin. Tapi, begitulah ia kalau bicara di meja makan.

Di luar itu, ia laki-laki yang sama. Hanya energinya yang sedikit berubah. Tapi, pesan-pesan yang disampaikannya sama.

Apa tantangan terberat yang sekarang dihadapi Obama untuk memenangi nominasi?

Saat ini ia hanya ingin melanjutkan apa yang telah dan sedang ia lakukan. Ia tetap pada jalurnya, berusaha tidak terpengaruh, berusaha tidak negatif. Saya kira ini adalah saat-saat yang bisa bikin frustrasi. Tapi, ia tetap tenang. Ia tidak punya amarah. Ia tetap fokus pada pesan-pesannya dan maju terus.

Kita berharap tidak perlu menunggu sampai konvensi (untuk menentukan calon presiden dari Partai Demokrat). Semoga hasilnya dapat diketahui dalam waktu singkat. Tapi, Hillary tidak akan berhenti. Ia akan terus melanjutkan pertandingan sampai akhir. Sementara Obama tidak meminta agar Hillary meninggalkan arena karena Hillary memiliki hak untuk itu.

Menurut saya, itu adalah satu-satunya tantangan saat ini. Ia berharap, cepat atau lambat konvensi, mungkin Juni, segera menentukan nominasi. Saat ini, ia harus fokus dengan primaries.

Kita berharap setelah itu konvensi segera mengubah fokus dan mempelajari platform McCain, lalu menyatakan Obama siap mengikuti pemilihan presiden.

Bagaimana Anda melihat kampanye negatif menyerang Obama?

Tentu saja ada kampanye negatif untuk Obama. Saya kira ia menghadapi semuanya dengan baik dan ia tetap bisa menjaga kehormatan.

Kalau saya kecewa (melihat kampanye negatif itu). Tapi, sebelum mengikuti pemilihan ini, ia telah mengingatkan saya. Katanya, ‘Maya, akan ada banyak hal yang menyedihkan, membikin kecewa, dan tidak benar. Tapi, tenang saja. Hal seperti ini tidak bisa dihindarkan. Jangan khawatir tentang saya.’

Saya tahu ia cukup kuat. Tapi, ada saat-saat di mana saya ingin meneteskan air mata dan marah (terhadap kampanye negatif itu). Tapi, melawan kampanye negatif itu seperti menyiramkan bahan bakar ke tengah api. Obama tidak pernah frustrasi.

Obama dikatakan hanya bisa ngomong dan tak mampu bekerja. Pernyataan-pernyataan seperti, jika tidak disikapi dengan benar, dapat membuat frustrasi. Sebab, faktanya, Obama adalah orang yang terbiasa bekerja. Ia menyatukan idealisme dan pragmatisme. (Bersambung)

Standard

2 thoughts on “Maya Soetoro-Ng: Obama Dinamis dan Konsisten

  1. Pingback: Antara Obama, Indonesia, dan Islam « timur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s