Foto: Kantor Tentara Ditutup Massa

ADA yang berbeda hari itu di Jalan Kapiolani, salah satu jalan utama di pusat kota Honolulu, Hawaii.

Siang hari, Rabu, 19 Maret. Puluhan orang berkumpul di depan pusat rekruitmen Angkatan Darat Amerika Serikat, beberapa blok dari kantor DPD Partai Republik.

Mereka tidak sedang mendaftarkan diri menjadi tentara Amerika. Sebaliknya, puluhan orang yang diorganisir kelompok anti-perang World Can’t Wait itu justru tengah menentang rekruitmen tentara di Hawaii.

Sepintas kantor penerimaan calon tentara Amerika ini sama sekali tak tampak seperti fasilitas militer. Tak ada pagar yang dicat loreng atau sekadar dicat hijau, tak ada portal, tak ada pos jaga. Tak ada tentara berwajah garang yang berdiri di depan pintu. Kantor ini berada di sebuah kompleks pertokoan persis di pinggir jalan.

Seperti toko-toko lain di sebelahnya, dinding kantor tentara ini tidak terbuat dari tembok tebal, melainkan dari kaca hitam. Di atas pintu masuk tertulis kata “U.S. Army Recruiting”, dan sebuah lampu hijau bertuliskan “ARMY”. Lalu beberapa boneka manusia yang mengenakan baju loreng diletakkan di dalam kantor.

Beberapa bulan lalu, saat pertama kali melintas di Jalan Kapiolani, saya kira ini adalah fashion shop yang menjual baju dan aksesoris bergaya militer. Maklumlah di sekitar daerah itu memang terdapat banyak toko pakaian.

Menurut koordinator aksi, Liz Seer, aksi ini merupakan bagian dari peringatan lima tahun perang di Irak. Hari Sabtu sebelumnya (15/3) mereka telah menggelar long march di Waikiki.

Berbagai kelompok anti-perang menggelar demonstrasi di banyak kota di Amerika. Pekan lalu di Washington D.C., kelompok veteran dan mantan tentara yang menolak dikirim ke medan perang menggelar aksi berjudul “Winter Soldier”.

Dalam kegiatan di Washington itu beberapa mantan tentara memberi kesaksian mengenai kebohongan perang di Irak. Beberapa anggota keluarga mantan tentara juga bercerita tentang gangguan kejiwaan yang dialami mantan tentara. Juga ada kesaksian dari seorang ibu yang anaknya bunuh diri setelah pulang dari Irak.

Kembali ke Hawaii.

“Kami berharap ini adalah kali terakhir rakyat Amerika memperingati perang Irak. Perang harus dihentikan hari ini juga. Sudah terlalu banyak korban dan kebohongan yang diumbar penguasa,” kata Liz sambil duduk bersila di depan kantor rekruitmen tentara itu.

Liz dan teman-temannya menempeli dinding kaca hitam pusat rekruitmen itu dengan berbagai gambar korban perang di Irak.

“Kami meminta mereka menutup kantor ini, secepat mungkin. Paling lama sampai minggu depan. Jadi, minggu depan kami akan datang lagi ke sini.”

Dalam perang di Irak yang dimulai 19 Maret 2003, sebanyak empat ribu tentara Amerika tewas, sementara ratusan ribu lainnya mengalami luka dan cacat. Sementara itu 1,2 juta rakyat Irak tewas, dan empat juta lainnya hidup dalam pengungsian.

Liz juga mengatakan, dia dan teman-temannya ingin menyadarkan rakyat Hawaii bahwa perang di Irak bukanlah untuk menegakkan demokrasi atau memerangi terorisme seperti yang dikampanyekan pemerintahan Bush.

“Kami tak mau semakin banyak pemuda Amerika yang direkruit sebagai penjahat perang,” ujar dia lagi.

Seorang tentara perempuan yang baru datang ke kantor itu sempat terlibat adu mulut dengan demonstran. Ia mencopot beberapa gambar yang ditempeli di dinding, termasuk poster yang bertuliskan “kantor penerimaan tentara ini ditutup”.

Polisi yang berjaga-jaga di sekitar lokasi demonstrasi segera datang untuk meredakan ketegangan itu.

Military recruiters lie.

Salah satu gambar yang ditempelkan di dinding kaca kantor rekruitmen Angkatan Darat.

Lagi, mayat.

5 Years of War Crimes.

Polisi berjaga-jaga tak jauh dari demonstran.

Stop the war, the killing, and the occupation.

Hentikan menggunakan rakyat untuk perang.

“What are they recruiting for? Murder, rape, torture, war!”

Bagus. Sejak kecil anak ini sudah diajarkan untuk menentang perang.

5 thoughts on “Foto: Kantor Tentara Ditutup Massa

  1. […] Perang juga menyebabkan kerusakan alam yang sangat dasyat, bayangkan berapa banyak tanah, bangunan, mata air yg tercemar oleh limbah perang, belum lagi bom nuklir, senjata biologis, senjata kimia.. wah bener bener akan sangat menghancurkan bumi ini. Stop the war, the killing, and the occupation. […]

  2. Perang di Irak adalah petualangan konyol oleh para pemimpin yang dungu. Mengingatkan kita pada avontur TNI-nya Soeharto di Timor Timur.

    Bravo untuk rakyat yang sudah bangkit kesadaran dan keberaniannya. Kalau saja gerakan cinta damai makin meluas di seluruh dunia, mungkin kelak dialog rakyat ke rakyat akan menghindari terjadinya perang yang konyol dan sia-sia.

    Salam hangat buat Bung Teguh. Suarakan terus pikiran-pikiran merdeka, agar semakin banyak orang yang terbebas dari tenung dan tahyul; mbahnya kebodohan.

  3. Seharusnya tentara digunakan utk menjaga kedaulatan dan memberantas kejahatan transnasional.
    Sy ingin tanya mas, walaupun anda anti perang, apkh anda anti nasionalisme? bgman menurut anda dgn pejuang2 muslim yg membela bangsa dan negaranya yg diserang terus, apkh anda menyebut mereka pembohong dan teroris?

    Sesungguhnya aktivis liberal tdk tau apa yg diperintahkan Tuhan kpd manusia, mereka hanya memikirkan kepentingan duniawi saja, pasti akan mendapatkan balasan yg sangat menyiksa….

    Salam Hizbullah R.I

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s