Bila Farah Merindukan Ayah

intansantosa
kemarin malam dia nangis
ngelamun, mukanya menghadap tembok kamar
bunda tanya kenapa
nggak apa apa… aku cuma liatin jam…
tapi kok ada air matanya?
mataku perih bun…
kan udah potong poni?
kan tetap bisa nyolok bun…
tau2nya dia lagi mandangin foto ayah di pigura besar itu…

teguh_timur
😦

intansantosa
gak lama, dia cerita
tadi indira ulang tahun di kelas
ada ayahnya
cium pipi kanan…

teguh_timur
trus dia nangis?
jadi matanya gak kecolok?

intansantosa
nggaklah
alasan dia aja
aku kangen doang, katanya
selanjutnya (dia bilang selanjutnya), aku gak kangen lagi

teguh_timur
bilang ke dia, kalau kangen mesti diomongin…
supaya lega

intansantosa
kan bulan depan, dia yang giliran ultah

teguh_timur
bulan ini…
oh iya, bulan depan

intansantosa
24 maret
bunda udah pesan makan2an ringan
nanti yang koncum pipi kanannya kakek aja
yah rendang 2 minggu ya
cape deee…
sabar ya

Catatan:
Soal rendang, begini ceritanya. Saya minta dikirimkan rendang. Tidak seperti sebelumnya, kantor titipan kilat itu kali ini tak mau mengirimkan lewat skema yang cepat.

Karena tidak ada pilihan lain –titipan kilat yang lain juga sudah menolak– akhirnya dipasrahkanlah nasib rendang itu terkantung-katung dua minggu dalam perjalanan. Insya Allah sampai dengan selamat…

3 comments

Leave a Reply to ikram Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s