Obama dan Hillary, Oligarki dan Lobi-lobi

WALAU rakyat Amerika diberi kesempatan untuk memilih siapa yang mereka inginkan sebagai presiden negara itu, namun pada kenyataannya bukan mereka yang memutuskan siapa yang berhak masuk ke Gedung Putih.

Melihat sistem pemilihan umum di negara itu, nampak jelas bahwa nasib rakyat Amerika dan masa depan negara itu hanya ditentukan oleh sekelompok orang. Inilah oligarki.

Tulisan ini juga dimuat di myRMnews.

Dalam model politik seperti ini, kemampuan lobi tingkat tinggi menjadi kunci kemenangan seorang kandidat untuk jabatan-jabatan politik, termasuk presiden. Suara publik sudah tidak ada artinya.

Jadi, baik Senator Illinois Barack Obama maupun Senator New York Hillary Clinton kini tengah mengerahkan semua kemampuan mereka untuk memperoleh sebanyak mungkin dukungan dari kelompok super-delegasi ini. Secara sepintas, kelihatannya Hillary Clinton, yang mantan the first lady itu, lebih berpengalaman dalam hal ini dibandingkan Obama.

Menjelang kaukus yang akan digelar di Hawaii hari Selasa (19/2) atau hari Rabu waktu Indonesia (20/2), perdebatan antara kubu Obama dan Hillary mulai masuk ke persoalan mendasar mengenai sifat oligarki itu.

Perhatian kedua kubu kini diarahkan pada peranan super-delegasi, yang terdiri dari 800 petinggi Partai Demokrat. Merekalah yang dipandang sebagai kelompok inti yang akan menentukan calon presiden dari partai berlambang keledai ini pada Konvensi Nasional bulan Agustus 2008.

Bagaimana super-delagasi harus mengambil keputusan mengenai calon presiden yang akan didukung Partai Demokrat? Apakah berdasarkan pilihan rakyat, atau berdasarkan kepentingan pribadi, koneksi dan lobi?

Yang jelas, super-delegasi tidak dipilih berdasarkan primary election maupun kaukus yang kini tengah dilakukan di negara bagian. Penetapan super-delegasi lebih berdasar pada performance Obama dan Clinton ketika keduanya sedang bertarung untuk menjadi senator. Baik Obama dan Hillary Clinton bebas memilih siapa dalam kelompok super-delegasi yang akan mewakili mereka pada Konvensi Nasional bulan Agustus nanti.

Menurut hemat kubu Obama, walaupun bersifat sangat ekslusif, super-delegasi tidak bisa dan tidak boleh mengabaikan pilihan publik Amerika Serikat. Pilihan mereka dalam Konvensi Nasional nanti haruslah didasarkan pada pilihan mayoritas pemilih dari Partai Demokrat.

“Walau disebut super, namun super-delegasi tidak berarti bisa mengabaikan keinginan publik Partai Demokrat yang memberikan suara mereka secara individual,” kata penasihat politik Obama, David Axelrod, seperti dikutip CNN.

Namun kubu Hillary bersikap sebaliknya. Direktur komunikas kubu Hillary, Howard Wolfson, mengatakan super-delegasi mestilah mengambil keputusan berdasarkan sikap mereka sendiri. Artinya, mereka tidak harus tergantung pada pilihan mayoritas warga partai.

Kubu Hillary dibela oleh pihak-pihak yang dulu membantu suaminya, Bill Clinton. Misalnya, Lanny Davis yang pernah menjadi konsul khusus Bill Clinton di Gedung Putih. Menurut Davis, keinginan Obama mengubah aturan main di Partai Demokrat berkaitan dengan hak super-delagasi sebagai sesuatu yang ironis.

Ironis? Siapakah yang ironis? Amerika, atau Obama?

Sejauh ini Obama memimpin perolehan delegasi secara umum. Hillary Clinton memimpin peroleh superd-delegasi, sementara Obama unggul dalam hal pengumpulan delegasi.

Dalam beberapa hari ini, perolehan jumlah delegasi yang dimiliki Obama tampaknya akan bertambah banyak. Dia diperkirakan akan menang dalam pertarungan di Wisconsin, Washington, dan Hawaii yang akan digelar hari Selasa (19/2).

Sementara Hillary Clinton diperkirakan akan menang dalam pertarungan yang akan digelar di Texas dan Ohio, pada awal Maret nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s