Kelompok Ahmadiyah, sebagaimana diributkan belakangan ini, adalah salah satu dari ratusan kelompok dan aliran yang ada dalam Islam. Nama Ahmadiyah sendiri dinisbatkan kepada pendiri mazhab ini, yakni Mirza Ghulam Ahmad, yang lahir di Qadiyyan, India, pada tahun 1281 H. Continue reading “Tentang Islam yang Jadi Beraneka Rupa”
Hujan 24 Jam, Banjir Ancam Honolulu
Hujan nyaris tanpa henti juga mengguyur Honolulu dan sekitarnya sejak Sabtu malam hingga Minggu malam waktu setempat, atau Minggu siang hingga Senin siang WIB (5/10). Dikhawatirkan banjir kembali terjadi seperti tiga tahun lalu.
Saat berita ini diturunkan awan hitam masih bergantung rendah di langit ibukota Hawai itu. Angin bertiup kencang, hujan tetap mengguyur dan sesekali guntur terdengar menggelegar. Continue reading “Hujan 24 Jam, Banjir Ancam Honolulu”
Detik-detik Menjelang Kematian Bung Karno

PENASARAN ingin mengetahui kondisi Bung Karno selama berada dalam tahanan Orde Baru? Bagaimana keadaan Bung Karno menjelang ajal menjemput nyawa? Continue reading “Detik-detik Menjelang Kematian Bung Karno”
Lobi Belanda agar Minta Maaf pada Korban Perang Indonesia
SEJAUH ini, masih ada yang mengganjal hubungan InÂdonesia dan Belanda. Penjajahan yang dilakukan Negeri Tulip kepada Indonesia di masa lalu, masih menyisakan banyak tanda tanya dan ganjalan. Ini dikaÂrenakan hingga detik ini Belanda baru mengakui kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan pada 17 AgusÂtus 1945 secara de facto saja, tapi tidak secara de jure. Continue reading “Lobi Belanda agar Minta Maaf pada Korban Perang Indonesia”
The End of A Rainbow from My Window
At the end of a rainbow
You’ll find a pot of gold
At the end of a story
You’ll find it’s all been told
But our love has a treasure
Our heart’s can’t always spend
And it has a story without any end
Tidak seperti di Jakarta, pelangi muncul setiap kali di Honolulu. Seperti siang tadi. Sudah sering kali saya menyaksikan ujung pelangi dari jendela kamar saya di lantai delapan Hale Manoa ini. Continue reading “The End of A Rainbow from My Window”
Indonesia Membutuhkan “Jalan yang Baru”
Kompas – Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Indonesia membutuhkan jalan baru yang berlandaskan kebhinnekaan, pluralisme, dan keragaman budaya. Itu karena jalan yang selama ini digunakan justru memicu kemerosotan dan kemiskinan struktural serta memperkokoh neokolonialisme. Continue reading “Indonesia Membutuhkan “Jalan yang Baru””
