Papan Nama untuk Tan Malaka

BEBERAPA hari lalu saya menerima pesan pendek dari Arya Bima Sugiarto, pentolan The Lead Institute, Universitas Paramadina. Kata Bima, hari ini, tanggal 30 Juli, The Lead Institute akan menggelar diskusi bertema menarik, “Membongkar Misteri Pembunuh Tan Malaka dan Mengurai Spirit Perjuangan Sang Revolusioner Kesepian”. Diskusi akan digelar di Ruang Granada Univeritas Paramadina, jam 15.00 sampai 17.30 WIB.

Peneliti Koninklijk Instituut voor Taal Land en Volkenkunde (KITLV), Belanda, Harry A. Poeze yang baru saja merampungkan buku terbarunya tentang Tan Malaka, akan berbicara dalam diskusi itu.

Sementara pagi harinya, sekitar jam 10.WIB buku Harry Poeze yang berjudul “Verguisd en Vergeten, Tan Malaka, De linkse Beweging en Indonesische Revolutien 1945-1949” (Dihujat dan Dilupakan: Tan Malaka, Gerakan Kiri dan Revolusi Indonesia 1945-1949) diluncurkan di Gedong Joang, Jakarta pukul 10.00 WIB. Mungkin ketika tulisan ini saya posting, peluncuran buku itu telah selesai dilakukan.

Saya menyesal tidak dapat menghadiri dua acara ini: peluncuran buku di Gedong Juang dan diskusi di Universitas Paramadina. Saya berharap, setelah ini ada satu atau dua tulisan yang mengulas buku terakhir Harry Poeze itu.

Janji membongkar misteri kematian Tan Malaka telah disampaikan Harry Poeze bulan Januari lalu, dalam sebuah diskusi di Gedong Joang. Dalam diskusi pemanasan menuju launching buku terakhirnya ini Harry sudah menyampaikan beberapa clues yang berkaitan dengan kematian Tan Malaka. Mulai dari di mana kira-kira jenazah Tan Malaka dikubur, sampai siapa yang mengeksekusi “sang pacar merah” itu.

Sedikit ulasan saya tentang teka-teki yang disampaikan Harry Poeze dapat dibaca di Tan Malaka, Bagaimana Matimu. Dalam diskusi itu Adnan Buyung Nasution yang hadir juga memberi pengakuan yang cukup mengagetkan banyak orang. Kata Bang Buyung dia pernah tinggal satu kamar dengan Tan Malaka untuk beberapa bulan lamanya.

Jurnalis senior Rosihan Anwar juga bercerita tentang pertemuan pertama antara dirinya dengan Tan Malaka dalam sebuah kongres wartawan yang kelak menjadi cikal bakal Persatuan Wartawan Indonesia.

Yang juga menarik dalam diskusi itu, Harry Poeze dan kawan-kawan yang menyelenggarakan diskusi bertema “Menguak Misteri Kematian Tan Malaka” itu menyiapkan sebuah plang nama jalan bertuliskan Jalan Tan Malaka.

Kata Harry Poeze di jaman Bung Karno, atau sebelum Soeharto berkuasa, ada sebuah jalan di kawasan Pejaten yang bernama Jalan Tan Malaka. Setelah kembali dari pengembaraannya, Tan Malaka pernah tinggal di salah satu rumah di kawasan itu.

Namun lambat laun di era Orde Baru, nama itu berubah menjadi hanya Gang Malaka.

Banyak orang yang hadir dalam diskusi itu bertekad akan memasang kembali plang nama Jalan Tan Malaka di tempat itu. Saya berharap, tekad itu terwujudkan.

Beberapa hari setelah diskusi di Gedong Joang itu saya kembali bertemu Harry Poeze. Dari sebuah kantor lembaga penelitian di kawasan Jakarta Selatan, saya dan Yophiandi dari Koran Tempo, membawa Harry keliling kota. Mulai dari Kedutaan Besar Belanda di Kuningan sampai sebuah rumah di kawasan Cideng.

Tetap saja Harry Poeze tidak mau buka mulut tentang siapa yang membunuh Tan Malaka. “Sabar misteri ini akan segera terungkap.” Dia yakin, derajat kepastian penelitiannya tentang kematian Tan Malaka mendekati sempurna.

Well, dari Honolulu saya hanya bisa menunggu kawan yang berbaik hati berbagi “membacakan” isi buku terakhir Harry Poeze itu.

Hal lain yang saya dengar dari seorang kawan, buku Harry Poeze ini belum ditranslasi ke bahasa Indonesia. Di Belanda harga satu jilid sebesar 99,9 Euro, atau mendekati Rp 1,2 juta. Luar biasa.

3 comments

  1. Semoga bangsa ini kedepan dapat menghadirkan kebenaran fakta, karena selama ini hanya bisa menghadirkan fakta yang baik, baik saja. Baik belum tentu benar, akan tetapi benar pasti baik. Semoga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s