Tokoh

Yusril Ihza Mahendra Menunggu Pinangan Politik

BEBERAPA teori mengenai kejatuhan Gus Dur sedang disusun. Teori pertama menyebutkan Gus Dur akan di-impeach dalam Sidang Istimewa yang digelar sekitar dua bulan setelah Memorandum II, Senin 30 April ini. Teori kedua menyebutkan sebelum di-impeach dalam SI, Gus Dur memilih mengundurkan diri terlebih dahulu. Teori ketiga pun memperkirakan pengunduran diri Gus Dur. Namun berbeda dengan teori kedua, menurut teori ini pengunduran diri Gus Dur tidak dilakukan pasca Memorandum II menjelang SI, melainkan sebelum Memorandum II diberikan DPR kepadanya.

Ntah mana dari ketiga teori ini yang memiliki tingkat presisi tinggi. Pun bisa jadi masih ada teori lain soal ini. Misalnya, sebuah teori yang menyakini keruntuhan Gus Dur baru terjadi dalam SU 2004. Dengan sangat halus, menurut teori ini Gus Dur dapat bertahan dari serangan-serangan terbuka lawan politiknya.

Permasalahannya saat ini memang bukan cara bagaimana yang ditempuh Gus Dur dan lawan-lawan politiknya untuk mengakhiri karier presidensi Gus Dur. Karena, kalau mau jujur, ketiga teori pertama lebih bisa diandalkan forecasting-nya

Yang penting saat ini adalah mengukur dan menaksir langkah-langkah yang akan dilakukan Megawati, pengganti Gus Dur. Pernah ada isu yang menyebutkan Megawati tidak mau diganggu sampai 2004. Turunannya, tidak ada wakil presiden dan tidak ada Sidang Tahunan MPR.

Bagaimana dengan kabinet? Beberapa menyebutkan Megawati mau tidak mau harus memfokuskan kerja kabinetnya pada dua hal penting. Pertama penegakkan hukum dan ketertiban. Kedua, hanya dapat dibantu oleh yang pertama, recovery ekonomi.

Bagaimana soal figur menteri? Akankah Megawati tetap menggunakan orang-orang Gus Dur, atau menyusun kabinetnya sendiri? Kalau langkah kedua yang dilakukan ketua umum DPP PDIP ini, siapa kira-kira yang akan dipinangnya nanti? Sebut saja beberapa bekas menteri yang ditendang Gus Dur di masa lalu, tetapi memiliki kedekatan emosional dengan Megawati. Ada Laksamana Sukardi, Yusuf Kalla, Kwik Kian Gie, Bambang Sudibyo. Bagaimana perasaan mereka menjelang pergeseran kekuasaan ini? Sedang mempersiapkan diri untuk kembali ke istana kah? Bagaimana persiapannya?

Ada seorang bekas menteri hasil tendangan Gus Dur. Namanya Yusril Ihza Mahendra, ketua Partai Bulan Bintang (PBB). Hanya saja sejak awal, tokoh yang satu ini tidak menunjukkan keberpihakan pada siapapun, termasuk pada Megawati. Bahkan partainya dahulu pun mengharamkan Megawati menjadi presiden. Alasan Qurani, konon, tidak boleh perempuan jadi presiden.

Terlepas dari trik politik masa lalu, apa yang dilakukan Yusril saat ini? Mempersiapkan diri menerima “pinangan” Megawati-kah? Selasa (24/4) yang Yusril mengaku tidak sedang menanti pinangan politik. Malahan dia mendirikan sebuah law firm. Ada layanan jasa lobbying dan parliamentary government relations. Teguh Santosa juga diundang dalam peluncuran law firm itu.

Kepalanya Dipertahankan Tegak

Mengenakan stelan jas berwarna dan sepatu yang kesemuanya berwarna hitam, Yusril berdiri di koridor lantai tiga hotel Grand Melia. Tubuhnya disenderkan pada dinding setengah badan yang membatasi koridor. Bunga-bunga mekar berseri sengaja ditanam di atas pembatas itu. Beberapa wartawan yang mengerubuti Yusril melemparkan satu dua pertanyaan.

“Siapa klien pertamanya, Bang?” tanya seorang wartawan.

Tapi bekas menteri kehakiman dan HAM ini menolak memberikan jawaban.

“Nanti sajalah setelah acaranya selesai,” elak Yusril.

Kedua tangannya dimasukkan ke dalam kantung celana. Kakinya melangkah menuju pintu kamar 3326 di depannya. Beberapa tamu sedari tadi duduk menunggu di sana.

Senja itu, Yusril akan me-launching law firm yang didirikan bersama lima orang kawannya, Gerard Yacobus, Yusron Ihza, TM Lutfi Yazid, Zulfadli dan Chairul Bachtiar. Nama law firm ini Yusril Ihza Mahendra & Partners.

Acara dimulai. Yusril duduk diapit oleh kawan-kawannya. Tangannya dilipat, mulutnya digeser mendekati wireless microphone hitam. Gaya bicaranya masih seperti yang dulu, tenang, runtun dan teratur. Juga tajam. Terasa kerasnya.

Pokoknya, untuk law firm ini, Yusril bilang mereka memberi layanan hukum perusahaan dan niaga atau corporate and commercial law. Alasannya supaya tidak terlibat pada pertarungan kepentingan politik. Tetapi, mereka juga menawarkan bantuan jasa lobbying, parliamentary relations dan government relations. Lho, kok bertentangan dengan pernyataan yang pertama? Kok jadi politis?

Apa karena Anda pernah jadi menteri kehakiman, tanya Rakyat Merdeka. Sambil membenahi posisi dasi kuning bergaris tebal biru simetris yang dikenakannya, Yusril berkata diplomatis, “Biasa kalau ada bekas menteri jadi praktisi hukum, begitu juga sebaliknya.”

Yusril melanjutkan, dirinya pernah diberitakan “memberi suntikan” kepada Golkar. Padahal yang terjadi, aku Yusril, dirinya hanya memberi pertimbangan hukum atas beberapa masalah yang dihadapi Golkar.

“Jadi Akbar (maksudnya Akbar Tandjung, ketua umum DPP Golkar-red) tidak merasa curiga dengan saya,” ujarnya.

“Akbar tidak curiga, tapi rakyat kan curiga,” celetuk Rakyat Merdeka.

Yusril diam saja. Perubahan air muka diwajahnya menunjukkan betapa dia terganggu dengan celetukkan seperti itu. Posisi kepalanya tetap dipertahankan tegak. Pun matanya tetap menatap lurus ke depan.

Yusril melanjutkan kembali uraiannya. Masih soal dunia hukum dan rencana law firm mereka. Namun ada saja pertanyaan politis yang keluar. Untuk pertanyaan seperti itu, seperti tadi, Yusril menunjukkan air muka tidak senang.

“Bagaimana kalau ada tawaran dari pemerintahan yang baru buat Anda. Apakah Anda akan kembali ke kabinet? Ini penting untuk melihat itikad law firm Anda,” kejar Rakyat Merdeka lagi.

Yusril masih diam. Mulutnya yang sering ditutup semakin dikatupkan. Moderator, seorang wanita mempersilakan Lutfi menjawab pertanyaan itu.

Tangan kanan Yusril mengangkat gelas di depannya. Meneguk air bening yang ada disitu setengahnya. Selesai, gelasnya diletakkan kembali. Sekilas ekor mata Yusril melirik ke arah Lutfi di sebelah kirinya yang menjawab pertanyaan itu. Intinya, tidak ada masalah bagi mereka apabila Yusril diajak dan bergabung dalam kabinet baru nanti.

Meniru Sahabat Rasul

Sampai sekarang laki-laki yang menguasai tiga bahasa asing: Inggris, Mandarin dan Arab ini tidak pernah mau mencampuradukan kepentingan profesi dengan kepentingan politik.

Sebagai contoh, ketika masih menjadi Menteri Kehakiman dan HAM Yusril selalu menolak pertanyaan-pertanyaan politik, apakah berkaitan dengan langkah Partai Bulan Bintang, atau persoalan parlementaria di kantornya.

“Saya tidak mau menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan saya. Mohon dipahami itu,” katanya suatu kali.

Sikap ini ditirunya dari Umar bin Khatab, seorang sahabat rasul yang pernah menjadi pemimpin umat di masa awal perkembangan Islam. Insya Allah tetap begitu.(GUH)

Calon Presiden

Jarang-jarang ada yang berani mencalonkan diri sebagai presiden. Yusril yang kelahiran Belitung 5 Februari 1956 ini adalah satu dari sedikit orang yang berani itu.

Alumni UI dan Universiti Sains Malaysia ini merasa dirinya lebih cocok dan pantas menjadi presiden dari calon-calon lainnya. Awalnya ada beberapa nama dalam bursa pencalonan. Namun akhirnya tinggal tiga, yakni Gus Dur, Megawati dan Yusril ini.

Menjelang detik-detik terakhir pemilihan Yusril pun mengundurkan diri. Kelak Yusril mengaku dia lebih mementingkan keutuhan bangsa saat itu. Sekarang tidak usah heran apabila mendengar Yusril mengatakan,

“Karena saya mengundurkan diri lah, maka Gus Dur jadi presiden. Dia harus ingat itu.”

Dan kalimat seperti itu berulangkali keluar dari mulutnya.(GUH)

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s