DINAS rahasia Israel, Mossad, pekan lalu kembali jadi bahan pembicaraan. Agen-agen Mossad masuk lewat Singapura, kata peneliti Herry Nurdi, dalam sebuah diskusi bertema “Mossad di Balik Setiap Konspirasi” di Istora Senayan, Jakarta.

Di sekitar Kepulauan Riau pada tahun 2006, Mossad dan Singapura menggelar latihan perang. Berbagai metode kontraterorisme untuk membungkam aktivis yang membahayakan kepentingan Singapura dan Israel juga dimatangkan.

Tulisan ini jugad dimuat di www.myrmnews.com.

Singapura dikenal sebagai skondan utama Israel di Asia Tenggara. Dukungan penuh diberikan Mossad dan Israel ketika Lee Kuan Yew memisahkan Singapura dari Malaysia bulan Agustus 1965.

HaMossad leModi’in v’leTafkidim Meyuhadim berdiri bulan Desember 1949 menyusul deklarasi Zionis Israel yang didukung negara-negara Barat, khususnya Inggris dan Amerika Serikat, setahun sebelumnya. Reuven Shiloah, penasihat menteri luar negeri dan teman dekat perdana menteri David Ben Gurion, menjadi direktur pertama Mossad.

Gurion memerintahkan Shiloah mengkoordinasi semua lembaga intelijen yang dimiliki berbagai instansi di negara itu, dan melaporkan semua pekerjaannya langsung kepada perdana menteri.

“Negara Israel menugaskan Mossad untuk mengumpulkan data intelijen dan melakukan operasi rahasia di luar negeri untuk mengetahui dan menghentikan ancaman terhadap Israel dan warga negaranya, juga untuk menegakkan keamanan dan keselamatan negara,” kata Meir Dagan, direktur kesepuluh yang memimpin Mossad kini.

Dari berbagai literatur kita dapat mengetahui bahwa petualangan Mossad di Indonesia bukanlah cerita baru. Dalam buku “Intel: Inside Indonesia’s Intelligence Service” yang ditulis Kenneth Conboy kita dapat mengetahui bahwa agen-agen dinas rahasia Israel itu terlibat begitu aktif ketika pemerintahan Orde Baru yang baru berdiri membentuk unit intelijen bernama Satuan Tugas Khusus Pelaksana Intelijen atau Satsus Pintel bulan November 1968.

Ken Conboy yang juga manajer Risk Management Advisory (RMA), sebuah lembaga konsultan keamanan, di Indonesia antara lain menyebut nama Anthony Tingle, sebagai salah seorang agen Mossad yang memegang peranan penting di lembaga pendidikan intelijen Indonesia di Cipayung.

Dalam buku yang terbit lebih dahulu, “Kopassus: Inside Indonesia’s Special Forces” Ken Conboy menulis bahwa hubungan antara dinas intelelijen Indonesia dan Mossad berlangsung hingga era 1980-an. Di masa itu, seorang agen Mossad bernama-sandi “Arizona” ikut melatih pasukan khusus Indonesia.

Di era Perang Dingin pasca-Sukarno, Indonesia menjadi ladang operasi yang sempurna—setelah Singapura—bagi dinas rahasia negara-negara Barat, terutama Central Intelligence Agency (CIA) milik Amerika Serikat, Secret Intelligence Service (SIS) yang dikenal sebagai MI6 milik Inggris, dan Mossad.

Dari Indonesia, mereka mengumpulkan berbagai informasi penting untuk memukul balik Rusia dan China, juga untuk mensabotase kawasan Indo-China yang tengah dilanda perang.

Daya tembus Mossad memang dikenal luar biasa. Bruce Riedel, mantan pejabat CIA, mengatakan bahwa Mossad berada di balik bom mobil yang meledak di Damascus, pertengahan Februari lalu. Ledakan itu menewaskan Imad Mughniyeh, salah seorang komandan lapangan kelompok pembebasan Islam yang bermarkas di Lebanon, Hizbullah.

Semua bukti yang ditemukan Riedel memperlihatkan betapa Mossad berhasil menginfiltrasi jaringan Hizbullah. Riedel memperingatkan Sekjen Hizbullah Syeihk Hassan Nasrullah untuk ekstra hati-hati karena dia adalah target Mossad berikutnya.

Hizbullah pun mengakui, bahwa bom mobil itu dirancang oleh orang-orang Mossad yang berhasil masuk ke lapisan paling dalam. Dan bukan baru kali ini Mossad berhasil menyusup.

Di tahun 1994 sebuah bom mobil yang ditujukan untuk membunuh Imad Mugniyeh meledak di Sfeir, sebelah barat Beirut. Imad selamat, namun adiknya Fouad Mughniyeh tewas di tempat.

Bom mobil itu dipasang Ahmad Hallak, agen Mossad yang masuk ke tubuh Hizbullah. Selesai menjalankan tugas, Hallak melarikan diri ke Filipina untuk tugas berikutnya. Tahun 1996 dia kembali ke Israel, dan tak lama kemudian dieksekusi oleh pasukan Lebanon.

About these ads