Planet Baru Ditemukan, Tapi Tidak Aman untuk Ditempati

Astronomer menemukan dunia baru di konstelasi Leo. Dunia baru itu berada 33 tahun cahaya dari Bumi yang kita tempati. Ukurannya lebih kecil dari planet Bumi, dan mengelilingi sebuah bintang merah sebagai pusat orbit.

Sejak tahun 1995 astronomer telah menemukan lebih dari 700 planet yang berada di luar tata surya kita. Hampir semuanya berukuran raksasa yang bahkan lebih besar dari Jupiter. Sementara planet baru yang ditemukan di rasi bintang Leo itu diperkirakan sebesar dua per tiga ukuran Bumi.

Adalah seorang peneliti muda dari University of Central Florida, Kevin Stevenson, dan tim kerjanya yang menemukan keberadaan planet baru yang dinamakan UCF-1.01 ini dengan teleskop NASA, Spitzer. Mereka menghabiskan waktu satu tahun untuk mengamati gerakan UCF-1.01 mengelilingi bintang yang dinamakan GJ 436. Penelitian Stevenson dan kawan-kawan ini dipublikasikan di Astrophysical Journal pekan ini.

Mereka menyimpulkan, UCF-1.01 kelihatannya bukan tempat yang aman untuk dihuni. Diperkirakan planet itu mengelilingi bintang GJ 436 dalam 1,4 hari-Bumi. Sementara jaraknya dengan bintang GJ 436 hanya 1,6 juta mil. Ini jarak yang terlalu dekat. Bandingkan dengan jarak antara Bumi dan matahari yang sekitar 93 juta mil.

Karena terlalu dekat dengan GJ 436, temperatur di permukaan UCF-1.01 sangat panas, dan diperkirakan melebihi 1.000 Fahrenheit atau lebih panas dari 537,8 Celcius. Jadi, bukan tidak mungkin sebagian dari permukaannya adalah lava.

Stevenson dan rekan-rekannya juga mengatakan mereka tak dapat melihat langsung planet itu. GJ 436 bagaikan sebuah titik bila diintip dari Spitzer. Namun begitu mereka masih dapat mengamati titik lain yang lebih kecil di tengah benderang GJ 436.

Untuk saat ini, ilmuwan-ilmuwan itu pun belum bisa memperkirakan massa planet tersebut.

Kelihatannya, belum akan ada pihak yang mau mengirimkan misi pengamatan ke UCF-1.01 dalam waktu dekat. Masih ada beberapa tempat lain di tata surya kita yang perlu untuk diselidiki dan menjanjikan untuk ditempati, seperti bulan yang mengitari Jupiter dan Saturnus.

Walau begitu, arti penting dari penelitian Stevenson ini memperlihatkan bahwa alam semesta ini begitu luas. Dan bukan tidak mungkin planet-planet lain seperti UCF-1.01 akan segera ditemukan.

“Penemuan ini sesungguhnya sebuah kecelakaan,” ujar Stevenson kepada ABC News.

Menurut Stevenson, tadinya mereka tengah mencari benda langit lain yang lebih besar dan lebih menjanjikan yang mengelilingi bintang yang sama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s