Demokrat Endus Permainan Kubu Neolib dalam Kasus Nazaruddin dan Demonstrasi di Malaysia

Sementara kalangan di tubuh Partai Demokrat mengendus kemungkinan keterlibatan kubu pendukung neolib dalam berbagai kasus yang kini mendera partai itu.

Berbicara kepada Rakyat Merdeka Online dalam sebuah pertemuan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu siang (13/7), pengurus DPP Partai Demokrat itu antara lain mengatakan:

“Kami juga menyadari ada upaya dari kelompok ini untuk menghancurkan dan menghilangkan kredibilitas partai politik. Di saat bersamaan mereka sedang mengusung seseorang yang sangat neolib, bahkan menjadi salah satu figur kubu neolib di sini.”

Ia juga mengatakan, pihaknya menyadari bahwa Partai Demokrat yang dipimpin Anas Urbaningrum bukan satu-satunya partai di Indonesia yang sedang diganggu dan dirusak. Namun ia tak menyebut partai mana saja yang dimaksudnya.

Lantas, bagaimana keterkaitannya dengan demonstrasi besar di Malaysia pekan lalu yang dimotori kubu oposisi Anwar Ibrahim?

“Di sini ada yang menganggap bahwa Anwar Ibrahim adalah tokoh reformasi dan pembaruan Malaysia. Itu keliru. Saat krisis ekonomi 1998 lalu Anwar Ibrahim termasuk yang mendorong Malaysia agar tunduk pada IMF (International Monetary Fund). Untung Mahathir (perdana menteri Malaysia saat itu) menolak dan bersikeras menyelamatkan ekonomi Malaysia dengan cara Malaysia,” terangnya.

Pengurus Partai Demokrat ini tidak mengatakan bahwa tudingan-tudingan yang disampaikan mantan bendahara umum partai itu, Muhammad Nazaruddin, tentang keterlibatan sejumlah petinggi partai itu dalam kasus suap plus korupsi dan gerakan oposisi di Malaysia dikelola oleh kelompok yang sama. Ia hanya mengisyaratkan bahwa di banyak tempat dan kasus kubu neolib memiliki modus operandi yang kurang lebih serupa, yakni mendompleng atau memboncengi aspirasi rakyat awam pada umumnya.

“Kasus di Demokrat adalah kasus internal. Dan apapun yang disampaikan oleh pihak yang mengaku Nazar tidak dalam kerangka projusticia. Tapi sesuatu yang sumir ini mereka manfaatkan (untuk memojokkan Partai Demokrat). Di partai lain juga begitu,” ujarnya lagi.

Masih katanya, di Malaysia, sebagian rakyat yang terpukau pada “Arab Spring Uprising” juga dimanfaatkan untuk menentang pemerintahan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak. Padahal, di balik gerakan yang menggunakan tagline “bersih” dan menuntut perbaikan sistem pemilu Malaysia itu ada agenda lain yang sedikit banyak berseberangan dengan kepentingan nasional Malaysia.

Dari pengamatan sepintas Rakyat Merdeka Online yang pagi ini (Kamis, 14/7) berada di Kuala Lumpur, ibukota Malaysia, tak banyak kalangan masyarakat awam yang membicarakan tentang demonstrasi kubu Anwar Ibrahim itu.

Staf senior editorial New Straits Times, Noor Adzaman Baharuddin, dalam artikelnya di koran itu hari ini bahkan mengecam gerakan Anwar Ibrahim.

“Ini bukan tahun 2008,” Noor Adzman Baharuddin mengawali tulisannya. Tiga tahun lalu popularitas kubu Anwar membuat kubu Barisan Nasional gelagapan. Kubu pemerintah untuk pertama kali gagal meraih 2/3 kursi parlemen. Keadaan telah berubah, dan kubu oposisi memanfaatkan rakyat untuk mendapatkan tebusan.

Kalau menurut supir taksi yang ditumpangi Rakyat Merdeka Online pagi ini, Anwar Ibrahim adalah pemain drama yang baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s