Budiarto Shambazy: Demo Malaysia Sulit Menulari Indonesia Karena Kualitas Kelas Menengah Payah

Gelombang ketidakpuasan yang terjadi di Malaysia kemarin (Sabtu, 9/7) digerakkan oleh kelas menengah. Itulah sebabnya sulit membayangkan gelombang ketidakpuasan terhadap seperti itu menjalar ke Indonesia. Dibandingkan dengan negara lain di Timur Tengah, Maghribi (Afrika Utara), Malaysia juga Thailand, kelas menengah Indonesia tergolong terbelakang.

“Jumlah mereka sedikit sementara kesadaran politik mereka pun rendah dan cepat terpukau dengan pencitraan,” begitu kata jurnalis senior Budiarto Shambazy yang kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu siang (10/7).

Di Tunisia dan Mesir, misalnya, social media menjadi elemen yang dapat memicu revolusi. Sementara di Indonesia, kelas menengah mempergunakan social media sekadar untuk memenuhi gaya hidup.

“Kelas menengah yang sadar politik hanya segelintir, yakni mahasiswa, intelektual, dan aktivis,” kata dia lagi.

Budiarto Shambazy mencontohkan sikap kelas menengah di sebuah pemukiman perumahan mewah yang beberapa waktu lalu menolak pembangunan jalur Transjakarta di perumahan itu. Warga protes karena busway yang hendak dibangun dianggap sebagai lambang orang miskin dan kelas bawah yang mau melintas di depan rumah mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s