Jarak Terbentang Yang Tak Dapat Diabaikan

POSISI Republik Indonesia dan Republik Islam Iran yang terpisahkan oleh jarak yang begitu jauh, sekitar 8.172 kilometer, bukanlah penghalang untuk meningkatkan hubungan baik dan kerjasama ekonomi kedua negara.

“Posisi Iran di sebelah barat benua Asia dan posisi Indonesia di sebelah timur Asia adalah keunggulan yang tidak dapat diabaikan.”

Begitu ungkapan yang digunakan Dutabesar Republik Islam Iran, Mahmoud Farazandeh, untuk memperlihatkan keyakinannya akan kemungkinan kerjasama ekonomi yang semakin baik antara kedua negara di masa mendatang.

Iran memiliki 15 negara tetangga dan berbagai kelebihan lain di kawasan barat Asia yang pada akhirnya membuat ia memiliki keunggulan di sisi geo-politik, geo-ekonomi dan geo-strategi. Begitu juga Indonesia yang berada di kawasan timur Asia, tepatnya di Asia Tenggara yang dikelilingi oleh negara-negara tetangga yang memiliki potensi ekonomi yang juga tidak dapat dianggap kecil. Intinya, kedua negara memiliki ketungungan komparatif yang relatif sama.

“Dapat dikatakan semua komoditas yang dimiliki Indonesia dibutuhkan oleh Iran, dan sebaliknya, komoditas yang dihasilkan Iran juga dibutuhkan oleh Indonesia,” ujarnya lagi.

Wajah perekonomian Iran yang merupakan campuran dari perencanaan nasional yang terpusat, kepemilikan negara terhadap minyak bumi, industri pertanian di kawasan perdesaan dan peranan perusahaan dagang dan industri skala kecil-menengah yang cukup signifikan telah menempatkan negeri yang kerap dijuluki negeri mullah ini sebagai negara terbesar ke-16 di dunia dalam hal penggunaan energi (purchasing power parity).

Dalam dua dekade terakhir, dunia menyaksikan dengan mata telanjang perekonomian Iran yang terus tumbuh. Di awal abad ke-21 sektor jasa memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap GDP, begitu juga dengan sumbangan dari sektro indusri, termasuk pertambangan dan pabrikasi, juga pertanian. Di tahun 2006, sekitar 45 persen anggaran belanja negara Iran berasal dari sektor gas dan minyak bumi. Sementara pajak dan retribusi memberikan sumbangan yang juga tak dapat dipandang sebelah mata, yakni 31 persen.

Catatan lain memperlihatkan bahwa di tahun 2007, sekitar 80 persen dari 70 miliar dolar AS devisaIran berasal dari ekspor minyak mentah. Adapun di tahun 2009. GDP Iran mencapai angka 336 miliar dolar, dan tahun sebelumnya Iran mencatat angka pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen.

Mahmoud Farazandeh menggarisbawahi bahwa saat ini pemerintah Indonesia dan Iran sedang mematangkan pembicaraan untuk mempersiapkan kerjasama di dua sektor penting, yakni gas dan minyak bumi.

“Indonesia adalah negara yang memiliki aktivitas pertanian yang cukup tinggi. Dan dunai pertanian, seperti yang kita sama ketahui, membutuhkan pupuk. Sementara Indonesia walaupun memproduksi pupuk, juga masih mengimpor dari negara lain,” ujar Mahmoud.

“Produksi pupuk,” sambungnya, “membutuhkan pasokan gas yang memadai.”

Dalam hal ini, Iran dapat menjadi salah satu sumber pasokan gas untuk industri pupuk Indonesia mengingat negara itu adalah negara yang memiliki cadangan gas terbesar kedua di dunia setelah Rusia. Tahun 2007 lalu, Indonesia dan Iran telah menyepakati pembangunan pabrik pupuk di Assaluyeh, salah satu daerah yang memiliki cadangan gas dalam jumlah cukup besar.

Kesepakatan itu diambil setelah pembicaraan antara Utusan Khusus Presiden RI untuk Kawasan Timur Tengah, Dr. Alwi Shihab, dengan Presiden Iran Mahmpud Ahmadinejad di Tehran bulan Juni 2007. Di dalam kesepakatan itu juga disebutkan bahwa kedua negara akan membangun pabrik pupuk patungan di Iran antara dua perusahaan El Nusa dari Indonesia dan National Iranian Oil Company (NIOC).

“Sampai sejauh ini masih ada urusan birokrasi yang harus ditindaklanjuti bersama antara Iran dan Indonesia,” sambung Mahmoud yang belum setengah tahun menjadi Dutabesar di Jakarta.

Sementara untuk kerjasama di sektor minyak bumi, Mahmoud mengatakan, kedua negara telah sepakat bekerjasama dalam sebuah megaproyek senilai 7 miliar dolar AS.

“Iran juga merupakan salah satu negara yang memiliki cadangan minyak dalam jumlah besar di dunia. Indonesia juga menghasilkan minyak. Namun saat ini Indonesia hanya memproduksi sekitar 970 ribu barrel per hari. Jumlah ini mencukupi sebagian besar kebutuhan minyak dalam negeri. Tetapi masih harus impor. Padahal, saat ini kebutuhan minyak bumi Indonesia terus meningkat karena Indonesia merupakan negara berkembang di mana investasi di sektor industri terus tumbuh dan membesar,” urai Mahmoud Faranzadeh.

“Minyak dari Iran dapat diolah di Indonesia. Dengan demikian kebutuhan energi minyak bumi masyarakat Indonesia dapat dipenuhi. Ini pun telah kami sepakati dan sedang ditindaklanjuti,” ujarnya lagi.

Pemerintah Indonesia dan Iran juga telah mendirikan perusahaan patungan, Banten bay Refinery, untuk membangung kilang minyak di Banten. Dalam perusahaan patungan itu, PT Pertamina dari Indonesia memiliki 40 persen saham, begitu juga dengan National Iranian Oil Refining and Distribution Company. Sementara Petrofield dari Malaysia yang juga terlibat memiliki 20 persen saham. Dalam proyek ini, Iran berkomitmen memasok minyak mentah sebesar 150 ribu barrel per hari untuk masa 20 tahun.

Mahmoud Farazandeh juga mengakui bahwa saat ini negaranya sedang mengincar peluang untuk bisa berinvestasi di sektor crude palm oil (CPO).

“Bila ada peluang, kami akan bicarakan dengan pihak Indonesia,” katanya.

Bidang lain yang juga mungkin dijajaki dalam kerjasama kedua negara adalah riset teknologi, ilmu pengetahuan dan energi. Sebagai dua negara sahabat, menurut hemat Mahmoud Farazandeh, mestinya Indonesia dan Iran tidak melakukan satu hal sebanyak dua kali.

“Misalnya kami sudah melakukan penelitian, silakan pihak Indonesia mengunakan hasil penelitian kami itu. Begitu juga pihak Indonesia bila sudah melakukan penelitian yang menghabiskan biaya besar, kami dapat gunakan hasilnya,” demikian Mahmoud Farazandeh.

Peluang kerjasama di sektor lain, masih ujarnya, juga masih terbuka selama kedua negara memiliki keinginan kuat untuk terus mempererat hubungan baik yang ada selama ini. [Teguh Santosa]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s