Aljazair Diminta Tidak Lagi Gunakan Orang Sahara sebagai Alat Politik

Mantan Kepala Badan Kontra Intelijen kelompok pembebasan Sahara atau Polisario mendesak pemerintah Aljazair menghentikan menggunakan orang Sahara yang berada di Tindouf sebagai alat untuk mencapai tujuan politik dan ekonomi mereka di kawasan Afrika Utara.

Abba Moulay Omar, demikian nama sang mantan Kepala Badan Kontra Intelijen Polisario itu, telah meninggalkan Polisario dan bergabung dengan Kerajaan Maroko. Ia adalah satu dari sekian banyak pendiri dan pemimpin Polisario telah kembali ke Maroko. Lahir di Laayoune pada 1962, Abba bergabung dengan Polisario di tahun 1975. Bersama teman-temannya ia bergabung dengan Polisario di Tindouf.

Berbicara dalam sebuah wawancara di stasiun televisi di Laayoune, Provinsi Sahara, Abba mendesak pemerintah Aljazair yang selama ini berada di belakang Polisario untuk menghentikan paksaan terhadap orang Sahara di Tindouf.

Pemerintah Aljazair, sebutnya, harus membiarkan orang Sahara yang ingin kembali ke Maroko.

Hal lain yang disampaikannya adalah permintaan agar pemimpin Polisario yang membawa agenda kepentingan Aljazair tidak menekan anggota keluarga mantan anggota Polisario yang melarikan diri. Dalam kesempatan itu dia juga mengecam penangkapan Kepala Polisi Polisario, Mustapha Salma Ould Sidi Mouloud, yang menurut informasi terakhir telah dilepaskan Polisario.

Dukungan pejabat Polisario, seperti Mustapha, terhadap proposal otonomi khusus yang disampaikan Maroko adalah tantangan besar untuk Polisario, sebutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s