Usai Lebaran Rizal Ramli, Prabowo dan Sri Mulyani Nyapres

Kemenangan SBY dalam Pilpres 2009 lalu baru seusia jagung. Tetapi belum-belum, publik mulai membicarakan siapa yang pantas menggantikan Presiden SBY. Setidaknya lewat jalur Pilpres 2014, empat tahun lagi.

Belakangan ini, paling tidak sejak Lebaran 1430 H usai, ada tiga tokoh di luar pemerintahan yang mulai dielus-elus untuk mempersiapkan diri memasuki arena. Ketiganya adalah mantan Menko Perekonomian dan Menkeu DR. Rizal Ramli, mantan Danjen Kopassus Letjen (purn) Prabowo Subianto, serta mantan Menkeu DR. Sri Mulyani Indrawati.

Tokoh-tokoh oposisi yang hadir dalam sebuah halal bihalal di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, pekan lalu (Senin, 20/9) “membaiat” Rizal Ramli sebagai pemimpin gerakan perubahan. Seorang pembicara malam itu meminta Rizal untuk mulai merajut kekuatan-kekuatan pro-demokrasi dan pro-rakyat yang menurut si pembicara sedang bertebaran di mana-mana. Seorang ketua umum partai bahkan menyatakan partainya akan mendukung Rizal Ramli dalam Pilpres 2014.

“Tokoh seperti Pak Rizal ini yang dibutuhkan bangsa kita. Kami akan mendukung beliau,” ujar sang ketua partai.

Rizal di malam itu mengatakan bahwa demokrasi Indonesia telah berubah menjadi demokrasi kriminal. Jelasnya, demokrasi yang digunakan dengan cara-cara yang menyalahi aturan untuk memperoleh kekuasaan dan menggunakan kekuasaan untuk hal-hal yang juga menyalahi aturan melalui kebijkan kriminal.

Pernyataan Rizal ini diamini oleh semua tokoh oposisi yang hadir malam itu.

Di jurusan lain, Prabowo menjadi bintang lapangan di seminar politik pertanahan yang digelar Sabang-Merauke Centre (SMC) di sebuah hotel mewah di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, kemarin (29/9). Ia didorong untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Wakil Ketua DPR RI Priyobudi Santoso asal Golkar juga tak sungkan memperlihatkan kekagumannya pada Prabowo.

“Menurut saya, dia juga tokoh potensial negeri ini dan juga pemimpin masa depan,” ujar Priyo.

Sementara Prabowo, selain bicara soal tanah dan politik pertanahan, juga mengkritik proses demokrasi Indonesia yang menurutnya dibajak oleh kekuatan uang. Pemimpin, dalam praktik demokrasi terbajak ini, ditentukan oleh lalulintas kantong uang yang bergerak pada tengah malam. Begitu jelas Prabowo.

Nama terakhir yang usai Lebaran muncul di bursa calon presiden adalah Sri Mulyani Indrawati. Ia yang memainkan peranan penting di balik skandal dana talangan untuk Bank Century senilai Rp 6,7 triliun bersama mantan Gubernur BI Boediono, kini bertugas sebagai salah seorang Managing Director World Bank Group di Washington DC.

Sore nanti nanti (Kamis, 30/9), di sebuah hotel mewah di Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Pusat, pendukung Sri Mulyani akan meluncurkan sebuah website resmi mengenai diri dan aktivitas serta pemikiran-pemikarannya. Tema besar dan mencolok di website itu adalah “I’ll be back” atau dalam bahasa Indonesia: “Saya akan kembali.”

Kalimat singkat ini bagi banyak orang menyiratkan keinginan kuat Sri Mulyani untuk kembali ke tanah air dan merebut kekuasaan.

Di halaman pembuka http://www.srimulyani.net, tanpa ragu dituliskan bahwa Indonesia yang sedang bergerak ke arah politik yang berbahaya ini, dimana kemajemukan berangsur hilang, adalah “hasil dari keragu-raguan kepemimpinan politik.”

Pernyataan yang juga tajam dan cukup menyakitkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s