Halal Bihalal Rizal Ramli Ditaburi Tokoh Oposisi

Seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri, ekonom senior DR. Rizal Ramli menggelar halal bihalal di kediamannya, Jalan Madrasah, kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin malam (20/9).

Halal bihalal ini terbilang tidak biasa dan istimewa. Mantan Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan itu menyebut halal bihalal itu sebagai “halal bihalal plus”.

Disebut plus karena halal bihalal itu dihadiri begitu banyak tokoh oposisi. Tuan rumah juga mengundang tokoh-tokoh oposisi itu untuk berbicara di atas panggung kecil yang disiapkan di pojok depan halaman belakang rumahnya.

Tampak hadir Rachmawati Soekarnoputri didampingi suaminya yang juga Ketua Umum Yayasan Pendidikan Sukarno (YPS) Benny Sumarno. Mantan anggota DPR dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang kini memimpin Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PDK) Sayuti Asyhatri, politisi Partai Golkar Zainal Bintang, Zulvan Lindan, Permadi, Eggy Sudjana, Farid Faqih, Hatta Taliwang, Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PBB) Sahar L. Hasan.

Investigtor korupsi George Junus Aditjondro dan pengamat politik dari Sugeng Sarjady Syndicate (SSS) Sukardi Rinakit juga tampak hadir. Begitu juga dengan Direktur Eksekutif Econit Advisory Group Hendri Saparini dan pendiri Negarawan Center Johan O. Silalahi. Sejumlah aktivis mahasiswa angkatan 1998 dan aktivis muda juga hadir.

Berbagai persoalan juga disampaikan oleh para tokoh yang berbicara. Ada yang mempersoalkan tanda-tanda alam menyambut goro-goro di negeri ini, atau membicarakan marah yang diperlihatkan Presiden SBY kepada Telkom dan Telkomsel gara-gara kegagalan jaringan komunikasi ketika SBY meninjau langsung arus balik mudik Lebaran tahun ini beberapa hari lalu.

Ada juga yang memperkirakan SBY akan jatuh sebelum tahun 2014. Perkiraan ini didasarkan pada perkembangan politik dan ekonomi di tanah air juga di level internasional.

“Presiden kok menurunkan jabatannya jadi setingkat Kadit Lantas dengan meninjau langsung arus mudik,” sindir Permadi.

Dia juga mengatakan marah SBY pada Telkom dan Telkomsel tidak tepat. Ini memperlihatkan SBY tidak lagi mengetahui fungsinya sebagai kepala pemerintahan.

“Kan ada menteri yang dapat menyampaikan teguran itu. Ngapain langsung marah-marah,” ujar Permadi lagi sambil mempertanyakan mengapa SBY belakangan ini sering marah.

Hatta Taliwang khawatir Indonesia akan bernasib seperti Somalia yang suatu kali dikenal sebagai negara makmur di Afrika, tetapi kini menjadi failed state atau negara gagal. Profesor Jared Diamond, penulis buku Collapse yang menggambarkan kehancuran peradaban-peradaban besar di dunia, pernah tinggal belasan tahun di Indonesia. Profesor ini, sebut Hatta, mencium gelagat Indonesia menjadi negara gagal bila tak diurus dengan benar.

Lantas kemana arah dari “halal bihalal plus” ini?

Ekonom Ichsanuddin Noersy yang juga berbicara dalam kesempatan itu menyarankan agar Rizal Ramli dan kelompoknya mulai menjahit berbagai elemen masyarakat sipil. Menurut Noersy, halal bihalal ini adalah starting point yang tepat untuk mulai mengumpulkan elemen-elemen yang selama ini berserakan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s