News

Ditolak, Pahlawan Nasional untuk Gus Dur dari SBY

Adhie Massardi yang bertahun-tahun mendampingi Abdurrahman Wahid, baik saat Gus Dur masih menjadi presiden untuk masa yang singkat (1999-2001) maupun setelah keluar dari istana hingga akhir hayatnya, menolak gelar pahlawan nasional untuk Gus Dur.

Apalagi kalau yang memberikan gelar pahlawan nasional itu adalah pemerintahan SBY.

Kepada Rakyat Merdeka Online, mantan jurubicara presiden itu mengatakan, bahwa nama baik Gus Dur harus dibersihkan. Harus ada kepastian politik yang menegaskan Gus Dur sama sekali tidak terlibat dalam kasus dana Yanatera Bulog sebesar Rp 3,5 miliar dan bantuan Sultan Brunei senilai Rp 14 miliar seperti yang dituduhkan lawan-lawan politik Gus Dur tahun 2001. Pansus Buloggate yang dibentuk DPR pun sama sekali tidak menyelesaikan tugas hingga skandal itu terbongkar. Sementara Kejaksaan Agung yang memeriksa kasus itu sama sekali tidak menemukan keterlibatan Gus Dur.

Tetapi MPR yang dikuasai oleh lawan-lawan Gus Dur ketika itu menggelar SI MPR dan menjatuhkan kartu merah kepadanya setelah Gus Dur mengeluarkan dekrit yang membekukan DPR/MPR, mempercepat Pemilu dan membubarkan Golkar. Padahal, kata Adhie lagi, dekrit itu dikeluarkan karena Gus Dur sudah mencium gelagat makar yang dilakukan oleh pimpinan Parpol dengan menggunakan parlemen. Pimpinan Parpol yang dimotori Amien Rais sempat menggelar pertemuan di kediaman Megawati Soekarnoputri di Lenteng Agung.

Kalau pun kedua hal di atas bisa dilakukan, sambung Adhie, dia ogah kalau yang memberikan gelar pahlawan nasional untuk Gus Dur adalah pemerintahan SBY. Pemerintahan yang pantas memberikan gelar pahlawan nasional untuk Gus Dur, demikian Adhie, adalah pemerintahan yang memiliki legitimasi moral dan tidak korup.

Standard

2 thoughts on “Ditolak, Pahlawan Nasional untuk Gus Dur dari SBY

  1. hadiahnederland says:

    Dengan terpilihnya Gus Dur sebagai presiden RI yang ke empat, sepertinya akan adanya perubahan yang besar untuk RI, seperti turunnya mesiah kebumi yang akan menghakimin dosa2 orde baru dimana 32 tahun dipatrikan di bumi indonesia. Penjara politik dikosongkan, permintaan maaf kpd kaum komunis/sukarnois . mengembalikan hak2/derajad mereka yang tertindas dan yang ditumbalkan. Kekuatan dan keberanian Gus Dur luar biasa dalam hal ini. Kita tahu kekuatan/kemaharajaan orde baru sudah puluhan tahun tanpa ada tandingannya. Yng kadang2 sampai kita bisa sebut Pak Harto sebagai nabi untuk bangsa indonesia.Setuju atau tidak filsafat yang berdasarkan uang adalah panglima. Kenyataannya memang ada kebenarannya. Toh sampai sekarngpun uang adalah jimat untuk apapun, baik politik ataupun ideologie.
    Mandaat Gus Dur di pangkas, karena kebijakan2 yang berpihak kepada rakyat yang tertindas dan menderita.Untuk kita bahaya.Cara berfikir kita jauh berbeda dng Gus Dur.Ah mungkin dua atau tiga generasi lagi cita2/femikiran Gus Dur akan terwujud. Selamat jalan pahlawan demokrasie.

  2. karlana says:

    semoga setelah kepergian beliu bangsa ini sadar bahwa banga tetap butuh pemimpin yg berani mengambil resiko apapun demi kemalahatan semua umat selamat jalan insyaallah kami mampu meneruskan perjuanganmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s