Memburu Laporan BPK dan Serangan Balik Pak Kwik

centurygate

 

Sepanjang hari kemarin (Selasa, 11/11) ada angle baru dalam perkembangan kasus skandal bailout Bank Century senilai Rp 6,7 triliun. Jurnalis dari berbagai media, baik cetak maupun elektronik, ramai-ramai memburu progress report investigasi yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Bank Century.

Sampai Selasa malam, berbagai pembicaraan baik langsung maupun via mobile phone, baik lewat SMS maupun BBM dan YM berseliweran di antara jurnalis. Masing-masing mengecek dan mengajukan pertanyaan kepada kolega apakah memiliki progress report itu atau tidak. Kalau punya apa bisa digandakan. Kalau tidak, apakah tahu dimana bisa mendapatkan.

Ada yang menawarkan barter khusus dengan data dan informasi kasus lain yang juga sedang ramai dibicarakan publik.

“Mana dokumennya coi? Bagi gua dong. Elu mau gua kasi rekaman si anu [nama seorang tokoh] sedang menerima suap?” kata seorang petinggi sebuah media. Entah bluffing, entah tidak.

Juga ada yang menawarkan barter dengan footage hasil liputan perkembangan kasus cicak lawan buaya alias KPK lawan Polri.

“Kita bikin lengkap. Mulai dari Antasari ditangkap. Biar jadi dokumenter yang bagus punya Boss,” kata jurnalis lain.

Selama ini, hasil investigasi BPK itulah yang dianggap sebagai kunci penting untuk membuka selubung misteri skandal Bank Century yang menyerempet tiga tokoh penting di republik ini, Presiden SBY, Wakil Presiden yang mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono, serta Menteri Keuangan Sri Mulyani. Nama ketiganya lah yang paling sering dikaitkan dengan kasus ini. Masing-masing mereka dianggap memiliki peranan yang memungkinkan skandal itu terjadi, yang akan diurai dalam bagian lain.

Adalah mantan menko ekuin Kwik Kian Gie yang secara tidak langsung memicu perburuan massal ini. Dalam tulisannya di harian sore Suara Pembaruan (Senin, 10/11), Kwik Kian Gie membeberkan progress report berjudul “Laporan Kemajuan Pemeriksaan Investigasi atas Kasus Bank Century” yang ditandatangani penanggung jawab pemeriksaan, Suryo Ekawoto Suryadi, tanggal 26 September 2009.

Tulisan Kwik Kian Gie yang berjudul “Kasus Bank Century: Istilah ‘Sistemik’ yang Bersayap” merupakan respon langsung atas pernyataan Wakil Presiden Boediono yang disampaikan hari Jumat pekan lalu (6/11). Dalam penjelasan yang disampaikan usai shalat Jumat, Boediono mengatakan tidak ada kerugian negara dalam bailout yang dikucurkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) setelah Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menggelar rapat tanggal 21 November 2008.

“Jelas saja dia (Boediono) harus membela bahwa suntikan dana yang demikian besar untuk bank yang demikian kecil memang diperlukan, karena dia dalam kedudukan sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) adalah tokoh kunci ketika bailout yang kontroversial dilakukan,” tulis Kwik.

Karena Boediono berupaya membentuk opini sedemikian rupa tanpa mengemukakan fakta dan data dengan maksud agar masyarakat mendukung kebijakan itu, maka Kwik merasa terpanggil untuk melawan dan meng-counter. Ini adalah serangan balik Pak Kwik untuk membela hak publik memperoleh informasi yang lengkap dan akurat mengenai perjalanan skandal ini. Dalam upaya itu, ia pun membeberkan berbagai data dan fakta yang telah dimuat di berbagai media, khususnya dari progress report BPK tertanggal 26 September 2009 itu.

Isi laporan BKP itu akan (kembali) dibeberkan setelah bagian pembuka ini.

Leave a comment