Manifesto Blok Perubahan

Perubahan Untuk Indonesia Yang Lebih Baik

Kita perlu melakukan perubahan, bukan sekedar penggantian pimpinan nasional. Pemilu yang hanya melanjutkan status quo dan sekedar penggantian presiden, tidak akan membawa perubahan nasib bangsa dan rakyat Indonesia. Ternyata bahwa setelah 63 tahun merdeka dan sepuluh tahun reformasi, 80% (delapan puluh persen) rakyat Indonesia belum pernah menikmati arti yang sesungguhnya dari kemerdekaan. Buat makan saja susah, tinggal dirumah berdesak-desakkan, selalu kebingungan ketika harus membayar pendidikan, kalau sakit bukan takut sama dokter atau operasi tapi takut membayar. Itulah nasib mayoritas bangsa kita. Mimpi-mimpi mereka belum pernah menjadi kenyataan. Reformasi dan demokrasi ternyata telah dibajak oleh pikiran-pikiran lama dan kekuatan-kekuatan lama sehingga tidak mampu memberi manfaat untuk rakyat banyak.

Perubahan yang dijanjikan pada tahun 2004 ternyata tidak terjadi karena sekedar retorika, faktanya jalan yang dianut masih Jalan Lama yang telah 32 tahun gagal membawa kesejahteraan dan kebangkitan Indonesia. Jalan Lama itu memperkokoh neo-kolonialisme, menggadaikan kedaulatan politik dan ekonomi Indonesia, sehingga potensi sumber daya manusia dan alam Indonesia yang sangat besar justru terabaikan.

Perubahan yang fundamental, bukan hanya janji dan citra, perlu dilakukan agar terjadi perubahan dari sejarah kebangkitan elit (1908 – 2008), menjadi awal dari sejarah Kebangkitan Rakyat dan awal dari kejayaan Indonesia. Indonesia memiliki potensi yang luar biasa, dalam bentuk kebudayaan yang kuat dan bervariasi, manusia yang ramah dan ingin bekerja, kekayaan alam yang melimpah dan alam yang indah. Dalam bidang kebudayaan, Indonesia sangat menonjol di Asia Tenggara seperti dalam bidang sastra, seni, teater, musik & film. Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara maju dan kuat karena kebudayaan yang menonjol, seperti Jepang, China dan Korea menjadi modal untuk menjadi negara yang kuat dan besar. Mereka belajar teknologi, manajemen, marketing dari Barat tetapi kebudayaan mereka menjadi modal dan perekat nasional untuk memajukan bangsanya.

Tujuan Perubahan

Perubahan harus membawa manfaat yang nyata dalam peningkatan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial, kedaulatan politik dan ekonomi, serta membuat Indonesia menjadi negara yang kuat dan dihormati di dunia. Perubahan itu akan menjadi awal dari Kebangkitan Rakyat dan Kejayaan Indonesia.

Perubahan baru bermanfaat jika terjadi peningkatan kesejahteraan rakyat sehingga rakyat mampu mendapatkan 5P (Pangan, Pekerjaan, Pendidikan, Pelayanan Kesehatan, dan Perumahan). Peningkatan penyediaan pangan, pendidikan, pelayanan kesehatan dan perumahan akan juga meningkatkan lapangan pekerjaan.

Pendidikan harus diubah dari sistem pendidikan yang hanya konsumtif (indoktrinasi dan penjejalan informasi) menjadi pendidikan yang lebih produktif dan kreatif sehingga mampu menghasilkan analisa, sintesa, peningkatan nilai tambah dan kreatifitas. Seluruh rakyat Indonesia juga harus mendapatkan kesempatan pendidikan yang adil dan terjangkau. Kesempatan pendidikan tidak boleh dibatasi hanya untuk kelompok masyarakat mampu, tetapi harus terbuka untuk semua lapisan masyarakat. Perubahan sistem pendidikan dan peningkatan akses tersebut dapat dibiayai dengan hasil renegosiasi sumber daya alam (Tranformasi dari Sumber Daya Alam menjadi Sumber Daya Manusia unggul). Sumber daya manusia unggul itulah yang akan menjadi motor perubahan dan kebangkitan Indonesia pada awal Abad ke 21.

Tujuan perubahan tersebut akan lebih cepat tercapai jika kita memperjuangkan kedaulatan politik, ekonomi, keuangan, pangan, energi, pertahanan, dan teknologi. Kedaulatan itulah yang terabaikan, bahkan sengaja dilupakan selama 40 tahun terakhir, sehingga 80% rakyat Indonesia belum menikmati arti kemerdekaan dan Indonesia tertinggal dibandingkan dengan negara-negara besar lainnya di Asia. Perubahan dari negara “terjajah” menjadi negara yang berdaulat akan merupakan kekuatan dahsyat untuk mencapai tujuan kemerdekaan.

Kedaulatan Politik
Walaupun secara normatif dan formal Indonesia mengaku sebagai negara yang berdaulat, tetapi didalam prakteknya pengaruh negara-negara besar dalam bidang politik, ekonomi, dan pertahanan masih sangat dominan. Negara-negara berkembang seperti Malaysia, China, India, Brazil, Iran memiliki kedaulatan yang lebih kuat dalam bidang politik, ekonomi dan pertahanan. Tahun ini harus menjadi awal dari kebangkitan kedaulatan politik bangsa Indonesia.

Kedaulatan Ekonomi
Dengan sengaja dan sistematis selama 40 tahun terakhir, kedaulatan ekonomi telah digadaikan kepada negara adidaya dan lembaga keuangan multilateral. Melalui ketergantungan hutang, kekuatan-kekuatan luar tersebut kemudian mendikte, memesan, dan mengijon undang-undang dan peraturan Pemerintah, bahkan ikut menentukan dalam penunjukan pejabat-pejabat ekonomi sehingga sesuai dengan kepentingan strategis jerat Washington (Washington Concensus).

Tidak aneh bahwa strategi dan kebijakan ekonomi sering lebih menguntungkan kepentingan diluar Indonesia ketimbang memberi manfaat untuk rakyat Indonesia. Kebijakan ekonomi bahkan sering menyebabkan proses pemiskinan struktural: rakyat Indonesia bagaikan ayam yang mati di lumbung padi, ditengah-tengah kekayaan alam yang melimpah dan alam yang indah.

Agar supaya rakyat lebih sejahtera, dan Indonesia menjadi negara maju, maka kedaulatan ekonomi harus direbut sehingga proses pemiskinan struktural dihentikan dan kebijakan ekonomi memberi manfaat untuk rakyat dan kepentingan nasional.

Kedaulatan Pangan, Energi, Pertahanan dan Teknologi
Sebagai negara dengan penduduk 220 juta jiwa, adalah sangat penting untuk memiliki kedaulatan dalam bidang pangan, energi, pertahanan dan teknologi. Kedaulatan di keempat bidang tersebut merupakan prasyarat penting untuk menjadi negara besar dan dihormati di dunia.

Perubahan, Demokrasi dan Hak Asasi
Banyak kalangan yang menilai bahwa 10 tahun demokrasi dan reformasi tidak membawa manfaat bagi rakyat dan kejayaan Indonesia adalah akibat sistem yang terlalu demokratis. Mereka ingin mengembalikan jarum jam, ingin membawa Indonesia kembali kedalam sistem otoriter. Padahal Indonesia telah mengalami pemerintahan super-kuat selama 32 tahun. Hasilnya Indonesia tertinggal dibandingkan negara-negara besar di Asia, kesejahteraan mayoritas rakyatnya menyedihkan, gap antara yang kaya dan miskin luar biasa, dan tindakan anti demokratis serta pelanggaran terhadap hak asasi manusia sangat menonjol. Upaya mengembalikan sistem otoriter justru akan membuat Indonesia semakin mundur kebelakang, sistem yang sangat tidak populer dalam dunia yang semakin demokratis.

Perubahan untuk perbaikan nasib rakyat dan kejayaan Indonesia dapat dan harus dilakukan dalam bingkai demokratis, yang diperlukan bukan pemerintahan yang kuat ala Orba, tetapi pemerintahan efektif dalam konteks negara demokratis. Demokrasi dan reformasi selama 10 tahun gagal meningkatkan kesejahteraan rakyat kerena telah dibajak oleh pikiran lama (neo-liberal) yang semakin memperkokoh neo-kolonialisme dan oligarki politik-ekonomi. Untuk itu perlu segera dilakukan reformasi pembiayaan partai-partai politik sehingga demokrasi tidak dibajak oleh kekuatan uang.

Seperti halnya di Jerman dan beberapa negara Eropa, partai-partai politik sebaiknya dibiayai oleh negara sampai pendapatan rakyat Indonesia mencapai US$ 5 ribu per orang per tahun. Dengan demikian, partai bisa merekruit kader-kader muda yang idealis dan cakap, pengeluarannya harus diaudit sehingga lebih transparan.

Agenda Perubahan

1. Pangan yang surplus dan terjangkau:

Dalam waktu kurang dari 3 tahun, produksi pangan Indonesia harus surplus dan harganya terjangkau untuk rakyat. Indonesia yang selama ini menjadi importir produk pangan (beras, gula, kedelai, jagung, garam, dll) harus berubah menjadi eksportir produk pangan. Indonesia bahkan bisa jadi lumbung pangan Asia Tenggara dalam waktu 5 tahun. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan melakukan:
Pembangunan waduk dan irigasi di sepanjang aliran sungai Citarum, Bengawan Solo, Sungai Brantas, Lampung, Sumatra Selatan, dan delta Membramo Papua.
Ekstensifikasi bibit unggul dengan produktifitas yang lebih tinggi.
Peningkatan penggunaan pupuk organik dan non-organik yang disesuaikan dengan kondisi tanah setempat.
Pendirian Bank Pertanian yang akan meningkatkan akses kredit untuk petani.
Kebijakan harga yang akan menguntungkan petani melalui kebijakan tarif maupun non-tarif.
Pemberian tanah negara di luar Pulau Jawa kepada petani, diikuti dengan mekanisasi pertanian.

2. Pertumbuhan Ekonomi di Atas Sepuluh Persen

Selama 40 tahun Orba & baby Orba, pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata hanya mencapai 6%. Tingkat pertumbuhan ekonomi seperti itu adalah rata-rata (mediocre) dibandingkan dengan negara-negara di Asia Timur. Kinerja ekonomi Indonesia hanya sedikit lebih baik diatas Philipina. Itulah yang menyebabkan tingkat kesejahteraan rakyat di Malaysia, Korea, Taiwan, China jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia selama 40 tahun terakhir. Jika kita hanya berbangga dengan pertumbuhan enam persen maka Indonesia tidak akan pernah menjadi negara maju. Tanpa perubahan jalan dan strategi, pada tahun 2045, setelah seratus tahun kemerdekaan, Indonesia akan semakin tertinggal, bahkan oleh negara seperti Vietnam, dan mayoritas rakyatnya akan masih tetap miskin.

Jepang di bawah Perdana Menteri Ikeda, dengan program Double Income Plan, pernah mengalami pertumbuhan ekonomi diatas 12 persen selama dua dekade. Itulah yang menyebabkan Jepang mampu mengejar ketinggalannya dari negara Barat. Demikian juga halnya, China selama 15 tahun mencapai pertumbuhan ekonomi 10 – 12 persen setiap tahun. Itulah yang mengakibatkan China menjadi raksasa ekonomi di Asia.

Dengan Jalan Baru dan berbagai terobosan kebijakan, Indonesia akan mampu keluar dari krisis Jilid II ini dalam waktu kurang dari 2 tahun dan mempersiapkan dasar-dasar untuk menjadi negara yang kuat dan besar di Asia. Dengan tumbuh diatas 10% per tahun, maka akan tersedia lapangan kerja untuk pemuda pemudi Indonesia, peningkatan daya beli dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

3. Perubahan Struktur Ekonomi

Struktur ekonomi gelas anggur merupakan hasil kebijakan ekonomi Orba dan baby Orba selama 40 tahun terakhir. Dibagian atas gelas anggur di kuasai oleh kelompok bisnis besar dan BUMN yang tidak efisien dan kebanyakan “jago kandang” sehingga sering menjadi beban (liability) negara. Pegangan gelas anggur tersebut sangat tipis, yang menunjukan kecilnya golongan menengah dan usaha skala menengah yang independen. Bagian bawah dari gelas anggur tersebut sangat besar yang menunjukan puluhan juta usaha kecil dan ekonomi rakyat. Negara selama ini selalu memanjakan bagian atas dari gelas anggur dan mengabaikan lapisan bawah, yang struktur ekonominya super-kompetitif dan margin keuntungannya sangat tipis.

Struktur gelas anggur yang sangat timpang tersebut sangat tidak adil, akan membuat demokrasi tidak langgeng karena potensi konflik sosial yang sangat besar dan dominasi politik dan kebijakan oleh kelompok ekonomi yang lebih kuat. Struktur yang sangat tidak adil tersebut harus diubah menjadi struktur piramida. Indonesia memerlukan usaha skala besar tetapi bukan sekedar “jago kandang“ tetapi juga “jado dunia”, yang kompetitif didunia internasional dan mampu membawa nilai tambah di pasar internasional ke dalam negeri. Transformasi dari “jago kandang” menjadi “jado dunia” harus dilakukan secara bertahap melalui kebijakan yang koheren. Dengan demikian mereka diubah dari “beban“ menjadi “manfaat” bagi negara dan bangsa Indonesia.

Berbagai kebijakan juga harus dilaksanakan untuk mengembangkan golongan dan usaha skala menengah yang independen. Disamping itu berbagai kebijakan, termasuk kebijakan perpajakan, harus dirancang untuk membantu usaha kecil berkembang menjadi usaha menengah. Seperti diketahui, selama ini, pengusaha kecil langsung dikejar untuk membayar pajak jika keuntungannya diatas Rp.18 juta. Batas minimum kena pajak tersebut harus dinaikkan menjadi Rp.60 juta sehingga penumpukan modal usaha kecil akan lebih cepat.

4. Pembangunan Jaringan Kereta Api Trans-Sumatera, Trans-Kalimantan, Trans-Sulawesi dan Trans-Papua.

Pembangunan daerah-daerah diluar pulau Jawa relatif tertinggal dan manfaat eksploitasi sumber daya alam untuk rakyat sangat terbatas. Salah satu penyebab utamanya adalah fasilitas infrastruktur yang sangat tidak memadai. Pemerintahan Perubahan yang akan datang akan membangun jaringan Kereta Api Trans-Sumatera, Trans-Kalimantan, Trans-Sulawesi dan Trans-Papua, yang akan melewati daerah pusat-pusat pertanian, perkebunan, pertambangan dan kota-kota utama. Pembangunan jaringan kereta api tersebut akan menciptakan jutaan lapangan pekerjaan, langsung maupun tidak langsung, dan biaya transportasi untuk rakyat dan produk-produk lokal akan lebih murah.

Pemerintah Perubahan juga akan membangun jaringan pelabuhan laut dan udara sehingga ekonomi wilayah dan daerah di seluruh Indonesia akan meningkat. Pemerintah Perubahan juga akan menyelesaikan rencana pemba¬ngunan jalan tol trans-Jawa 1400 km, yang selama pemerintahan SBY baru selesai terbangun kurang dari sepuluh persen. Pemerintahan Perubahan juga akan mempercepat pembangunan pembangkit listrik 10 ribu mega-watt, yang pelaksanaannya kurang dari 15 persen selama pemerintah SBY. Pemerintah Perubahan juga akan mempercepat diversifikasi sumber-sumber energi alternatif, termasuk Geotermal dan Bio-energy. Pemerintahan Perubahan juga akan mengubah program bagi-bagi uang seperti BLT menjadi program pembangunan infrastruktur pedesaan seperti jalan desa, air bersih, irigasi tertier dan fasilitas MCK sehingga manfaatnya bisa meningkat berkali-kali lipat.

5. Pembangunan Industri Pengolahan Bahan Mentah

Selama ini Indonesia hanya menjual bahan baku dan bahan mentah. Seperti karet, coklat, rotan, kopra, gas, batu bara, minyak bumi dan bahan-bahan tambang. Negara yang hanya penghasil dan eksportir bahan mentah tidak akan pernah menjadi negara yang makmur dan sejahtera karena nilai jual bahan mentah sangat rendah dibandingkan dengan produk akhir. Untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih tinggi, penciptaan lapangan kerja lebih banyak, maka Pemerintahan Perubahan akan memacu pengembangan industri pengolahan bahan baku dan bahan mentah, serta produk-produk turunannya. Pengembangan industri pengolahan secara besar-besaran akan menciptakan jutaan lapangan pekerjaan baru untuk pemuda-pemudi Indonesia, meningkatkan daya beli dan kesejahteraan rakyat.

6. Peningkatan Manfaat Program Desentralisasi untuk Rakyat

Desentralisasi telah berhasil mengurangi sentralisasi kekuasaan Pemerintah Pusat dan mendorong penguatan Pemerintah Daerah Tingkat II. Tetapi sayangnya, rata-rata anggaran 420 Pemda Kabupaten dan Kotamadya yang betul-betul untuk kepentingan rakyat baru mencapai 30%, bagian terbesar justru untuk keperluan eksekutif dan legislatif. Perlu perubahan segera agar supaya 70% anggaran Pemda betul-betul untuk kepentingan rakyat setempat. Perubahan tujuan anggaran tersebut dapat dicapai melalui peningkatan demokratisasi dan transparansi pada tingkat Kabupaten dan Kotamadya. Peranan dan fungsi Gubernur perlu ditingkatan untuk meningkatkan koordinasi dan efisiensi program maupun anggaran.

7. Strategi Pembangunan Tanpa Utang

Selama ini sepertiga dari sekitar Rp. 1000 triliun anggaran negara digunakan untuk membayar pokok bunga dan cicilan utang. Sebagian besar dari beban hutang tersebut telah dikorup oleh para pejabat pada masa pemerintahan yang lalu dan diketahui oleh Bank Dunia dan negara kreditor. Hutang tersebut dapat diklasifikasikan sebagai hutang najis (odious debt) yang harus direnegosisasikan ulang sehingga beban rakyat lebih kecil. Karena mental inlander, Indonesia telah 3 kali kehilangan momentum negosiasi hutang: ketika transisi otoriter ke demokratis, perang melawan terorisme, dan bencana Tsunami.

Ketergantungan terhadap hutang juga bisa dikurangi secara drastis dengan melakukan perang terhadap korupsi dan penegakan hukum tanpa tebang-pilih, peningkatan efisiensi anggaran dan penghentian (moratorium) pembelian mobil dan rumah pejabat, serta pembangunan kantor-kantor pemerintah. Penghematan dan efisiensi hanya bisa efektif jika dilakukan reformasi birokrasi yang agresif.

Ketergantungan terhadap hutang juga bisa dikurangi dengan mengubah pola pengeluaran pemerintah terutama untuk pembelian barang-barang modal (capital spending), yang mencapai sekitar Rp. 400 triliun setahun. Pemerintah tidak perlu lagi membiayai pembelian peralatan dan barang modal, cukup dengan melakukan sewa-guna (leasing) sehingga pengeluaran untuk sewa-guna cukup senilai Rp. 70 triliun. Penghematan sekitar Rp. 330 triliun per tahun bisa digunakan untuk membiayai pembangunan jaringan kereta api Trans- Sumatra, Trans-Kalimantan, Trans-Sulawesi dan Trans-Papua, serta berbagai proyek infrastruktur lainnya.

8. Koreksi Peranan Bank Sentral

Ketika krisis ekonomi melanda Indonesia pada tahun 1997/98, IMF dan Bank Dunia memanfaatkan situasi tersebut untuk mengurangi peranan Bank Sentral dengan mengubah Undang-undang Bank Indonesia (BI). Tugas utama Bank Indonesia hanya mengendalikan inflasi dan nilai tukar, tetapi peranan Bank Indonesia dalam penciptaan lapangan pekerjaan (employment creation) dihapuskan. Padahal di negara yang sudah sangat maju seperti Amerika dan banyak negara Eropa, selain stabilisasi nilai tukar dan pengendalian inflasi, Bank Sentral juga bertugas untuk menciptakan lapang¬an pekerjaan. Pada tahun 1970-an, kredit likuiditas Bank Indonesia ikut memainkan peranan penting dalam pembangunan sektor perkebunan sehingga Indonesia saat ini menjadi eksportir sawit, coklat, karet utama di dunia.

Pengebirian Bank Indonesia harus dihentikan, Undang-undang Bank Indonesia harus direvisi sehingga fungsinya juga mecakup penciptaan lapangan kerja. Dengan perubahan tersebut, Bank Indonesia tidak hanya berdagang kertas dan surat hutang, tetapi juga memainkan peranan aktif dalam percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Jakarta, 5 Maret 2009

Published by

TeguhTimur

Born in Medan, lives in Jakarta, loves Indonesia.

2 thoughts on “Manifesto Blok Perubahan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s