Apakah Hillary Mengabaikan Pesan Obama

SEKITAR satu jam lagi, kalau tidak ada aral melintang, Hillary Rodham Clinton akan mendarat di bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur.

Ini adalah kunjungan pertama Hillary ke Indonesia dan Asia setelah dia dilantik dan disumpah sebagai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat awal bulan Februari ini.

Kunjungan Hillary ke Indonesia agak mendadak. Tadinya, ia tak memasukkan Indonesia ke dalam daftar perjalanannya ke Asia. Awalnya, mantan the first lady AS ini hanya akan mengunjungi Jepang, Korea dan Republik Rakyat China.

Namun Presiden Barack Obama-lah yang meminta agar Hillary juga mengunjungi Indonesia.

“Eh, jangan lupa. Indonesia juga,” begitu kata Obama seperti ditirukan Wakil Presiden Joe Biden.

Cerita tentang permintaan Obama ini disampaikan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla usai bertemu Joe Biden di West Wing, Gedung Putih, 4 Februari, dua hari setelah Hillary mengirimkan aplikasi visa ke KBRI Indonesia di Washington DC.

Dalam pertemuan dengan Kalla itu, Biden mengatakan, Indonesia adalah negara penting di Asia karena selain merupakan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia setelah AS dan India, Indonesia juga merupakan negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia.

Pemerintah AS juga meminta bantuan Indonesia untuk membantu membenahi hubungan negara adidaya itu dengan dunia Islam yang belakangan ini, setidaknya sejak George W. Bush berkuasa, menjadi buruk.

Pemerintah Indonesia melalui KBRI di Washington DC pun kini tengah mempersiapkan cetak biru untuk menyelesaikan kriris di Timur Tengah antara Israel dan Palestina. Cetak biru itu akan dibahas bersama National Security Council (NSC), sebuah lembaga di Gedung Putih yang bertugas menggodok kebijakan luar negeri AS. Lembaga ini terdiri dari penasihat keamanan senior dan pejabat-pejabat Deplu AS.

Tetapi, mengapa dalam kunjungan ke Jakarta ini Hillary tidak dijadwalkan bertemu secara khusus dengan tokoh dan pemuka agama Islam untuk mendengarkan berbagai kemungkinan dalam menyelesaikan krisis di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, seperti yang dibicarakan Biden?

Apakah Hillary punya agenda sendiri? Apakah Hillary mengabaikan pesan Obama?

Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin termasuk tokoh Islam yang tampaknya kecewa dengan hal ini. Tanggal 5 Februari lalu, Din Syamsuddin juga hadir dalam acara National Prayer Breakfast di Washington DC. Dalam acara itu Obama menekankan pentingnya membangun kerukunan beragama di dunia internasional. Obama bahkan sempat mengutip salah satu hadis Nabi Muhammad SAW yang berisi pesan perdamaian dan kasih sayang.

Din Syamsuddin pun mendengar sendiri dari Wapres JK betapa pemerintah Amerika membutuhkan bantuan Indonesia untuk memperbaiki citranya di hadapan dunia Islam.

Din Syamsuddin menyesalkan mengapa tidak ada pertemuan khusus antara Hillary dengan tokoh-tokoh Islam. Menurutnya, Hillary perlu mendengarkan keluh kesah dunia Islam yang selama ini diabaikan dan cenderung menjadi korban kebijakan politik luar negeri Amerika Serikat.

Sayang, pertemuan itu tidak dijadwalkan.

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s