Polling: Duet SBY-JK Tamat

Pecah?LAMPU hijau yang diberikan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla pada proses penjaringan calon presiden dari partai beringin itu menandakan babak baru dalam dinamika politik Indonesia menjelang rangkaian pemilihan umum di tahun ini. 

JK yang tadinya diperkirakan banyak orang tersandera oleh SBY dan Partai Demokrat, ternyata berani mengambil tindakan tegas.

Meminjam istilah salah seorang Ketua DPP Partai Golkar, Zainal Bintang, keberanian JK ini membuat duetnya dengan SBY tamat. Di sisi lain, secara internal pun kini posisi JK menjadi lebih terhormat.

Kelompok di lur Golkar yang selama ini mencibir posisi “mati gaya” JK pun akan terdiam.

Kita memang belum tahu, siapa yang akhirnya akan keluar sebagai pemenang dalam proses penjaringan calon presiden ini. Yang jelas, langkah ini patut diacungi jempol dan diapresiasi. Golkar ternyata punya nyali.

Dalam Pemilu 2004 Golkar keluar sebagai pemenang dengan mengantongi 22 persen suara. Sementara Demokrat yang masih terbilang baru berada di papan tengah dengan suara sekitar 7 persen.

Seturut dengan perkembangan terakhir ini, sejak hari Senin lalu (16/2), RMonline menggelar polling yang mempertanyakan apakah duet SBY dan JK masih perlu dipertahankan.

Hingga hari kedua pelaksaan polling (Selasa, 17/2), sebesar 67 persen peserta polling menyatakan duet itu SBY-JK tidak perlu dipertahankan. Sebesar 29,7 menyatakan masih perlu dan sebesar 3 persen menyatakan ragu-ragu.

Polling ini bukanlah polling yang digelar dengan mengikuti prinsip-prinsip akademis. Namun diharap dapat memberi gambaran sikap dari sebagian pembaca kami.

Anda, pembaca terhormat, yang belum memberikan suara, silakan klik. Sekalian latihan nyontreng dalam pemilu.

Leave a comment