Pimpin Diskusi, Maya Soetoro-Ng Muncul Lagi

maya soetoro-ng

SEJAK Madelyn Lee Payne Dunham meninggal dunia dua hari sebelum pemilihan presiden AS, Maya Soetoro-Ng, adik president elect Barack Obama, memilih masuk “gua” dan menghindar dari publikasi.

Kepergiaan Madelyn membuat Maya begitu berduka. Selama delapan tahun terakhir dia merawat Madelyn dengan penuh kasih sayang, seperti saat dulu Madelyn merawat dirinya dan kakaknya Obama.

Madelyn meninggal dunia dinihari tanggal 3 November. Sekitar dua minggu sebelumnya Madelyn yang sejak beberapa tahun terakhir menderita kanker dan osteoporosis terjatuh. Kecelakaan itu membuat tulang rusuknya patah, dan kesehatannya memburuk sebegitu rupa.

Obama yang khawatir dengan kesehatan neneknya sempat menghentikan kampanye. Dia terbang ke Hawaii. Namun, tentu saja dia tidak bisa berlama-lama menemani Madelyn yang mengasuhnya saat dia menyelesaikan pendidikan di Punahou School antara 1971 sampai 1979.

Sebelum meninggal dunia, Madelyn menyempatkan diri memberikan suara untuk cucunya.

Menyusul kesehatan neneknya yang kritis, ketika itu, Maya terpaksa membatalkan rencana berkeliling Amerika Serikat dari satu negara bagian ke negara bagian lain untuk membantu kampanye Obama. Sebagai gantinya dia berdiam diri di Hawaii dan menghabiskan waktunya di apartemen Madelyn yang terletak di pojok Jalan Beretania dan Jalan Punahou.

Saat para pendukung Obama merayakan kemenangan Obama di lobi apartemen Madelyn, Maya pun tak memperlihatkan batang hidung. Dia hanya mengirimkan pernyataan tertulis, mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan pendukung Obama kepada kakaknya juga kepada keluarga besar mereka yang sedang ditimpa musibah.

Setelah hampir dua pekan berdiam diri dalam duka, hari Rabu waktu Hawaii (12/11) Maya kembali muncul. Ini adalah penampilan pertama Maya di depan publik setelah neneknya meninggal dunia dan kakaknya terpilih sebagai presiden Amerika Serikat.

Maya menjadi moderator dalam sebuah diskusi bertema “Anti Sex Trafficking” yang diselenggarakan di Honolulu Design Center dalam rangkaian Girl Fest Hawaii.

Mengenakan baju biru, Maya duduk di pojok kanan. Di sebelahnya berturut-turut duduk tiga nara sumber, Agen Khusus Federal Bureau Investigation (FBI) Mary “M.K.” Itnyre yang fokus membidangi prostitusi anak-anak, Direktur of the Victim Witness Kokua Service Dennis Dunn, serta Lisa Dunn dari American Samoa Anti-Trafficking.

Saat membuka diskusi Maya yang memperoleh gelar PhD perbandingan pendidikan internasional dari University of Hawaii at Manoa (UHM) dan kini mengajar sejarah Amerika dan studi perdamaian di sekolah khusus wanita La Pietra menjelaskan bahwa perdagangan manusia merupakan salah satu kejahatan yang mengalami pertumbuhan paling cepat di dunia internasional. Menurut pemerintah Amerika Serikat, saat ini sekitar 14.500 hingga 17.500 manusia dari berbagai negara diperdagangkan di Amerika Serikat. Sementara University of Pennsylvania memperkirakan antara 200 ribu hingga 300 ribu anak setiap terancam praktik perdagangan sex.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s