Jenderal Colin Powell Memilih Barack Obama

COLIN Powell kembali memperlihatkan batang hidung setelah sekian lama menghilang.

Kali ini mantan menteri luar negeri Amerika Serikat yang mengundurkan diri dari kabinet George W. Bush bulan November 2003 silam muncul dengan sebuah pernyataan yang mengagetkan.

Powel, orang kulit hitam pertama yang menjadi panglima angkatan bersenjata Amerika Serikat (1989-1993) menyatakan dengan tegas dirinya mendukung Barack Obama.

Dia memuji Barack Obama yang lahir di Hawaii dari pasangan Kenya dan Texas sebagai seseorang yang punya kemampuan menginspirasi.

Powell dikenal sebagai salah satu tokoh terhormat di lingkungan elit politik Amerika Serikat. Karier militernya cemerlang. Sebagai panglima perang di era Bush Senior, Powell adalah salah satu arsitek Perang Teluk 1991.

Dia juga terlibat secara aktif mendorong Perang Teluk kedua yang berlangsung sejak tahun 2003 sampai kini.

Februari 2003 di depan Dewan Keamanan PBB, Powell mempresentasikan sejumlah informasi yang menurut dia akurat mengenai fasilitas dan laboratorium senjata biologi-kimia milik Saddam Hussein.

Beberapa minggu setelah itu, tanpa izin Dewan Keamanan PBB, tanggal 20 Maret 2003 Presiden Bush Junior memerintahkan serangan ke Baghdad. PBB tak merestui serangan itu.

Belakangan Powell terpukul karena semua informasi yang disampaikannya di Dewan Keamanan PBB terbukti keliru. Tak ada satupun laboratorium bergerak yang ditemukan di Irak.

Di saat bersamaan, dia juga mulai dijadikan kambing hitam oleh sementara orang di pusat pemerintahan. Akhirnya, November 2003 Powell mengundurkan diri. Dalam beberapa kesempatan dia mengakui kekeliruannya ketika mendukung Perang Irak.

“Saya rasa, dia (Obama) adalah sosok yang transformatif, dia adalah generasi baru yang hadir di muka bumi. Karena alasan itu saya akan memilih Senator Barack Obama,” kata Powell dalam program “Meet the Press” milik NBC hari Minggu waktu Amerika (19/10) atau Senin dinihari waktu Indonesia (20/10).

Powell juga mengkritik kubu John McCain yang menyudutkan Obama dengan mengait-ngaitkan Obama pada Bill Ayers, seorang tokoh radikal di tahun 1960an.

“Menurut saya ini bukan tindakan yang tepat. Saya tahu bagaimana politik itu. Saya tahu bagaimana dalam politik Anda mengejar dan mencecar orang lain, dan itu boleh-boleh saja. Tetapi saya rasa, ini (upaya mengaitkan Obama dengan kelompok radikal) sudah terlalu jauh. Ini bukan hal yang diinginkan publik Amerika,” kata Powell yang juga dikenal sebagai figur penting di Partai Republik.

Di Fayetteville, North Carolina, Obama menyambut baik dukungan Powell itu.

“Saya merasa terhormat,” kata Obama.

Menurut Obama, dia dan Powell sering berdiskusi dalam beberapa tahun terakhir. Dan Powell, sebut Obama lagi, memiliki kebijaksanaan yang luar biasa.

“Saya lebih dari terhormat mendapatkan dukungan dari Jenderal Colin Powell,” katanya lagi.

Beberapa waktu setelah Powell mengumumkan dukungannya untuk Obama, Obama menelepon Powell. Mereka berbicara sekitar 10 menit, menurut direktur komunikasi kubu Obama, Robert Gibbs, seperti dikutip CNN. Dalam pembicaraan itu Obama kembali mengucapkan terimakasih.

3 thoughts on “Jenderal Colin Powell Memilih Barack Obama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s