POSISI Barack Obama semakin menguat.
Kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat itu meninggalkan lawannya dari Partai Republik, John McCain, delapan poin di belakang.
Kemenangan sementara Obama ini terlihat dalam poling terakhir CNN/Opinion Research Corporation yang diumumkan hari Senin waktu Amerika (6/10) atau Selasa dinihari waktu Indonesia (7/10).
Dari seluruh pemilih yang menjadi responden dalam survei ini, 53 persen mengatakan mereka mendukung Obama dan 48 persen mendukung McCain.
Sebelumnya, dari poling yang dilakukan CNN/Opinion Research Corporation pertengahan September lalu Obama disebutkan hanya memimpin 4 persen.
Presiden George W. Bush dipercaya punya peranan di balik kemenangan Obama kali ini. Dari poling tersebut diketahui hanya 24 persen responden yang mendukung pemerintahan Bush.
Menurut Deputi Direktur Pemberitaan Politik CNN, Paul Steinhauser, persepsi publik yang tak baik mengenai pemerintahan Bush adalah kabar buruk baik McCain. Poling yang dilakukan CNN memperlihatkan semakin banyak publik Amerika Serikat yang percaya bila terpilih sebagai presiden John McCain akan mengambil kebijakan politik dan ekonomi yang sama-sekali sama dengan kebijakan Bush.
“56 persen mengatakan kebijakan McCain akan sama seperti kebijakan Bush, naik dari 50 persen pada poling bulan lalu,” kata Steinhauser.
Sementara itu, 68 persen percaya Obama akan mampu mengatasi krisis ekonomi yang tengah melanda Amerika. Dan hanya 42 persen yang percaya McCain mampu memperbaiki kerusakan ini.
Faktor lain yang ikut mendongkrak dukungan untuk Obama adalah ketidaksukaan publik Amerika terhadap kandidat wapres dari Partai Republik, Sarah Palin.
Kini, 40 persen responden tidak suka dengan Sarah Palin. Angka ini naik hampir dua kali lipat dibandingkan poling sebelumnya yang hanya 27 persen di bulan September dan 21 persen di bulan Agustus ketika John McCain mengumumkan Palin sebagai kandidat wapres yang mendampinginya.
Kesimpulan untuk hal ini, Sarah Palin semakin tak disukai.
“Mayoritas masyarkat Amerika Serikat percaya bahwa Sarah Palin tidak punya kualifikasi untuk mengambil tanggung jawab presiden bila dibutuhkan. Dan ketidaksukaan kepadanya naik dua kali lipat,” kata
Poling terakhir ini digelar antara Jumat hingga Minggu akhir pekan lalu setelah Presiden Bush menandatangani paket senilai 700 miliar dolar AS untuk menyelamatkan krisis di bursa saham. Antara 53 hingga 46 persen responden menentang langkah politik itu.
“Satu dari tiga warganegara percaya pemerintah seharusnya menjaga jarak dari krisis ini dan membiarkan pasar menyelesaikan sendiri masalah mereka. Mayoritas publik menilai bahwa paket perbaikan itu tidak akan mampu mencegah ekonomi jatuh ke tahap resesi yang dalam dan panjang. Kebijakan ini akan memburuk dan memaksa pemerintah menerbitkan kebijakan lain,” ujar Holland.
Poling CNN/Opinion Research Corporation dilakukan lewat telepon terhadap 1.006 responden dengan sampling error plus atau minus 3,5 persen.
