“Suster Apung” Protes Iklan Soetrisno Bachir

SUSTER Andi Rabiah, yang populer dipanggil Suster Apung, keberatan dijadikan bintang iklan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir.

Dikutip dari Kompas.

Ia memprotes karena mengira pengambilan gambar dirinya di Bali pada 13-14 Juli lalu dilakukan untuk pembuatan iklan layanan masyarakat. Ia terganggu karena disindir sebagai pendukung Partai Amanat Nasional (PAN).

“Saat pengambilan gambar saya tidak tahu jika itu adalah pembuatan iklan Ketua PAN. Saya memang bertemu seseorang yang mengenalkan diri sebagai ‘Tris’, tapi saya tidak tahu siapa dia. Saya membayangkan iklan layanan masyarakat itu adalah iklan yang dibuat pemerintah,” kata Rabiah di Makassar, Jumat (15/8).

Andi Rabiah adalah perawat yang bertugas di Puskesmas Kepulauan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, sejak 1977. Dalam bertugas ia harus mengunjungi pasiennya dengan perahu kecil dan menerjang ganasnya ombak. Ia menjadi ikon dan simbol pengabdian perawat di daerah terpencil setelah mahasiswa Universitas Hasanuddin, Andi Arfan Sabran, membuat film dokumenter keseharian tugas Rabiah.

Film dokumenter berjudul Suster Apung itu memenangi Eagle Award 2006, dan sejak saat itu Rabiah dikenal dengan panggilan Suster Apung. Rabiah melihat tayangan iklan yang menggunakan dirinya itu hari Selasa (12/8 ) di salah satu siaran televisi swasta. “Awalnya saya tidak merasa apa-apa karena saya juga tidak paham jika iklan yang menampilkan itu adalah iklan PAN. Saya terkejut karena banyak teman memberikan selamat bahwa saya sudah menjadi orang PAN. Padahal bukan simpatisan PAN, bukan simpatisan partai apa pun,” kata Rabiah mengeluh.

Rabiah tidak meminta tayangan itu dihentikan. “Saya mau menjelaskan perasaan saya bagaimana ya? Saya tidak (merasa berhak untuk) meminta iklan itu tidak ditayangkan. Saya juga tidak menuntut apa pun. Saya hanya ingin semua orang tahu bahwa saya bukan orang PAN, juga bukan orang partai lain. Saya hanya bekerja untuk kemanusiaan saja, bukan untuk partai apa pun. Dan saya ini pegawai negeri sipil,” kata Rabiah.

Rabiah belum tahu apakah dirinya akan menerima teguran dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkajene Kepulauan. “Saya meminta maaf kepada dinas, dan akan menjelaskan duduk perkaranya. Saya sama sekali tidak tahu jika saya akan dipakai untuk iklan orang PAN. Usai pengambilan gambar, saya memang menerima uang Rp 4 juta. Saya siap mengembalikan uang itu,” kata Rabiah.(ROW)

Published by

TeguhTimur

Born in Medan, lives in Jakarta, loves Indonesia.

One thought on ““Suster Apung” Protes Iklan Soetrisno Bachir”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s