
SIAPA yang ngaco, Jenderal Wiranto atau Jenderal Yudhoyono? Jenderal Wiranto yang “tukang ngelek-ngelek”, atau Jenderal Yudhoyono yang “tukang ngapusi”.
Nyatanya, menyusul rencana pemerintah menaikkan kembali harga BBM, kedua jenderal yang pernah bersahabat di masa lalu ini, kembali terlibat cekcok. Bila sebelumnya mengkritik jumlah rakyat miskin di Indonesia yang terus bertambah, kini Wiranto menyentil janji Yudhoyono tidak lagi menaikkan harga BBM (setelah menaikkannya dua kali di tahun 2005).
Dua hari terakhir ini Wiranto tampil di klan politik iklan yang mempertanyakan janji SBY itu.
Kubu SBY jelas membantah, mengatakan SBY tidak pernah berjanji.
Tetapi faktanya, SBY pernah mengucapkan janji itu. Setidaknya janji SBY itu dapat disimak dalam laman www.presidensby.info hari Rabu, 7 November 2007, usai melantik Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) baru, Laksamana Madya Sumardjono, di Istana Negara.
“Tidak ada opsi itu, karena kita cari solusi yang lain, yang cespleng. Paling tidak mengurangi dampak tanpa harus menimbulkan permasalahan pada masyarakat luas. Insya Allah kita carikan jalan terbaik,” kata Presiden kepada wartawan.
Pemerintah, lanjut Presiden SBY, akan terus melakukan langkah-langkah untuk mengatasi harga minyak yang kian melambung.
“Kita lakukan langkah-langkah domestik, kebijakan yang lain, supaya kita bisa mengatasi. Ada solusi, tidak mengguncangkan perekonomian kita, tidak mengubah anggaran pembelanjaan kita. Itu yang sedang kita lakukan, yang pada saatnya kalau memang begini terus dan lebih tinggi lagi, tentu akan ada yang kita lakukan secara signifikan,” kata Presiden SBY.
kutipan berita dari: http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/11/07/2391.html
Rabu, 7 November 2007, 15:19:08 WIB
Melonjaknya Harga Minyak Dunia
Pemerintah Terus Mencari Solusi TerbaikJakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada APBN tahun 2008. Penegasan tersebut disampaikan Presiden usai melantik Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) baru, Laksamana Madya Sumardjono, di Istana Negara, Rabu (7/11) siang. “Tidak ada opsi itu, karena kita cari solusi yang lain, yang cespleng. Paling tidak mengurangi dampak tanpa harus menimbulkan permasalahan pada masyarakat luas. Insya Allah kita carikan jalan terbaik,” kata Presiden kepada wartawan.
Pemerintah, lanjut Presiden SBY, akan terus melakukan langkah-langkah untuk mengatasi harga minyak yang kian melambung. “Kita lakukan langkah-langkah domestik, kebijakan yang lain, supaya kita bisa mengatasi. Ada solusi, tidak mengguncangkan perekonomian kita, tidak mengubah anggaran pembelanjaan kita. Itu yang sedang kita lakukan, yang pada saatnya kalau memang begini terus dan lebih tinggi lagi, tentu akan ada yang kita lakukan secara signifikan,” kata Presiden SBY. (mit)

Terus… siapa yang ngaco menurut anda ? Kalau flashback ke Metro TV tadi malam, memang SBY yang ngaco alias dah pikun. Dia dan mentetinya lupa rupanya apa yang telah disampaiakn di depan publik setahun yang lalu.
salam
Ah, menjilat ludah sendiri itu mah..
memang pemimpin di Indonesia masih banyak penuh dusta , yah sama-sama